Pendapatan Toba Menyusut, Belanja Modal 2026 Naik Rp18,99 Miliar, 2027 Justru Anjlok

- Redaktur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Toba, Sumut || Sangkakala 7
Rapat paripurna DPRD Kabupaten Toba, Senin (10/08/2026), tidak hanya menjadi agenda formal pembahasan KUA-PPAS. Di balik angka-angka anggaran yang disepakati, terdapat perubahan arah fiskal yang patut dicermati: pendapatan daerah 2026 menurun, belanja modal justru meningkat tajam, sementara pada rancangan 2027 belanja modal kembali turun drastis.

Dalam nota pengantar yang dibacakan Bupati Toba Effendi Sintong P Napitupulu, pendapatan daerah 2026 dalam rancangan perubahan KUA-PPAS diproyeksikan sebesar Rp1,185 triliun, turun sekitar Rp738,55 juta dari APBD induk sebesar Rp1,186 triliun.

Namun, di tengah penurunan pendapatan tersebut, belanja modal justru bergerak berlawanan arah.
Belanja modal yang semula dianggarkan Rp91,44 miliar meningkat menjadi Rp110,44 miliar, atau bertambah sekitar Rp18,99 miliar.

Kontras semakin terlihat ketika dibandingkan dengan rancangan KUA-PPAS APBD 2027. Pendapatan daerah kembali direncanakan turun menjadi Rp1,171 triliun. Sementara belanja modal hanya diproyeksikan sebesar Rp47,09 miliar.
Artinya, dibandingkan belanja modal dalam perubahan APBD 2026 sebesar Rp110,44 miliar, alokasi belanja modal 2027 turun sekitar Rp63,35 miliar atau 57,3 persen.

Dalam kerangka pengelolaan keuangan daerah, KUA dan PPAS bukan sekadar daftar angka. Regulasi mengatur bahwa KUA memuat kebijakan pendapatan, belanja dan pembiayaan sekaligus strategi untuk mencapai target, sedangkan PPAS berkaitan dengan penentuan prioritas pembangunan dan plafon anggaran program/kegiatan.

Kontras lainnya muncul pada pembiayaan. SILPA tahun anggaran sebelumnya dalam perubahan APBD 2026 meningkat dari Rp26,73 miliar menjadi Rp34,36 miliar. Namun untuk rancangan APBD 2027, SILPA yang direncanakan hanya Rp5 miliar.

Perubahan tersebut tentu membutuhkan penjelasan mengenai asumsi yang digunakan pemerintah daerah dalam menyusun proyeksi anggaran.

Di sisi belanja 2026, belanja operasi turun sekitar Rp4,23 miliar, belanja tak terduga turun hampir Rp6,99 miliar dan belanja transfer turun sekitar Rp1,48 miliar. Sebaliknya, belanja modal melonjak Rp18,99 miliar.
Sementara pada 2027, belanja operasi direncanakan mencapai Rp871,66 miliar, sedangkan belanja modal hanya Rp47,09 miliar.

Facebook Comments Box

Penulis : Ramli Hutapea

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Menuju Jamnas XII, Bupati Humbahas Pesankan Kontingen Jaga Nama Baik Daerah
Semarak HUT RI ke-81, Kecamatan Sijamapolang Gelar Beragam Perlombaan
Gerakan Nasional Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih Digelar di Pasar Balige
Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kecamatan Lintongnihuta Gelar Berbagai Kegiatan
Rapat Koordinasi Pemerintahan, Tekankan Percepatan Penanganan Lintas Sektor
Surat Penegasan Wabup Humbahas Ke Sekda Jadi Sorotan, Mengapa Tak Ditembuskan kepada Bupati?
Pemkab Humbahas Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Parlilitan, Wujud Kepedulian terhadap Warga Terdampak
Disporapar Matangkan Persiapan Festival Danau Sentarum 2026
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Pendapatan Toba Menyusut, Belanja Modal 2026 Naik Rp18,99 Miliar, 2027 Justru Anjlok

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Menuju Jamnas XII, Bupati Humbahas Pesankan Kontingen Jaga Nama Baik Daerah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Kecamatan Sijamapolang Gelar Beragam Perlombaan

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Gerakan Nasional Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih Digelar di Pasar Balige

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:14 WIB

Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kecamatan Lintongnihuta Gelar Berbagai Kegiatan

Berita Terbaru

Pemerintahan

Semarak HUT RI ke-81, Kecamatan Sijamapolang Gelar Beragam Perlombaan

Selasa, 11 Agu 2026 - 15:40 WIB