TEBO, JAMBI || Sangkakala 7
Menindaklanjuti pemberitaan salahsatu Media Online (GSI) di Sumatera Indonesia pada Sabtu (17/10/2026) terkait dugaan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Batang Hari, Dusun Pulau Musang, Desa TKP. Indah, Kecamatan VII Koto Ilir, Minggu (18/10/2026) Kapolsek VII Koto Ilir IPTU Diky Fribadi, S.H., M.H., turun langsung memimpin patroli dan pengecekan lokasi.
Langkah tersebut merupakan respons kepolisian atas informasi yang berkembang sekaligus bentuk pengecekan langsung terhadap dugaan aktivitas PETI yang menjadi sorotan media.
Berdasarkan hasil pengecekan, petugas tidak menemukan aktivitas penambangan emas tanpa izin yang sedang beroperasi. Namun, ditemukan tumpukan material yang disebut asbuk dan diduga merupakan sisa aktivitas penambangan sebelumnya.
Sementara itu, hasil investigasi tim awak media di lapangan menunjukkan kondisi air Sungai Batang Hari sedang surut. Informasi dari narasumber setempat juga menyebutkan tidak ada aktivitas PETI saat pengecekan dilakukan.

Kondisi tersebut menjadi catatan tersendiri. Sebab, pengoperasian rakit dompeng membutuhkan kedalaman air yang memadai. Meski demikian, kondisi sungai saat ini tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk memastikan apakah aktivitas PETI pernah berlangsung sebelumnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek didampingi personel Polsek VII Koto Ilir, Babinsa Serda Rudi Hartono, perwakilan media Patroli 86 Jimy Kumbara, Kepala Dusun Pulau Musang Indra, serta tokoh masyarakat Deki.
Polisi turut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas PETI dan meminta seluruh elemen masyarakat berperan aktif memberikan informasi apabila menemukan kegiatan penambangan ilegal.

GSI menegaskan, tindak lanjut pemberitaan ini penting untuk memastikan persoalan PETI di aliran Sungai Batang Hari mendapat perhatian serius. Tidak ditemukannya aktivitas saat pengecekan merupakan fakta pada waktu patroli, sedangkan dugaan aktivitas sebelumnya tetap memerlukan penelusuran berdasarkan bukti dan keterangan yang dapat diverifikasi.
Pengawasan berkelanjutan dari aparat terkait diharapkan mampu mencegah kerusakan lingkungan serta memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai kondisi sebenarnya di lapangan.
Media GSI akan terus mengawal perkembangan persoalan ini secara kritis dan berimbang, dengan tetap mengedepankan fakta serta membuka ruang klarifikasi bagi pihak-pihak terkait.
Penulis : Andi Saputra S
Editor : Priyatna










