BPBD Kabupaten Bogor Prediksi Lonjakan Bencana Terbukti, Banjir Bandang dan Longsor Terjang Bogor Barat

- Redaktur

Rabu, 22 April 2026 - 21:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangkakala 7 || Kabupaten Bogor, Jabar
‎
Prediksi lonjakan bencana alam yang disampaikan oleh BPBD Kabupaten Bogor sejak awal tahun 2026 terbukti. Memasuki periode April hingga Mei, sejumlah wilayah di Bogor Barat dilanda bencana longsor dan banjir bandang.
‎
‎Wilayah yang terdampak meliputi Leuwiliang, Pamijahan, Cigudeg, dan Jasinga. Intensitas hujan yang tinggi selama masa peralihan musim disebut menjadi faktor utama meningkatnya risiko bencana.
‎
‎Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, menjelaskan bahwa periode April hingga Mei merupakan masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke kemarau.
‎
‎“Biasanya di masa pancaroba ini bencana meningkat,” ujarnya, Rabu (22/04/2026).
‎Sebagai langkah respons cepat, BPBD telah menetapkan status tanggap darurat sejak 4 hingga 18 April 2026. Namun, seiring bertambahnya titik bencana, status tersebut diperpanjang dan cakupan wilayah diperluas dari 16 menjadi 34 kecamatan.
‎
‎Pemerintah Kabupaten Bogor juga telah menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp50 miliar untuk penanganan bencana. Dana tersebut masih memungkinkan untuk ditambah jika kondisi bencana semakin meluas.
‎Selain itu, Bupati Bogor menginstruksikan agar 14 jembatan yang runtuh akibat bencana dapat segera diperbaiki sebelum Hari Raya Iduladha.
‎
‎“Kita siaga penuh dan memungkinkan gunakan dana BTT,” tegas Ade.
‎
‎Berdasarkan data BPBD, lebih dari 300 kepala keluarga (KK) terdampak dalam rangkaian bencana tersebut. Kerusakan rumah tercatat sebanyak 8 unit, dengan rincian 7 rumah rusak berat di Cijayanti dan 1 unit di Rumpin.
‎
‎Meski demikian, jumlah warga yang mengungsi relatif sedikit. Pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pangan serta fasilitas sewa rumah selama enam bulan bagi para korban terdampak.
‎
‎Ke depan, opsi relokasi maupun rehabilitasi rumah warga akan ditentukan lebih lanjut oleh dinas terkait, termasuk Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bogor.
‎
‎Dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan longsor dan banjir bandang.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Investor Diharapkan Dukung Pemulihan Air Bersih Lintongnihuta, Warga Diajak Jaga Kondusivitas
Bupati Humbahas Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Generasi Patriotik dan Berempati
Bupati Humbahas Tinjau Pembangunan Air Baku di Paranginan, 80 KK Belum Terlayani
Humbahas Susun Rencana Aksi Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Lokal, Indeks Ketahanan Pangan Turun pada 2025
dr. Henry Romulo Manalu Gantikan dr. Tiar di RSUD Doloksanggul, Apa Alasan Pergantiannya?
Bupati Humbahas Lantik Pejabat Administrator dan Fungsional, Kinerja ASN Akan Dievaluasi
Kejar Piutang Pajak Hampir Rp600 Miliar, Pemkot Bogor Lantik Delapan Juru Sita Pajak Daerah
Pemkab Humbahas Sosialisasikan Anti-Korupsi, Hasil SPI 2025 Jadi Sorotan
Berita ini 19 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:18 WIB

Investor Diharapkan Dukung Pemulihan Air Bersih Lintongnihuta, Warga Diajak Jaga Kondusivitas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:13 WIB

Bupati Humbahas Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Tekankan Generasi Patriotik dan Berempati

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Bupati Humbahas Tinjau Pembangunan Air Baku di Paranginan, 80 KK Belum Terlayani

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Humbahas Susun Rencana Aksi Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Lokal, Indeks Ketahanan Pangan Turun pada 2025

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:42 WIB

dr. Henry Romulo Manalu Gantikan dr. Tiar di RSUD Doloksanggul, Apa Alasan Pergantiannya?

Berita Terbaru