Pekanbaru, Riau || Sangkakala7.tv
Tak lama lagi Jabatan Gubernur Riau Brigjen (Purn) Edy Natar Nasution yang sudah dilantik Presiden RI di Istana beberapa waktu lalu akan segera berakhir di ujung bulan Desember ini. Dan, Jabatan Gubernur Riau (Gubri) akan segera digantikan oleh Penjabat sementara atas keputusan Pemerintah Pusat yaitu melalui Kementerian Dalam Negeri hingga sampai hasil Pilkada mendatang.
Ditengah hiruk pikuk transisi kepemimpinan Provinsi Riau, Masyarakat Riau masih wanti-wanti, siapakah nantinya yang jadi Penjabat Gubernur Riau ?
Menurut informasi, santer sudah ada nama-nama yang akan diserahkan ke pihak Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk diajukan menggantikan Gubernur Riau Brigjen (Purn) Edy Natar Nasution yang sudah habis masa jabatannya pada akhir bulan Desember ini .
Diketahui, Rencana Pj. Gubernur Riau semua berasal dari kalangan Birokrat Ulung ; baik dari Pejabat Kementerian Dalam Negeri maupun Dari kalangan Dosen. Ternyata, isu kuat yang beredar ditengah masyarakat, bahwa Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau saat ini yaitu SF Hariyanto disebut sebut sedang berupaya turut melobi Kementerian Dalam Negeri agar bisa menjadi Penjabat Gubernur Riau.
Hal ini banyak ditentang Masyarakat dan Kalangan Aktivis Riau dan juga Pemuda, karena menurut informasi yang dirangkum Media ini bahwa SF. Hariyanto yang juga mantan Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau itu punya banyak masalah alias Track Record yang buruk.
Hal ini disampaikan oleh Salah satu Aktivis Anti korupsi yang sangat Getol dalam pergerakan sosial controlnya di Provinsi Riau, yaitu Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pemuda Tri Karya (PETIR) Jackson Sihombing.
Jackson mengatakan dalam keterangan Rilisnya kepada Media ini bahwa, SF. Hariyanto yang menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Riau saat ini tidak layak jadi Penjabat Gubernur Riau.
“Beliau (SF Hariyanto) sepertinya berupaya ingin jadi Penjabat Gubernur Riau, jadi kalau seandainya pak SF Hariyanto dipilih justru ini akan menimbulkan Kegaduhan di kalangan Masyarakat. Kami Menilai Beliau tidak layak menjabat Gubernur Riau, Menteri Dalam Negeri harus selektif dan hati hati, track record nya terlalu buruk”. Ujar Jackson kepada media ini, Selasa (05/12/2023) siang.
Menurut Jackson, SF Hariyanto dinilai tidak layak menduduki Pj.Gubernur Riau, dikarenakan banyaknya persoalan berupa dugaan TPPU di KPK baru baru ini tentang gaya hidup mewah.
SF Hariyanto pernah dipanggil KPK terkait dugaan TPPU dan Viral Akibat kehidupan yang Flexing dan Hedonisme. Yang mana tidak mungkin KPK sembarangan memanggil pejabat yang menduduki jabatan pimpinan tinggi madya tanpa ada bukti dan petunjuk yang jelas.
kemudian , dugaan Keterlibatan SF. Hariyanto Sebagai Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau saat Menjabat Tahun 2013 lalu terkait dugaan mark up pembangunan Kantor PUPR Riau senilai Rp.200 Miliar yang saat ini sedang bergulir di Kejaksaan Tinggi Riau.
Kemudian , dugaan keterlibatan korupsi Pembangunan Jembatan Siak III dimana kondisi jembatan tersebut diketahui besinya sudah turun sehingga Jembatan tersebut hingga sekarang tidak bisa dilalui dua Jalur. Dan, selanjutnya SF. Hariyanto pernah disebut sebut menerima Rp.350 juta dalam kasus korupsi uang pengganti, Ganti Uang, dan Perjalanan Dinas di Dispenda Riau dengan terpidana Deyu dan Deliana serta juga disebut sebut terlibat dugaan korupsi pembangunan Flyover Harapan Raya Sudirman.
Jackson juga menilai, bahwa SF.Hariyanto adalah “pemain” besar di Provinsi Riau yang diduga mengatur beberapa Proyek di OPD, Ia juga dikhawatirkan hanya akan mengutamakan orang-orang disekitarnya, Papar Jackson.
Untuk itu, PETIR meminta agar Mendagri selektif jika nanti tetap berkeras membawa nama SF Hariyanto kepada Presiden sebagai calon Pj.Gubernur Riau mengingat banyaknya rekam jejak persoalan yang menyangkut beliau.
“Kita akan segera menyurati Mendagri dan Presiden RI agar SF. Hariyanto ditolak. Karena, sesuai Permendagri nantinya ada sembilan nama yang akan diusulkan untuk dilakukan pembahasan bersama lintas kementerian/non kementerian dan lembaga dalam menyeleksi calon Pj.Gubernur Riau agar menjadi 3 (tiga) Nama untuk diajukan kepada Presiden melalui Sekretariat Negara serta kelayakan calon PJ Gubernur tersebut harus bersih,” terang Jackson.
Jackson juga mengatakan, apabila SF Hariyanto di tetapkan menjadi Pj. Gubernur Riau, pihaknya akan melakukan Aksi Demo di depan Istana Presiden tiap minggu.
“Kalau beliau (SF. Hariyanto) dipilih oleh Mendagri, kami tidak ada pilihan selain melakukan aksi demo tiap minggu di Jakarta, itu akan kami lakukan”, tegas Jackson menutup.
(KP-065)








