Foto : Wabup Mahmud Efendi saat menghadiri FGD Marsiadapari Business Forum, Selasa (28/7/2026). (Sangkakala 7/ist)
Sibolga, Sumut || Sangkakala 7
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan konektivitas perhubungan udara, guna menggerakkan roda perekonomian daerah.
Sebagai wujud nyata langkah strategis tersebut, Wakil Bupati Mahmud Efendi, menghadiri Focused Group Discussion (FGD) Marsiadapari Business Forum, yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI), di Graha Aulia BI Sibolga, Selasa (28/7/2026).
Acara yang mengusung tema “Potensi Reaktivasi Penerbangan Sibolga- Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) sebagai Katalis Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Pantai Barat Sumatera Utara”, dibuka langsung Kepala Kantor Perwakilan BI Sibolga, Riza Putra.
Forum tersebut bertujuan untuk melakukan pendalaman asesmen pengembangan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat fungsi advisory kepada para pemangku kepentingan pemerintahan, dalam mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi regional.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Mahmud Efendi menyampaikan komitmen penuh dan dukungan nyata dari Pemkab Tapteng dalam mewujudkan kembali rute penerbangan komersial dari Bandara FL Tobing Pinangsori menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Jakarta.
Menurutnya, sektor transportasi udara memegang peranan yang sangat vital dan menjadi salah satu urat nadi utama dalam menunjang konektivitas wilayah, serta pertumbuhan investasi di Pantai Barat Sumatera Utara.
“Transportasi itu merupakan satu komponen strategis yang bisa memajukan ataupun menghubungkan wilayah kita ini,” sebut Mahmud.
Lebih lanjut, Mahmud mengingatkan kembali pentingnya keberadaan akses udara yang memadai berdasarkan pengalaman empiris di masa lalu, terutama saat wilayah Tapanuli Tengah dan sekitarnya mengalami kondisi darurat bencana.
“Pada saat bencana kita sudah merasakan sendiri, wilayah ini sangat terisolir karena akses jalur darat tertutup oleh longsoran,” kenangnya.
Oleh karena itu, reaktivasi rute penerbangan dinilai bukan hanya sekadar sarana mobilitas bisnis dan pariwisata, tetapi juga menjadi infrastruktur penyelamat yang krusial bagi kelancaran distribusi logistik dan penanggulangan keadaan darurat.
“Saya sampaikan bahwa transportasi ini sangat bermanfaat bagi kita, untuk bisa melanjutkan pengembangan wilayah kita ini ke depan,” tukasnya.
Melalui forum strategis yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Sibolga ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, otoritas perhubungan, maskapai penerbangan, maupun pelaku usaha, dapat menyatukan visi dan merumuskan langkah konkret.
Reaktivasi penerbangan Sibolga-Jakarta diyakini akan menjadi katalisator penting dalam menarik minat investor, mendongkrak sektor pariwisata, serta membuka isolasi geografis demi kesejahteraan masyarakat Tapanuli Tengah dan Pantai Barat Sumatera Utara secara keseluruhan.
Penulis : Dzulfadli Tambunan
Editor : Priyatna







