{"id":230,"date":"2021-02-13T23:11:09","date_gmt":"2021-02-13T16:11:09","guid":{"rendered":"https:\/\/sangkakala.tv\/?p=230"},"modified":"2021-02-13T23:44:22","modified_gmt":"2021-02-13T16:44:22","slug":"hari-di-mana-aku-tidak-lagi-bisa-menolak-tuhan-yesus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sangkakala7.tv\/?p=230","title":{"rendered":"*HARI DI MANA AKU TIDAK LAGI BISA MENOLAK TUHAN YESUS*"},"content":{"rendered":"<p>Hanya setelah pertobatanku aku bisa merasakan sukacita dan damai yang sejati dari penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan yang memberitahukan jalan kehidupan kepadaku (Mazmur 16:11).<\/p>\n<p>JAKARTA, |Sangkakala TV-<br \/>\n \u201cApakah kamu ingin mengetahui Kebenaran?\u201d tanya guru pelajaran agama Kristen kepadaku dan seorang teman. Waktu itu sedang jam istirahat siang dan kami sedang berada di ruang guru untuk suatu alasan yang tidak bisa kuingat.<\/p>\n<p>\u201cTentu, pak,\u201d balasku.<\/p>\n<p>Guruku mengajak kami ke perpustakaan, dan segera setelah kami menemukan tempat duduk, dia bertanya, \u201cSiapa Yesus?\u201d<\/p>\n<p>\u201cDia adalah Juruselamat,\u201d jawabku tanpa pikir panjang.<\/p>\n<p>\u201cBetul, tapi tidak lengkap,\u201d balasnya.<\/p>\n<p>Aku melirik kepada temanku untuk meminta bantuan, tapi dia sama bingungnya sepertiku. Aku mencoba mengingat-ingat bahan pelajaran agama dari kelas-kelas sebelumnya\u2014tidak ada jawaban lain yang muncul.<\/p>\n<p>Puas dengan kebingungan kami, guru kami menyuruh kami untuk mengambil Alkitab dari rak buku dan membaca Roma 10:9.<\/p>\n<p>\u201cSebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan,\u201d baca kami serentak.<\/p>\n<p>\u201cJadi, siapa itu Yesus?\u201d tanya guruku sekali lagi.<\/p>\n<p>Jawabannya sudah jelas; namun, rencana Tuhan yang memimpinku kepada momen ini tidak sejelas itu.<\/p>\n<p>*Meragukan Kekristenan*<\/p>\n<p>Sejak aku masih kecil, aku sudah tertarik pada pertanyaan-pertanyaan eksistensial. \u201cSiapa diriku? Apakah arti hidup? Apa yang akan terjadi setelah aku meninggal?\u201d Seiring umurku bertambah, aku mulai mencari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan itu.<\/p>\n<p>Perhentian pertamaku adalah iman Katolik. Ketika aku dan adikku masih balita, orangtua kami sering mengajarkan kami tentang Yesus yang mati di atas kayu salib untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa sehingga mereka bisa masuk surga setelah meninggal. Mereka juga membawa kami ke ibadah misa mingguan.<\/p>\n<p>Namun, sebagai seorang anak kecil, aku tidak mengerti apa itu keselamatan. Aku pun tidak menikmati ibadah yang kuikuti. Yang aku tahu adalah gereja itu membosankan dan ritualistik. <\/p>\n<p>Kalau bisa memilih, aku lebih baik tinggal di rumah dan menonton kartun daripada pergi ke gereja. \u201cKalau keselamatan berarti mengikuti ibadah yang membosankan setiap Minggu, aku tidak mau diselamatkan,\u201d pikirku.<br \/>\nSetelah menghadapi begitu banyak keluhan dan gerutuan dariku dan adikku, orangtuaku, yang ketika itu cukup acuh tak acuh terhadap agama, memutuskan untuk berhenti menghadiri ibadah sama sekali ketika aku berumur delapan tahun.<\/p>\n<p>Perhentianku berikutnya adalah Agnostisme dan Ateisme.<br \/>\nWaktu itu aku baru melanjutkan sekolah ke sebuah SMP Kristen Protestan. Kupikir orang-orang Protestan akan berbeda dari orang Katolik. Dugaanku dibantahkan oleh teman-temanku yang mengaku dirinya \u201cKristen\u201d tapi tidak serupa Kristus sama sekali. <\/p>\n<p>Dalam pandanganku saat itu, tampaknya Yesus, yang mengklaim dirinya adalah Tuhan, tidak mampu sama sekali untuk mengubah orang menjadi baik. Kesimpulanku adalah iman Protestan sama tak berdayanya. Aku mulai mengembangkan filosofiku sendiri\u2014hal-hal dan pemikiran-pemikiran yang kuanggap dapat membantuku untuk hidup dengan baik\u2014yang sangat dipengaruhi oleh paham Panteisme dari Timur dan Humanisme Sekuler dari Barat.