Bupati H Ashari Tambunan Berharap Proyek Bendungan Lau Simeme Memiliki Nilai Tambah Bagi Masyarakat Sekitar.

- Redaktur

Rabu, 3 November 2021 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DELI SERDANG | Sangkakala.tv –

Pembangunan Bendungan Lau Simeme di Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deliserdang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2022. Saat ini proses pembangunan bendungan tersebut sudah mencapai 60%.

Proyek Strategis Nasional bernilai proyek Rp1,3 triliun tersebut antara lain berfungsi untuk mereduksi banjir di Sumut sebesar 16,17 meter kubik per detik, penyediaan air baku sebesar 3.000 liter per detik. Serta dapat menyediakan listrik sebesar 2,9 mega watt hingga jadi destinasi wisata.

Dengan kedalaman mencapai 170 meter dan bentangan seluas 5 km, bendungan tersebut dapat menampung air sebanyak 17 juta kubik.

Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan juga meminta proyek tersebut memiliki nilai tambah bagi masyarakat sekitar yang secara keseluruhan terdampak pembangunan. Ia meminta masyarakat Deliserdang mendapat suplai listrik dan air lebih banyak.

Selain itu, Bupati juga meminta agar pihak proyek meminimalisir dampak pembangunan yang mengenai masyarakat, ucap H Ashari Tambunan saat temu ramah bersama Tokoh masyarakat di Jambur Sada Arihta, Desa Tanjung Sena, Kecamatan Biru-biru, Deliserdang, Selasa (2/11).

“Tolong berikan nilai tambah, dan ketika proyek ini selesai, masyarakat bisa memperoleh manfaat, biarlah masyarakat kita ini yang pertama mendapat fasilitas wisata dan jatah air dan suplai listrik yang lebih banyak, ” kata H Ashari Tambunan.

Menurut Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi, proyek bendungan ini sudah direncanakan sejak lama. Saat disampaikan kepadanya, target proyek selesai pada 2023, namun dirinya meminta agar proyek tersebut lebih cepat selesai. Hingga akhirnya ditargetkan menjadi pada tahun 2022.

Gubernur meminta agar di minimalisir dampak pembangunan tersebut. Diupayakan tidak ada masyarakat yang dirugikan lantaran proyek tersebut. Misalnya untuk pembebasan lahan masyarakat yang terkena proyek, diganti sesuai dengan nilai yang telah ditentukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik yang independen.

“Segala resiko atau dampak pembangunan kita minimalisir, kita usahakan, ” kata Edy Rahmayadi, terkait pembangunan Bendungan Lau Simeme.

(Harry’S)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, Mengapresiasi Kinerja Tenaga Kesehatan Puskesmas Muaragembong
Upacara Hari Otonomi Daerah XXX 2026 di Balaikota Bogor Berlangsung Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
“Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, Hari Otonomi Daerah ke-XXX Diperingati di Humbahas
Apel Pagi HUT ke-30 Otonomi Daerah : Pemerintah Daerah Diharap Mampu Berinovasi Majukan Daerah Masing-masing
Pemkot Bogor Rencanakan Pembangunan Prasasti untuk Margonda, Wujud Penghormatan Pejuang Kemerdekaan
Rudy Susmanto Bahas Arah Pembangunan Jawa Barat di High Level Meeting Musrenbang 2026
Camat Bogor Selatan Tak Henti Tertibkan PKL, Kembalikan Fungsi Trotoar untuk Pejalan Kaki
Bupati Bogor Ajak Kepala Desa Perkuat Sinergi Pembangunan di Bogor Barat
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 14:15 WIB

Upacara Hari Otonomi Daerah XXX 2026 di Balaikota Bogor Berlangsung Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Senin, 27 April 2026 - 13:50 WIB

“Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, Hari Otonomi Daerah ke-XXX Diperingati di Humbahas

Senin, 27 April 2026 - 12:20 WIB

Apel Pagi HUT ke-30 Otonomi Daerah : Pemerintah Daerah Diharap Mampu Berinovasi Majukan Daerah Masing-masing

Senin, 27 April 2026 - 12:02 WIB

Pemkot Bogor Rencanakan Pembangunan Prasasti untuk Margonda, Wujud Penghormatan Pejuang Kemerdekaan

Senin, 27 April 2026 - 11:59 WIB

Rudy Susmanto Bahas Arah Pembangunan Jawa Barat di High Level Meeting Musrenbang 2026

Berita Terbaru