Mimbar Buddha :
Salam Romo Asun Gotama,
Wasekjend DPP Walubi
JAKARTA || Sangkakala7.tv –
Orang yang *SABAR*, sangat besar pengertiannya tetapi orang yang cepat *MARAH*, membesarkan kebodohannya.
Mengapa kita suka *MARAH* sampai tidak terkendali ?
*MARAH* bukan hanya tanda orang kehilangan kontrol diri. Tetapi Juga merupakan tanda yang kuat orang menyimpan *KETAKUTAN* dalam dirinya.
Ingatkah saat terakhir kita *MARAH*, perasaan apa yang ada di balik *kemarahan* kita.
Jujur saja, bukankah ada setumpuk ketakutan di sana ?
*TAKUT* disepelekan takut tidak dihargai dan takut kehilangan *wibawa*.
Lalu berpikir bahwa dengan *MARAH* orang menjadi takut dan kita mendapat *kewibawaan*.
*TAKUT* tidak dipedulikan takut kebaikan yang sudah diberikan menjadi sia-sia dan tidak dihargai, tidak dipahami, dan seterusnya.
Orang yang *SABAR* melebihi seorang *PEMBERANI*, orang yang dapat menguasai dirinya, dapat melebihi orang-orang sekitarnya untuk dijadikan contoh.
*MARAH* juga sering berarti orang *TAKUT* kesalahannya dan kebohongannya terbongkar, ia berusaha untuk *MENUTUPI* kelemahannya dengan jalan marah-marah.
Jadi ada banyak *ketakutan* dibalik kemarahan kita, bukan ?
Hanya orang *SABAR*, tidak perlu ada rasa *takut*, maka tidak perlu *marah-marah*.
Marilah kita *BELAJAR* menjadi orang yang *SABAR*, selesaikan semua *MASALAH* dengan *Bijaksana*, bukan dengan *EMOSI*.
*Sudahkah kita semua bersikap _SABAR_ hari ini ? ? ?* (R.001)
Semoga Semua Makhluk Berbahagia.