<\/p>\n<p>Filosofiku hanya bertahan selama tiga tahun. Pada saat aku masuk SMA, kepercayaan-kepercayaanku telah menghadapi banyak tantangan dan kemunduran. Misalnya, dulu aku percaya bahwa dengan kemauanku semata aku bisa memfokuskan diri pada hal-hal filosofis yang kupandang lebih bermakna dari pengejaran akan kesenangan duniawi.<br \/>\nPikiranku tidak bisa fokus dan aku sering menemukan diriku teralihkan oleh hiburan-hiburan yang kuanggap \u201cduniawi\u201d seperti komik dan film. <\/p>\n<p>Kejadian yang terus berulang ini membuktikan bahwa aku tidak bisa melakukan hal baik apapun dengan kekuatanku atau kemauanku sendiri.<\/p>\n<p>Setelah dikecewakan oleh filosofiku sendiri, dan, mengetahui dari pengalamanku bahwa cara manusia selalu berakhir dalam kesia-siaan, aku berpaling kepada iman yang dulu kupandang rendah: Kekristenan.<\/p>\n<p>Mengapa iman Kristen? <\/p>\n<p>Tiga tahun mempelajarinya dalam pelajaran agama di SMP membukakan mataku kepada keunikannya dibandingkan dengan kepercayaan-kepercayaan lain. Kekristenan berkata bahwa aku diselamatkan oleh Allah hanya karena Allah mau menyelamatkanku, bukan karena aku orang yang baik atau berhak mendapatkannya atau karena usahaku sendiri. <\/p>\n<p>Aku melihat bagaimana kasih-Nya memenuhi dan meresapi setiap sudut ciptaan-Nya, aku mulai menemukan jawaban-jawaban terhadap keberatan-keberatanku terhadap Kekristenan, termasuk tentang teman-teman \u201cKristen\u201d ku.<\/p>\n<p>Selama beberapa bulan aku bermain mata dengan Kekristenan melalui iman Katolikku yang tidak pernah kupegang dengan sungguh-sungguh.<br \/>\nAku mulai berdoa tapi tidak menganggap Allah sebagai Tuhan. Aku juga mulai membaca Alkitab tapi tidak mempercayai otoritas serta klaim-klaim teologisnya.<\/p>\n<p>Situasi ini berlanjut hingga aku bertemu dengan guruku yang dalam pelajaran pertamaku bersamanya membicarakan akhir zaman sebagaimana tercatat dalam kitab Wahyu. Karena aku baru menonton film dokumentasi tentang topik tersebut beberapa minggu sebelumnya, aku berbincang dengannya di akhir pelajaran untuk memperjelas beberapa kebingunganku. <\/p>\n<p>Jawaban-jawabannya yang logis selama diskusi singkat kami membangkitkan rasa ingin tahuku. Aku tidak pernah menyangka bahwa teologi Kekristenan memiliki kerangka yang sangat rasional. Perbincangan ini memimpinku kepada beberapa diskusi lanjutan dengannya tentang hubungan antara iman dan rasio.<\/p>\n<p>Walaupun tarikan untuk percaya kepada Tuhan semakin kuat, aku terus menemukan cara untuk mengelak. Aku tidak mau hidupku diatur oleh Allah yang keberadaan dan otoritas-Nya tidak bisa kuterima. Sampai akhirnya pertanyaan itu tiba.<\/p>\n<p>\u201cSiapa itu Yesus?\u201d<\/p>\n<p>*Bergumul dengan Kebenaran*<\/p>\n<p>Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan. . .<\/p>\n<p>\u201cOke, aku bisa mengaku demikian, kemudian hidup seolah-olah Yesus bukan Tuhan. Karena dia bukanlah Tuhanku. Bukankah aku adalah penguasa diriku sendiri?!\u201d pikirku.<\/p>\n<p>. . . dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.<\/p>\n<p>Aku merasa dipojokkan. Ayat ini membawaku tepat kepada inti daripada Kekristenan, di mana aku melihat Yesus yang telah bangkit berdiri memandangku dalam kemuliaan-Nya, telapak tangan dan kaki-Nya masih berlubang dari penyaliban, lambung-Nya dari tusukan tombak, tangan-Nya terentang kepadaku, memanggilku kembali kepada-Nya.<\/p>\n<p>Mekanisme pertahananku langsung aktif, pikiranku mencoba membuktikan bahwa ini tidak mungkin benar. Menariknya, setiap argumen yang keluar malah mendukung lebih jauh klaim bahwa Yesus adalah Tuhan. Salah satu bantahan terkuatku terhadap Kekristenan sudah kusebut, yaitu \u201cketidakmampuan\u201d Yesus untuk mengubah teman-temanku untuk hidup dengan benar. <\/p>\n<p>Setelah merenungkan ayat ini dan pengalamanku sendiri, aku menyadari bahwa hidup dengan benar memerlukan iman kepada Tuhan yang benar: ketika seseorang percaya bahwa Yesus benar-benar adalah Tuhan yang Allah telah bangkitkan dari kematian di atas kayu salib, kasih Allah akan memenuhi dan memampukan orang itu untuk hidup memuliakan dan menikmati-Nya.