Antisipasi Resiko Penurunan Kualitas Udara, Dinkes Tapteng Bagikan Masker

- Redaktur

Selasa, 8 September 2026 - 22:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Dinkes Tapteng membagikan masker kepada warga, Selasa (8/9/2026). (Sangkakala 7/ist).

Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah menginstruksikan seluruh jajaran Puskesmas se-Kabupaten Tapanuli Tengah, untuk bergerak cepat membagikan masker gratis kepada masyarakat.

Instruksi ini menindaklanjuti Surat Edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor KL.01.02/A/17765/2026, tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat Terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Langkah ini diambil guna mengantisipasi risiko penurunan kualitas udara, serta meminimalisasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan warga, seperti gangguan saluran pernapasan (ISPA), iritasi mata, dan masalah kulit.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan menyampaikan, pembagian masker merupakan aksi nyata pencegahan dini untuk melindungi kesehatan masyarakat.

“Sebagai bentuk komitmen dan respon cepat terhadap surat edaran Kemenkes, kami telah menginstruksikan seluruh Kepala Puskesmas untuk membagikan masker secara gratis kepada warga, serta turun memberikan edukasi langsung mengenai perlindungan diri dari dampak abu vulkanik,” ujar Lisnawati, Selasa (8/9/2026), di Pandan.

Selain pembagian masker secara masif di tempat-tempat umum dan titik keramaian, Dinkes Tapteng juga menyiagakan seluruh pos pelayanan kesehatan dengan langkah-langkah strategis.

Langkah strategis yang dilakukan yakni, memastikan ketersediaan masker, tabung oksigen, serta obat-obatan esensial, untuk mengatasi gangguan pernapasan dan iritasi mata.

Selanjutnya, mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika terpaksa beraktivitas di luar, masyarakat diminta menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik, memakai kacamata pelindung, serta pakaian lengan panjang.

Kemudian, melakukan pemantauan aktif terhadap kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis seperti asma dan PPOK.

Lisnawati juga mengingatkan masyarakat agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat, jika mengalami masalah kesehatan.

“Kami mengimbau warga untuk tidak panik namun tetap waspada. Apabila mengalami gejala seperti batuk terus-menerus, sesak napas, mata perih, atau gangguan kesehatan lainnya, segera kunjungi Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Dzulfadli Tambunan

Editor : Priyatna

Berita Terkait

TP2GD Humbahas Bahas Pengusulan Friedrich Silaban Sebagai Pahlawan Nasional
Mantan Anggota DPRD Humbahas Kepler Torang Sianturi Terpilih Jadi Kepala Desa 2026
Gunawan Togatorop Raih Suara Terbanyak Pilkades Siborutorop Periode 2026-2034
Pemkab Humbahas Sampaikan Duka Mendalam atas Berpulangnya Kepala Desa Lumban Barat
Jaga Stabilitas Harga dan Kendalikan Inflasi, Pemkab Tapteng Gelar Gerakan Pangan Murah
Pilkades Nagasaribu II, Pahala Lumbantoruan Unggul Sementara dengan 534 Suara
Bupati Humbahas Bersama Kelompok Tani Dos Roha Tanam Cabai Merah di Lahan 3 Hektare
Bupati Humbahas Tinjau Pembangunan Jembatan Silakubuk di Desa Parsingguran I
Berita ini 99 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:50 WIB

TP2GD Humbahas Bahas Pengusulan Friedrich Silaban Sebagai Pahlawan Nasional

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Mantan Anggota DPRD Humbahas Kepler Torang Sianturi Terpilih Jadi Kepala Desa 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Gunawan Togatorop Raih Suara Terbanyak Pilkades Siborutorop Periode 2026-2034

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:14 WIB

Pemkab Humbahas Sampaikan Duka Mendalam atas Berpulangnya Kepala Desa Lumban Barat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:58 WIB

Jaga Stabilitas Harga dan Kendalikan Inflasi, Pemkab Tapteng Gelar Gerakan Pangan Murah

Berita Terbaru