*KITA BUKAN TUHAN*

- Redaktur

Minggu, 21 Februari 2021 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nats : _Engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: “Aku adalah Allah!” –Yehezkiel 28:2_

JAKARTA,| Sangkakala Tv-
Dalam buku Mere Christianity, C. S. Lewis menyarankan kita agar merenungkan beberapa pertanyaan untuk menyelidiki apakah sebenarnya kita angkuh atau tinggi hati: “Seberapa besar rasa tidak suka saya ketika orang lain menolak saya, atau tidak menghiraukan saya, . . . atau memandang rendah saya, atau menyombongkan diri di depan saya?”

Lewis memandang keangkuhan sebagai sifat “yang terburuk dari yang buruk” dan penyebab utama kesengsaraan dalam rumah tangga dan negara. Ia menyebutnya sebagai “kanker jiwa” yang membuat seseorang sama sekali tidak bisa mengasihi, merasa puas, atau bahkan menggunakan akal sehatnya.

Keangkuhan sudah menjadi masalah dari abad ke abad. Melalui Nabi Yehezkiel, Tuhan memperingatkan raja negeri Tirus yang kuat itu tentang keangkuhannya.
Dia mengatakan bahwa keangkuhan sang raja akan membawanya kepada kehancuran: “Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Tuhan, maka, sungguh, Aku membawa orang asing melawan engkau” (Yeh. 28:6-7). Lalu ia akan menyadari bahwa dirinya bukanlah Tuhan, melainkan hanya manusia biasa (ay.9).

Lawan dari keangkuhan adalah kerendahan hati, yang disebut Lewis sebagai sifat luhur yang kita terima melalui pengenalan akan Tuhan. Lewis mengatakan bahwa karena kedekatan kita dengan Tuhan, kita akan “bahagia dalam kerendahan hati.” Kita merasa lega karena terbebas dari pandangan omong kosong tentang harga diri kita sendiri yang sebelumnya membuat kita gelisah dan tidak bahagia.

Semakin kita menyembah Tuhan, semakin kita mengenal-Nya dan rela merendahkan diri kita di hadapan-Nya. Semoga kita terus dibentuk-Nya menjadi pribadi yang mengasihi dan melayani dengan penuh sukacita dan kerendahan hati.(Amy Boucher Pye)

Mengacu pada pertanyaan dari Lewis, apakah Anda termasuk tinggi hati? Apakah jawabannya mengejutkan Anda? Mengapa?

_”Tuhan Mahakuasa, tolonglah aku untuk bersukacita atas identitasku sebagai makhluk ciptaan-Mu, karena aku tahu, meskipun Engkau mulia dan penuh kuasa, Engkau tetap mengasihiku.”_

*Semakin kita menyembah Tuhan, semakin kita mengenal-Nya dan rela merendahkan diri kita di hadapan-Nya.*

_*Latar belakang ayat Alkitab :*_
_Di dalam Yehezkiel 26–28 ada empat ramalan atau nubuatan tentang penghakiman terhadap Tirus. Kota Fenisia kuno itu terkenal karena perdagangan laut dan penyembahan berhala. Kota itu adalah “gambar dari kesempurnaan . . ., penuh hikmat dan maha indah” (28:12), tetapi “dengan dagang[nya] yang besar [ia] penuh dengan kekerasan” (ay.16). Karena keterangan seperti “dekat kerub yang berjaga” (ay.14), “tak bercela di dalam tingkah lakumu . . . sampai terdapat kecurangan padamu” (ay.15), dan “engkau sombong . . . ke bumi kau Kulempar” (ay.17), sejumlah ahli meyakini bahwa perikop ini juga mengacu kepada Iblis. Ayat 19 menutup dengan menyatakan bahwa kota Tirus yang jahat akan “hilang lenyap untuk selama-lamanya.” –Julie Schwab_

*Yehezkiel 28:1-10*
_Nubuatan melawan raja Tirus_
28:1 Maka datanglah firman TUHAN kepadaku:
28:2 “Hai anak manusia, katakanlah kepada raja Tirus: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena engkau menjadi tinggi hati, dan berkata: Aku adalah Allah! Aku duduk di takhta Allah di tengah-tengah lautan. Padahal engkau adalah manusia, bukanlah Allah, walau hatimu menempatkan diri sama dengan Allah.
28:3 Memang hikmatmu melebihi hikmat Daniel; tiada rahasia yang terlindung bagimu.
28:4 Dengan hikmatmu dan pengertianmu engkau memperoleh kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu.
28:5 Karena engkau sangat pandai berdagang engkau memperbanyak kekayaanmu, dan karena itu engkau jadi sombong.
28:6 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Karena hatimu menempatkan diri sama dengan Allah
28:7 maka, sungguh, Aku membawa orang asing melawan engkau, yaitu bangsa yang paling ganas, yang akan menghunus pedang mereka, melawan hikmatmu yang terpuja; dan semarakmu dinajiskan.
28:8 Engkau diturunkannya ke lobang kubur, engkau mati seperti orang yang mati terbunuh di tengah lautan.
28:9 Apakah engkau masih akan mengatakan di hadapan pembunuhmu: Aku adalah Allah!? Padahal terhadap kuasa penikammu engkau adalah manusia, bukanlah Allah.
28:10 Engkau akan mati seperti orang tak bersunat oleh tangan orang asing. Sebab Aku yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”

(Chandra Calves)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemkab Humbahas Ikuti Perayaan Tahun Ekologi HKBP, Bersama Menjaga Kelestarian Alam
Usai Shalat Istisqa di Alun-Alun Kabupaten Bogor, Hujan Langsung Turun, Warga Bersyukur
Ribuan Warga Kabupaten Bogor Gelar Shalat Istisqa, Memohon Hujan di Tengah Kemarau Panjang
Bupati Donggala Buka STQ Ke- X Tingkat Kecamatan, Desa Surumana, Kec. Banawa Selatan
Hadiri Perayaan HUT ke-49 HKBP Pandan Kota, Bupati Tapteng Ulosi Puluhan Jemaat Lansia
Kadisporapar Ikuti Sholat Istisqa Berjamaah di Masjid Agung Darunnajah Putussibau
Kades Tanamea Hery Daud Widu Dampingi Camat Banawa Selatan, Menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW, 1448 H/ 2026 M
*Binroh Nasional Polri, Dai Kamtibmas Polres Parimo Aiptu Zulham Ditunjuk Jadi Penceramah*
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:58 WIB

Pemkab Humbahas Ikuti Perayaan Tahun Ekologi HKBP, Bersama Menjaga Kelestarian Alam

Sabtu, 19 September 2026 - 13:29 WIB

Usai Shalat Istisqa di Alun-Alun Kabupaten Bogor, Hujan Langsung Turun, Warga Bersyukur

Jumat, 18 September 2026 - 21:16 WIB

Ribuan Warga Kabupaten Bogor Gelar Shalat Istisqa, Memohon Hujan di Tengah Kemarau Panjang

Senin, 7 September 2026 - 08:04 WIB

Bupati Donggala Buka STQ Ke- X Tingkat Kecamatan, Desa Surumana, Kec. Banawa Selatan

Minggu, 6 September 2026 - 20:24 WIB

Hadiri Perayaan HUT ke-49 HKBP Pandan Kota, Bupati Tapteng Ulosi Puluhan Jemaat Lansia

Berita Terbaru