<\/p>\n<p>Aku mulai melihat bahwa setiap detik keberadaanku di dunia dan setiap hal yang dapat kutemukan di dunia ini menunjuk kepada keberadaan Allah dan kedaulatan-Nya sebagai Tuhan. <\/p>\n<p>Fakta bahwa Ia, Yesus, telah mati dan bangkit kembali memberiku pengharapan bahwa sekalipun aku telah pergi begitu jauh dari Tuhan, aku masih bisa diselamatkan dan kembali kepada-Nya. Tidak ada jalan lain. Aku harus percaya.<\/p>\n<p>Memandang guruku, aku menemukan diriku sendiri berkata, \u201cTuhan.\u201d<\/p>\n<p>*Hidup dalam kedaulatan Tuhan Yesus*<\/p>\n<p>Lima belas tahun pertama kehidupanku diwarnai dengan banyak kekecewaan dan penyesalan. Segala usahaku untuk \u201chidup dengan baik dan benar\u201d gagal total.<br \/>\nHanya setelah pertobatanku aku bisa merasakan sukacita dan damai yang sejati dari penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan yang memberitahukan jalan kehidupan kepadaku (Mazmur 16:11).<\/p>\n<p>*Mazmur 16:11 &#8211; Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.*<\/p>\n<p>Karena Yesus adalah Tuhan atas segala ciptaan, tidak ada orang yang bisa berkata, mengklaim, atau bahkan membuktikan kalau mereka berkuasa atas hidup mereka sendiri. Kita hanya bisa memilih antara menghidupi seluruh keberadaan kita dalam pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan atau melewati setiap momen kehidupan dalam penyangkalan akan kedaulatan-Nya. Seorang misionaris bernama Hudson Taylor merangkum kebenaran ini dengan sangat baik, \u201cAntara Kristus adalah Tuhan atas segalanya atau dia bukanlah Tuhan sama sekali.\u201d <\/p>\n<p>Dan jika kita memang mengakui Kebenaran ini, segala hal yang kita lakukan, setiap detik keberadaan kita harus menunjuk kepada-Nya dan kemuliaan-Nya, bahkan dalam hal-hal paling sepele seperti membersihkan kamar kita (1 Korintus 10:31).<\/p>\n<p>*1 Korintus 10:31 &#8211; Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.*<\/p>\n<p>Sekarang sudah enam tahun sejak aku mengakui Yesus sebagai Tuhanku. Hidupku berubah total sejak saat itu dan aku bisa berkata kalau pengakuan dan pengenalan akan Kristus itu jauh lebih baik dan berharga dibandingkan dengan ketika aku hidup sebagai penguasa atas diriku sendiri.<br \/>\n_*Jefferson, Singapura*_ &#8211;<\/p>\n<p>Soli Deo gloria. (Calves Chandra)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hanya setelah pertobatanku aku bisa merasakan sukacita dan damai yang sejati dari penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan yang memberitahukan jalan kehidupan kepadaku (Mazmur 16:11)&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":233,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-230","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-religius"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>*HARI DI MANA AKU TIDAK LAGI BISA MENOLAK TUHAN YESUS* - Sangkakala 7<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sangkakala7.tv\/?p=230\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"*HARI DI MANA AKU TIDAK LAGI BISA MENOLAK TUHAN YESUS* - Sangkakala 7\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Hanya setelah pertobatanku aku bisa merasakan sukacita dan damai yang sejati dari penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan yang memberitahukan jalan kehidupan kepadaku (Mazmur 16:11)....\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sangkakala7.tv\/?p=230\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Sangkakala 7\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-02-13T16:11:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2021-02-13T16:44:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sangkakala7.tv\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/FB_IMG_16044753460911771.