Dinkes Kabupaten Bekasi Membangun Kolaborasi Dengan Berbagai Pihak Untuk Cegah Thalasemia Sejak Dini

- Redaktur

Selasa, 7 Mei 2024 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr Alamsyah ; “Thalasemia adalah penyakit turunan yang tidak bisa diobati, sampai sekarang belum bisa terobati”

Kabupaten Bekasi || Sangkakala7.tv
Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi terus berupaya membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menangani serta melakukan pencegahan sejak dini terhadap penyakit thalasemia di masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah usai menghadiri kegiatan Deklarasi Bebas Thalasemia di Universitas Paramadina Cikarang, Senin 06 Mei 2024.

dr Alamsyah mengatakan, thalasemia adalah penyakit turunan yang tidak bisa diobati, sampai sekarang belum bisa terobati. Penyakit thalasemia sebenarnya bisa dicegah dengan edukasi sosialisasi termasuk screening atau pemeriksaan bagaimana thalasemia ini bisa muncul pada seorang anak.

Kendati demikian, dr Alamsyah menjelaskan, pada beberapa penderita, penyakit Thalasemia ini tanpa gejala. Seperti yang disampaikan dalam penjelasan narasumber seminar tadi bahwa seorang pembawa bibit ini bisa tanpa gejala dan itu akan muncul ketika berpasangan atau menikah dan melahirkan anak yang pada akhirnya menderita thalasemia.

“Bagaimana kita pada saat pranikah termasuk lbapak ibu guru pada saat pranikah. Kita masuk kedalam edukasi kepada remaja-remaja kita, putera dan puteri melakukan screening diseluruh pelayanan kesehatan kita. Di puskesmas sudah ada screening yang kita lakukan, begitupun di rumah sakit,” ucapnya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi setiap tahunnya juga memberikan perhatian yang luar biasa kepada penyandang thalasemia. Baik itu melalui kerjasama dengan PMI maupun Yayasan Thalasemia Indonesia.

“Kami laporkan bahwa setiap tahun anggaran yang diberikan oleh Pemerintah Daerah melalui APBD itu terus meningkat. Awalnya Rp 650 juta ditahun 2021, kemudian ditahun 2022 meningkat menjadi Rp 1 milyar dan ditahun ini menjadi Rp 2 milyar,” terangnya.

dr Alamsyah pun berharap, semoga momentum peringatan Hari Thalasemia Sedunia ini, dapat dipetik manfaatnya agar penyandang thalasemia di Kabupaten Bekasi yang sudah ada, bisa ditangani dengan baik dan insiden yang ada di Kabupaten Bekasi dapat dikurangi.

“Kepada Yayasan Thalasemia Indonesia beserta segenap jajaran, kita terus berkolaborasi agar apa yg sudah dilaksanakan selama ini bisa menjadi lebih baik. Dan penyandang thalasemia di Kabupaten Bekasi walaupun jumlahnya bertambah banyak bisa kita dampingi, bisa kita tangani dengan sebaik baiknya,” tutupnya. (ASP)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Humbahas Lepas Kontingen MTQ ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara
Pemkab Toba Jadi Tuan Rumah Rapat Sinergitas Statistik Sektoral se-Sumatera Utara
Bupati Humbahas Buka Sosialisasi Penguatan Kelembagaan dan Pengelolaan Keuangan Partai Politik
BUPATI HUMBAHAS TERIMA AUDIENSI UPT SAMSAT DOLOKSANGGUL
Ancaman Megathrust Dimaknai Sebagai Pengingat Pentingnya Kesiapan Data Kependudukan
Bupati Tapteng Terima penghargaan dari Kementerian Hukum
Dinkes Tapteng Gelar Sosialisasi dan Pembekalan Administrasi bagi Calon Pegawai BLUD
Atasi Macet dan Banjir, Pemkab Bekasi Minta Bantuan Pemerintah Pusat
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:36 WIB

Bupati Humbahas Lepas Kontingen MTQ ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:37 WIB

Pemkab Toba Jadi Tuan Rumah Rapat Sinergitas Statistik Sektoral se-Sumatera Utara

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:24 WIB

Bupati Humbahas Buka Sosialisasi Penguatan Kelembagaan dan Pengelolaan Keuangan Partai Politik

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:59 WIB

BUPATI HUMBAHAS TERIMA AUDIENSI UPT SAMSAT DOLOKSANGGUL

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:54 WIB

Ancaman Megathrust Dimaknai Sebagai Pengingat Pentingnya Kesiapan Data Kependudukan

Berita Terbaru