Foto : Pemkab Tapteng Kerahkan alat berat untuk menormalisasi sungai dan irigasi. (Sangkakala 7/ist)
Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Langkah pencegahan terhadap ancaman banjir, Pemkab Tapteng melaksanakan normalisasi sungai dan pemulihan fungsi saluran irigasi pertanian di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka.
Langkah taktis ini dilakukam setelah mendengar aspirasi warga. Normalisasi difokuskan pada Sungai Purba Tua, Sungai Aek Tarutung, serta aliran irigasi yang sebelumnya terputus akibat diterjang bencana banjir bandang.
“Semua wilayah yang terdampak akan kita perbaiki, tetapi pelaksanaan pengerjaannya tidak seperti membalikkan telapak tangan. Ini kita lakukan secara bertahap,” ujar Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, Jumat (2/10/2026).
Bupati juga menjelaskan bahwa penanganan di lapangan dilakukan dengan mengurai kendala satu per satu, mengingat kondisi cuaca dengan curah hujan yang masih cukup tinggi di wilayah Tapanuli Tengah.
Selain infrastruktur sungai, sektor pertanian warga menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Terputusnya suplai air sempat membuat lahan pertanian warga terbengkalai. Melalui normalisasi ini, jalur air irigasi kembali dibuka agar aktivitas bercocok tanam dapat pulih normal.
“Pertanian warga sangat penting untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan memulihkan aktivitas ekonomi mereka. Makanya, irigasi ini kita buka kembali jalurnya agar lahan pertanian bisa diolah dan produktif kembali,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan normalisasi ini, kata Masinton, Pemkab Tapteng menerapkan strategi penanganan yang komprehensif, mencakup wilayah hulu hingga hilir agar aliran air dapat terdistribusi dengan baik tanpa mengancam keselamatan pemukiman warga.
“Kita tidak hanya berfokus di hulu saja, tetapi hilir juga harus dinormalisasi agar aliran air bisa mengalir dengan lancar sehingga tidak membanjiri pemukiman masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Dzulfadli Tambunan
Editor : Priyatna










