Aksi Damai PMII Menolak Kenaikan BBM Dikawal Ketat Polisi

- Redaktur

Kamis, 8 September 2022 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKALONGAN || Sangkakala7.tv –
Aksi damai PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Pekalongan terkait“Menolak Kebijakan Pemerintah Indonesia menaikkan BBM”di kantor Bupati Pekalongan mendapatkan pengawalan ketat dari Polres Pekalongan.

Kapolres Pekalongan AKBP Dr. Arief Fajar Satria, S.H., S.I.K., M.H bersama Kabagops dan Kasat Lantas ikut terjun langsung dalam mengawal giat aksi damai tersebut, Kamis (8/9/2022).

AKBP Arief menegaskan bahwa tugas Polisi untuk memastikan dalam pelaksanaan kegiatan aksi damai oleh PMII berlangsung aman dan tertib sehingga tetap tercipta situasi yang kondusifitas.

Peserta aksi damai yang tergabung dalam PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) diikuti sekitar 200 orang berasal dari mahasiswa UNIKAL, mahasiswa STAIN, mahasiswa UIN KH. Abdurrahman Wahid, mahasiswa USMANU serta mahasiswa UNISRI Batang.

Titik kumpul peserta aksi damai di depan Taman Makam Pahlawan kemudian melakukan longmarch menuju Tugu Nol Kecamatan Kajen – depan Kantor DPC Golkar Kabupaten Pekalongan – depan GPU Kajen kemudian menuju Kantor Bupati Pekalongan.

Para peserta aksi damai menuntut menolak kebijakan pemerintah menaikkan BBM subsidi, mendesak pemerintah untuk memberantas mafia BBM serta meminta pemerintah supaya subsidi lebih tepat sasaran.

Di depan Kantor Bupati Pekalongan, massa diterima oleh Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H bersama Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan HJ. Hindun, M.H, Kapolres Pekalongan, Dandim 0710 Pekalongan serta Sekda Kabupaten Pekalongan.

Wakil Bupati Pekalongan dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa terdapat beberapa bantalan sosial untuk penanggulangan dampak kenaikan BBM, yaitu bansos yang dikelola oleh Kemensos, Refocusing Dana 2% dari Dana Alokasi Umum (DAU) Nasional, Dana Reguler APBD yang ada di anggaran Pemda masing-masing (BTT dan Bansos) serta Dana Desa maksimal 30% yang digunakan untuk bansos bagi masyarakat yang terdampak inflasi.

Riswadi mengungkapkan Pemerintah Daerah akan membantu masyarakat yang kurang mampu yang terdampak inflasi akibat kenaikan harga BBM tersebut.

“Dari aspirasi mahasiswa yang telah disampaikan pada hari ini, selanjutnya akan ditindak lanjuti jika sesuai dengan wewenang Pemerintah Daerah, namun bila aspirasi tersebut wewenang Pemerintah Pusat maka akan di sampaikan secepatnya,” ujarnya.

(KB-071)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perkuat Kedekatan Polri dan Masyarakat, Kapolres Humbahas Gelar Subuh Keliling
Perkuat Kedekatan Polri dan Masyarakat, Kapolres Humbahas Gelar Subuh Keliling
Wakili Kapolres, Kapolsek Ampana Tete Hadiri Open House SRT 60
Penyegaran Organisasi Polri, Kapolda Sulteng Pimpin Sertijab Wakapolda dan Kapolres Parimo
Cegah Karhutla, Polres Touna Sosialisasi Bahaya Bakar Sampah dan Lahan
Polda Sulteng Gelar Serah Terima Pataka Wira Dharma Brata, Irjen Pol Rizal Irawan Lanjutkan Estafet Kepemimpinan
Polsek Ulubongka Tingkatkan Iman dan Taqwa Personel Lewat Kegiatan Binrohtal
Pisah Sambut Kapolda Sulteng, Irjen Nasri Akhiri Pengabdian, Irjen Rizal Lanjutkan Kepemimpinan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Perkuat Kedekatan Polri dan Masyarakat, Kapolres Humbahas Gelar Subuh Keliling

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:56 WIB

Wakili Kapolres, Kapolsek Ampana Tete Hadiri Open House SRT 60

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:11 WIB

Penyegaran Organisasi Polri, Kapolda Sulteng Pimpin Sertijab Wakapolda dan Kapolres Parimo

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Cegah Karhutla, Polres Touna Sosialisasi Bahaya Bakar Sampah dan Lahan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Polda Sulteng Gelar Serah Terima Pataka Wira Dharma Brata, Irjen Pol Rizal Irawan Lanjutkan Estafet Kepemimpinan

Berita Terbaru