Foto : Sekdakab Tapteng letakkan batu pertama pembangunan Huntap di Kelurahan Tukkna, Selasa (13/10/2026). (Sangkakala 7/ist)
Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Komitmen kemanusiaan untuk memulihkan kehidupan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali diwujudkan.
Sebanyak 22 unit hunian tetap (Huntap) dan 1 unit gereja mulai dibangun oleh Caritas Indonesia di Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka.
Pembangunan fasilitas permukiman dan rumah ibadah ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama oleh Sekdakab Tapteng, Binsar TH Sitanggan, bersama Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, Selasa (13/10/2026).
Sekdakab Tapteng, Binsar TH Sitanggang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Caritas Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat, atas kepedulian yang nyata terhadap warga terdampak.
“Terima kasih kepada Caritas Indonesia, para donatur, terkhusus Kementerian Agama yang konsisten membantu pembangunan rumah-rumah ibadah di Tapanuli Tengah serta daerah-daerah lain yang terdampak bencana,” kata Binsar.
Menurut Binsar, pembangunan tersebut tidak akan terlaksana tanpa partisipasi berbagai pihak. Ia menekankan pentingnya merawat semangat kearifan lokal dalam setiap proses pemulihan bencana.
“Tapteng memiliki moto ‘Sahata Saoloan’ yang selaras dengan prinsip gotong royong. Prinsip itu harus terus kita tegakkan, karena dengan ‘Sahata Saoloan’ dan gotong royong, kita menjadi lebih kuat serta bisa lebih cepat mencapai target dan harapan kita bersama,” tambahnya.
Guna mendukung keberlanjutan dan kenyamanan kawasan permukiman baru ini, Pemkab Tapteng berkomitmen memfasilitasi prasarana, sarana, dan Utilitas umum (PSU), agar bangunan Huntap nantinya nyaman dan layak dihuni oleh warga.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, menyampaikan harapannya agar pembangunan dapat berjalan lancar, dan membawa kebahagiaan bagi para penerima manfaat.
“Harapan saya, marilah kita bangun rumah dan gereja ini dengan baik, supaya mereka yang menempati dan menggunakannya sungguh-sungguh merasa bahagia dan senang. Saya meyakini Caritas Indonesia akan bekerja dengan sangat baik dalam pembangunan hunian tetap ini,” sebut Mgr Fransiskus.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang terjalin erat dengan pemerintah daerah, serta menegaskan kembali sikap keterbukaan Gereja Katolik dalam aksi-aksi kemanusiaan.
“Kepada pemerintah, saya mengharapkan kerja sama yang luar biasa ini dapat terus berlanjut. Gereja Katolik hadir untuk membantu semua. Kami berkomitmen membantu saudara-saudari kita tanpa membeda-bedakan, terbuka bagi siapa saja,” tandas Uskup Keuskupan Sibolga.
Penulis : Dzulfadli Tambunan
Editor : Priyatna










