Foto: Pj Bupati Tapteng, Sugeng Riyanta, Bupati dan Wabup terpilih, melakukan pengguntingan pita peresmian jembatan Merdeka PO Simargarap,Selasa (11/2/2025). (Sangkakala 7/Dzulfdli Tambunan)
Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Diakhir masa jabatannya, Pj Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sugeng Riyanta, meresmikan jembatan Merdeka, di Desa PO Simargarap, Kecamatan Pasaributobing, Tapteng, Selasa (11/2/2025). Pembangunan jembatan rangka baja berukuran 60 x 7 meter tersebut bersumber dari APBD Tapteng 2024, senilai Rp18,6 miliar.
Saat peresmian, Pj Bupati Sugeng Riyanta mengajak Bupati Tapteng terpilih Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati terpilih Mahmud Efendi. Sugeng mengaku akan mengajak bupati dan wakil bupati untuk meresmikan jembatan penghubung antar kabupaten itu.
“Inilah janji kami, menyambut bang Masinton dan bang Mahmud dengan karpet merah. Bukan karpet merah seperti di Istana Negara, tetapi untuk pengabdian kepada masyarakat,” kata Sugeng.
Sedikit bercanda, Sugeng mengungkapkan jika ia pernah berjanji akan datang kalau sudah hafal sembilan nama-nama desa di Kecamatan Pasaributobing. Guyonan Wakil Kepala Kejati Jateng ini sontak membuat seluruh hadirin tertawa dan memberi aplus.
Sugeng menjelaskan, kenapa jembatan tersebut diberi nama jembatan Merdeka. Menurutnya, kata merdeka penuh dengan makna filosofi.
“Apakah sekarang kita sudah merdeka? Apakah Pasaributobing sudah merdeka? Apakah Tapanuli Tengah sudah merdeka? Tidak perlu dijawab, ukup direnungkan,” ucap Sugeng.
“Poin pentingnya adalah niat untuk memerdekakan Tapteng dari kemiskinan, dari keterisolasian desa ke kota kabupaten yang selama ini dilupakan,” sambungnya.
Ia berharap, keberadaan jembatan tersebut membawa kemerdekaan untuk rakyat di bawah bimbingan bupati dan wakil bupati yang betul-betul bekerja di atas kepentingan rakyat. Bukan bekerja di atas kepentingan golongan, apalagi untuk kepentingan pribadi.
“Saya yakin, bang Masinton dan bang Mahmud sebagai bupati dan wakil bupati, akan mampu membawa perubahan mewujudkan Tapanuli Tengah naik kelas naik dan adil untuk semua,” kata Sugeng.
Pada kesempatan itu, Sugeng juga menyampaikan program Tapteng Membara (membangun rumah rakyat) yang telah dia gagas. Program Tapteng Membara ini lahir dari suasana kepedulian, ketika melihat rumah-rumah penduduk yang memang sangat tidak layak.
Sugeng mengetuk hati berbagai pihak untuk peduli dan gotong royong, termasuk para kepala desa, ASN, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, guru, bahkan teman-teman dari luar daerah. Hasilnya, terkumpul donasi yang totalnya mencapai Rp 3,5 miliar lebih, dan bisa membangun 130 rumah dengan swadaya tanpa APBD.
Ungkap Sugeng, tahun ini, Pemkab Tapteng juga sudah menganggarkan Rp 1 miliar, untuk membangun 127 rumah dan sudah diverifikasi Dinas Perkim. Ditambah bantuan CSR sebesar Rp200 juta dari Sinarmas yang diterima pada Januari 2025, yang bisa digunakan untuk 8 unit rumah. Untuk layanan kesehatan masyarakat, menurut Sugeng, 97,43% rakyat Tapteng telah tercover BPJS Kesehatan.
“Saya merasa bahagia. Apa yang telah saya dedikasikan sedikit membuahkan hasil, tidak ada lagi orang yang kesulitan ketika sakit harus berobat ke mana, karena sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” pungaksnya.
Penulis : Dzulfadli Tambunan
Editor : Priyatna







