Foto : Penanaman 2.000 bibit mangrove dalam Latma Pacific Partnership 2026, Minggu (16/7/2026). (Sangkakala 7/ist)
Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Mahmud Efendi, menghadiri aksi penanaman 2.000 bibit mangrove di Muara Siput, Labuhan Angin, Kecamatan Tapian Nauli, Minggu (16/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Latihan Bersama (Latma) Pacific Partnership 2026, kolaborasi antara TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan US Pacific Fleet.
Mengusung tema “Strengthening Partnership, Collaboration, Interoperability For Crisis Response” (Penguatan Kerja Sama, Kolaborasi, dan Interoperabilitas untuk Respon Krisis), aksi penanaman ini bertujuan untuk menjaga kelestarian kawasan pesisir pantai serta melindungi ekosistem dan biota laut di dalamnya.
Dalam sambutannya, Wabup Mahmud Efendi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang bernilai strategis tersebut. Menurutnya, mangrove berfungsi sebagai benteng alami yang memegang peranan krusial bagi kawasan pesisir.
“Mangrove sangat penting untuk mencegah abrasi, mengurangi dampak perubahan iklim, menjaga ekosistem laut, serta menjadi habitat berbagai jenis biota yang merupakan sumber kehidupan masyarakat pesisir,” kata Mahmud.
Wakil Bupati menambahkan bahwa Kabupaten Tapanuli Tengah memiliki garis pantai yang panjang sekitar 200 km, serta kekayaan sumber daya laut yang melimpah. Oleh karena itu, menjaga kelestarian kawasan pesisir merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah.
“Melalui penanaman mangrove ini, kita tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan bagi generasi mendatang. Harapan akan lingkungan yang lebih lestari, pesisir yang lebih tangguh, serta kehidupan masyarakat yang semakin sejahtera, terlebih pascabencana yang sempat melanda Tapteng,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan dari US Pacific Fleet, Kapten Robert Reyes, menegaskan bahwa langkah bersama ini memiliki makna yang sangat besar, dan menjadi inti dari esensi pelaksanaan Latma Pacific Partnership.
“Saat kita melaksanakan kegiatan hari ini, sungguh merupakan hal yang kita nantikan demi menciptakan masa depan yang lebih baik, tidak hanya bagi generasi saat ini, tetapi juga bagi generasi mendatang,” ungkap Kapten Robert Reyes.
Senada dengan hal tersebut, Wakapuskes TNI, Laksma TNI Tjahja Nurrobi, menekankan bahwa aksi penanaman pohon ini melampaui sekadar agenda simbolis semata, melainkan simbol nyata dari komitmen internasional dalam menjaga alam.
“Kegiatan ini jauh melampaui sekadar tindakan simbolis. Hal ini mencerminkan komitmen bersama kita untuk melestarikan lingkungan sekaligus melambangkan kuatnya persahabatan dan kerja sama internasional. Dengan menanam satu pohon mangrove, kita menanam harapan, memperkuat kemitraan, dan mewariskan jejak abadi yang bermanfaat bagi masyarakat setempat serta lingkungan,” tutur Tjahja Nurrobi.
Melalui sinergi lintas negara dan instansi ini, diharapkan kawasan pesisir Tapanuli Tengah semakin kokoh dalam menghadapi tantangan perubahan iklim serta bencana alam di masa depan.
Penulis : Dzulfadli Tambunan
Editor : Priyatna