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"804\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"REDAKSI SANGKAKALA 7\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"REDAKSI SANGKAKALA 7\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/?p=230#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/?p=230\"},\"author\":{\"name\":\"REDAKSI SANGKAKALA 7\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/2f43c7c7193d9acfa258dc8808b93d6f\"},\"headline\":\"*HARI DI MANA AKU TIDAK LAGI BISA MENOLAK TUHAN YESUS*\",\"datePublished\":\"2021-02-13T16:11:09+00:00\",\"dateModified\":\"2021-02-13T16:44:22+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/?p=230\"},\"wordCount\":1284,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/?p=230#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/FB_IMG_16044753460911771.jpg\",\"articleSection\":[\"Religius\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/?p=230#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/?p=230\",\"url\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/?p=230\",\"name\":\"*HARI DI MANA AKU TIDAK LAGI BISA MENOLAK TUHAN YESUS* - Sangkakala 7\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/?p=230#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/?p=230#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/FB_IMG_16044753460911771.jpg\",\"datePublished\":\"2021-02-13T16:11:09+00:00\",\"dateModified\":\"2021-02-13T16:44:22+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/?p=230#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/?p=230\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/?p=230#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/FB_IMG_16044753460911771.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2021\\\/02\\\/FB_IMG_16044753460911771.jpg\",\"width\":720,\"height\":804},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/?p=230#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"*HARI DI MANA AKU TIDAK LAGI BISA MENOLAK TUHAN YESUS*\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/\",\"name\":\"Sangkakala 7\",\"description\":\"Untuk Kebenaran dan Keadilan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/#organization\",\"name\":\"Sangkakala 7\",\"url\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/cropped-Logo-Sangkakala-7_20250625_212835_0000.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/06\\\/cropped-Logo-Sangkakala-7_20250625_212835_0000.png\",\"width\":400,\"height\":77,\"caption\":\"Sangkakala 7\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/2f43c7c7193d9acfa258dc8808b93d6f\",\"name\":\"REDAKSI SANGKAKALA 7\",\"description\":\"Redaksi Sangkakala7.tv\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/sangkakala7.tv\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/sangkakala7.tv\\\/?author=2\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"*HARI DI MANA AKU TIDAK LAGI BISA MENOLAK TUHAN YESUS* - Sangkakala 7","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sangkakala7.tv\/?p=230","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"*HARI DI MANA AKU TIDAK LAGI BISA MENOLAK TUHAN YESUS* - Sangkakala 7","og_description":"Hanya setelah pertobatanku aku bisa merasakan sukacita dan damai yang sejati dari penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan yang memberitahukan jalan kehidupan kepadaku (Mazmur 16:11)....","og_url":"https:\/\/sangkakala7.tv\/?p=230","og_site_name":"Sangkakala 7","article_published_time":"2021-02-13T16:11:09+00:00","article_modified_time":"2021-02-13T16:44:22+00:00","og_image":[{"width":720,"height":804,"url":"https:\/\/sangkakala7.tv\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/FB_IMG_16044753460911771.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"REDAKSI SANGKAKALA 7","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"REDAKSI SANGKAKALA 7","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/sangkakala7.tv\/?p=230#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sangkakala7.tv\/?p=230"},"author":{"name":"REDAKSI SANGKAKALA 7","@id":"https:\/\/sangkakala7.tv\/#\/schema\/person\/2f43c7c7193d9acfa258dc8808b93d6f"},"headline":"*HARI DI MANA AKU TIDAK LAGI BISA MENOLAK TUHAN