Sinergitas Tim Pakem Dengan Pemprov. Bali Dan Ormas Hindu Bali, Guna Pengawasan Terhadat Sampradaya Asing Non Hindu Darma Indonesia.

- Redaktur

Jumat, 10 Desember 2021 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badung – BALI | Sangkakala.tv –
Polemik keberadaan Hare Krisnha/ISCKON yang telah memanas selama dua tahun terakhir saat ini terutama di pulau Bali memasuki babak baru setelah Mahasaba XII yang berlangsung di Jakarta tanggal 28-31 Oktober 2021 menghasilkan putusan untuk mengeluarkan ISCKON dari pengayoman PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) dalam hal ini TIM Pakem yang terdiri dari unsur Kejaksaan, TNI, POLRI, Pemprov, Kementrian Agama, Dinas Pendidikan dan kebudayaan, FKUB(Forum Kerukunan Umat Beragama), dan Badan Intelejen yang memiliki fungsi dalam pengawasan aliran kepercayaan di Indonesia memutuskan untuk melakukan sebuah pertemuan yang bertempat di Grand Mirah Boutique Hotel untuk menindak lanjuti dari putusan pencabutan pengayoman terhadap ISCKON.

Selama ini Hare Krisnha/ISCKON oleh masyarakat Hindu khususnya di Provinsi Bali dianggap bagaikan api dalam sekam karena keberadaannya yang mengaku sebagai aliran/sampradaya dari Hindu akan tetapi dalam kenyataannya tata cara persembahyangan yang dilakukan oleh Hare Krisnha tidak mencerminkan hindu dharma sehingga ormas-ormas bernfaskan Hindu menuntut untuk mencabut pengayoman Hare Krisnha oleh PHDI supaya masyarakat umum tidak menganggap Hare Krisnha itu Hindu melainkan aliran kepercayaan yang berbeda dengan Hindu.

Konflik antara kedua belah pihak ini telah berlarut dan makin memanas di khawatirkan akan menganggu situasi keamanan sehingga TIM Pakem sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah dalam pengawasan aliran kepercayaan begitu putusan Mahasaba mengeluarkan Hare Krisnha dari pengayoman melaksanakan pertemuan untuk menentukan langkah selanjutnya terkait polemik ini serta memberikan bukti kepada masyarakat bahwa pemerintah hadir untuk menangani permasalahan ini, pembahasan pertemuan TIM Pakem ini selanjutnya akan diteruskan ke TIM Pakem pusat untuk sebagai pertimbangan langkah yang akan diambil, selanjutnya untuk menyelesaikan konflik Hare Krisnha /ISCKON ini yang telah berlangsung selama dua tahun terakhir. {CVS}

Facebook Comments Box

Berita Terkait

303 Pramuka Deli Serdang Siap Berlaga di Jambore Daerah Sumut 2026
Perkuat Sinergi, Wujudkan Pemerintahan Berintegritas
Jembatan Amblas di Desa Mekar Kencana, Warga Mengaharapkan Pemkab Tebo Segera Melakukan Perbaikan
Sidang Pertanggungjawaban APBD Humbahas Digelar, Ketidakhadiran Wakil Bupati Jadi Sorotan
Bupati Humbahas Terima Pemandangan Umum Fraksi Atas Pertanggungjawaban APBD TA. 2025 dan 3 Ranperda Lainnya
Menuju Tiga Besar Nasional, Deli Serdang Ikuti Tahap Verifikasi PPD 2026
Apel Gabungan ASN, Wabup Tapteng Tekankan Disiplin dan Peningkatan Etos Kerja
Pemkab Deli Serdang Terima 2.088 Mahasiswa KKN Unimed Tahun 2026 di
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:04 WIB

303 Pramuka Deli Serdang Siap Berlaga di Jambore Daerah Sumut 2026

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:57 WIB

Perkuat Sinergi, Wujudkan Pemerintahan Berintegritas

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:53 WIB

Jembatan Amblas di Desa Mekar Kencana, Warga Mengaharapkan Pemkab Tebo Segera Melakukan Perbaikan

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:11 WIB

Sidang Pertanggungjawaban APBD Humbahas Digelar, Ketidakhadiran Wakil Bupati Jadi Sorotan

Selasa, 7 Juli 2026 - 06:37 WIB

Menuju Tiga Besar Nasional, Deli Serdang Ikuti Tahap Verifikasi PPD 2026

Berita Terbaru

Pemerintahan

303 Pramuka Deli Serdang Siap Berlaga di Jambore Daerah Sumut 2026

Selasa, 7 Jul 2026 - 18:04 WIB

Pemerintahan

Perkuat Sinergi, Wujudkan Pemerintahan Berintegritas

Selasa, 7 Jul 2026 - 17:57 WIB