Donggala, Sulteng || Sangkakala7.tv
Akses jalan menuju ke Kantor Kecamatan Balaesang Tangjung sangat memprihatinkan sehingga kedepan akses jalan menuju Desa lainnya akan menjadi baik, kata Camat Balaesang Tanjung Abdul Manan, SH. MH usai rapat persiapan Musrembang tingkat Kecamatan pada tanggal 4 – 5 Maret 2024 mendatang, Senin, 26 Febuari 2024.
Lanjut Abdul Manan, saya sebagai Camat Balaesang Tanjung bersama Kades-kades se-Kecamatan Balaesang Tanjung Kabupaten Donggala, mengadakan pertemuan persiapan Musrembang Stunting tingkat Kecamatan Balaesang.
Adapun peraiapan ini tentunya penting karena ini pembahasan musrembang karena kita banyak melihat aspirasi aspirasi masyarakat yang sanga prioritas ditingkat Desa. InsyaAllah kita usulkani menjadi usulan prioritas dan walau dalam musrembang nanti.
Harapan kami semua usulan usulan ini bisa ditindak lanjuti Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat, karena yang sangat segnifikan dan perlu kami sampaikan dan perlu perbaiki secepatnya Infra struktur jalan itu yang diutamakan, dan selama ini kami belum merasakan jalan aspal.
InsyaAllah dengan musrembang Kecamatan nanti tahun 2024 ini, semua fasilitas yang menjadi kendala dalam Pemerintahan maupun Kemasyarakatan dan Perdagangan Ekonomi ditingkat kecamatan, akan bisa tuntas atau kalau jalan ini bisa di perbaiki oleh Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat, terang Abdul Manan,AH MH.

Terkhususnya Desa Malei Ibukota Kecamatan ini sudah terancam abrasi laut kurang lebih darat pemukiman kurang lebih tinggal 50 Meter dan ini diperkirakan 1 – 2 Tahun kedepan dan mungkin Desa Malei, akan dipindahkan ujar Abd Manan.
InsyaAllah kami akan bahas pada musrembang yang akan datang tingkat kecamatan yang di sponsori oleh Bappeda Kabupaten Donggala.
Dikatakan Abd Manan, SH. MH, yang perlu kami angkat adalah Aicon Wisata, karena Kecamatan Balaesang Tanjung ini juga Wisata nya sangat menjanjikan Destinasi Wiasata kedepan yang utamanya untuk persiapan IKN, dan terkendala karena jalan yang belum terkelola dengan baik, ujar Abd Manan, SH. MH.
Hal bersamaan itu Kades Kamonji Yusman, menuturkan, selaku pemerintah Desa Kamonji Kami sudah mempersiapkan usulan usulan nanti di musrembang mendatang, Dan ini sudah kesepakatan bersama tokoh masyarakat terutama sarana prasarana tentunya Desa kami cukup banyak hal hal yang memang missi kami genjot untuk masalah pembangunan yakni Pasca Gempa dan stunami 2018 lalu, yakni Gedung TK sudah roboh sejak gempa lalu sampai saat ini belum ada bantuan, ujar Yusman.
apa lagi anak-anak murid TK sangat banyak.
Sedang untuk sosial dan budaya khususnya Suku Kami, suku asli Suku Tobelaesang dan rumah adat ( asal mulanya sejarah suku asli Suku Tabelaesang).

Kades Pamolulu Jufriyanto asal Madura ini mengatakan, Desa salah satunya Desa pomolulu memang menunjukkan beberapa desa memang sampai saat ini belum tersentuh pembangunan jalan aspal dan sementara desa sebagian lainnya sudah merasakan jalan aspal, ujar Jufriyanto.
Penduduk berjumlah 1800 jiwa, KK 136 dan 600 pemilih, yang sebagian masyarakatnya petani dan nelayan.
Terkait stuting tahun 2023 kita sudah mengupayakan dan membantu bagaimana caranya stunting bisa menurun apa lagi data dari kesehatan puskemas bahwa kita masih tetap fokus bagaimana caranya stunting itu nol, ujar Jufriyanto.
Kades Malei Moh Najib menuturkan, terkait pertemuan ini, mempersiapkan Musrembang yang akan datang, maupun yang kami usulkan diantaranya masalah jalan dari Desa Malei menuju Desa Paninbaya jalan nya sangat memperihatinkan, karena ini adalah kantong produksi, kata Moh. Najib.
Kedua masalah Abrasi pantai sepanjang pantai Malei perlu mendapatkan perhatian penuh khususnya kepada pemerintah daerah maupun Pemerintah pusat, harap Moh.Najib.
Hal yang sama juga dikatakan Paninbaya Mohamad Saleh, S.Pd menuturkan, dalam persiapan Musrembang Kecamatan yang akan di laksanakan 4 – 5 Maret 2024 dan kami akan usulkan yakni antara dusun.
(Fitri)