YESUS*","datePublished":"2021-02-13T16:11:09+00:00","dateModified":"2021-02-13T16:44:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/sangkakala7.tv\/?p=230"},"wordCount":1284,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/sangkakala7.tv\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/sangkakala7.tv\/?p=230#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sangkakala7.tv\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/FB_IMG_16044753460911771.jpg","articleSection":["Religius"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/sangkakala7.tv\/?p=230#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sangkakala7.tv\/?p=230","url":"https:\/\/sangkakala7.tv\/?p=230","name":"*HARI DI MANA AKU TIDAK LAGI BISA MENOLAK TUHAN YESUS* - Sangkakala 7","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sangkakala7.tv\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/sangkakala7.tv\/?p=230#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/sangkakala7.tv\/?p=230#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sangkakala7.tv\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/FB_IMG_16044753460911771.jpg","datePublished":"2021-02-13T16:11:09+00:00","dateModified":"2021-02-13T16:44:22+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sangkakala7.tv\/?p=230#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sangkakala7.tv\/?p=230"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/sangkakala7.tv\/?p=230#primaryimage","url":"https:\/\/sangkakala7.tv\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/FB_IMG_16044753460911771.jpg","contentUrl":"https:\/\/sangkakala7.tv\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/FB_IMG_16044753460911771.jpg","width":720,"height":804},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sangkakala7.tv\/?p=230#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sangkakala7.tv\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"*HARI DI MANA AKU TIDAK LAGI BISA MENOLAK TUHAN YESUS*"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sangkakala7.tv\/#website","url":"https:\/\/sangkakala7.tv\/","name":"Sangkakala 7","description":"Untuk Kebenaran dan Keadilan","publisher":{"@id":"https:\/\/sangkakala7.tv\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sangkakala7.tv\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/sangkakala7.tv\/#organization","name":"Sangkakala 7","url":"https:\/\/sangkakala7.tv\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/sangkakala7.tv\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/sangkakala7.tv\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-Logo-Sangkakala-7_20250625_212835_0000.png","contentUrl":"https:\/\/sangkakala7.tv\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/cropped-Logo-Sangkakala-7_20250625_212835_0000.png","width":400,"height":77,"caption":"Sangkakala 7"},"image":{"@id":"https:\/\/sangkakala7.tv\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sangkakala7.tv\/#\/schema\/person\/2f43c7c7193d9acfa258dc8808b93d6f","name":"REDAKSI SANGKAKALA 7","description":"Redaksi Sangkakala7.tv","sameAs":["http:\/\/sangkakala7.tv"],"url":"https:\/\/sangkakala7.tv\/?author=2"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sangkakala7.tv\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/230","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sangkakala7.tv\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sangkakala7.tv\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sangkakala7.tv\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sangkakala7.tv\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=230"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/sangkakala7.tv\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/230\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sangkakala7.tv\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/233"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sangkakala7.tv\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=230"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sangkakala7.tv\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=230"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sangkakala7.tv\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=230"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}