Kabupaten Bekasi, Jabar || Sangkakala 7
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI), BBWS dan kawasan industri, mengirimkan bantuan air bersih untuk warga di 9 desa yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang.
Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, hingga Jumat, 17 Juli 2026, pukul 22.00 WIB, terdapat 39 lokasi kekeringan di 9 desa yang tersebar di 4 (empat) kecamatan, yaitu :
1. Kecamatan Cibarusah,
2. Kecamatan Serang Baru,
3. Kecamatan Bojongmangu dan
4. Kecamatan Pebayuran.
– Di Kecamatan Cibarusah terdapat 10 titik kekeringan, yakni 9 titik di Desa Ridogalih dan 1 titik di Desa Cibarusah Jaya.
– Kecamatan Serang Baru, krisis air bersih juga terjadi di Desa Nagasari (8 titik) dan Desa Sukasari (1 titik).
– Kecamatan Bojongmangu, krisis air bersih terjadi di empat desa, yaitu Desa Sukamukti (1 titik), Desa Sukabungah (1 titik), Desa Medalkrisna (6 titik) dan Desa Karang Indah (9 titik). Selain itu.
– Kecamatan Pebayuran kekeringan juga terjadi di Desa Karangsegar sebanyak 3 titik.
Data dari BPBD menyebutkan, hingga Jumat (17/7/2026) jumlah air bersih yang sudah didistribusikan terhadap 4.929 KK atau sekitar 13.985 jiwa yang terdampak kekeringan sebanyak 904.000 liter.
Bantuan tersebut berasal dari BPBD sebanyak 590.000 liter, PMI 250.000 liter, Deltamas 33.000 liter, PT. Hyundai 3.000 liter dan dari BBWS sebanyak 28.000 liter.
Selain itu bantuan juga kembali disalurkan dari PMI Pusat berupa 20.000 liter air bersih, dua tandon air berkapasitas 5.000 liter, dua tandon air berkapasitas 2.000 liter, 200 jerigen, serta 100 ember untuk warga Desa, Ridogalih Kecamatan Cibarusah, pada Sabtu (18/7/2026).
Penulis : R-001
Editor : Priyatna










