Diduga Pasca Penganiayaan Berujung Kematian, 5 Motor, 2 Pos dan 2 Kantor PT. Agrinas Palma Nusantara Dibakar Massa

- Redaktur

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuhanbatu Utara, Sumut || Sangkakala 7
Diduga penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan empat orang oknum pengawas dan keamanan, mengakibatkan seorang warga meninggal dunia dan memicu kemarahan masyarakat hingga berujung pada aksi pembakaran lima unit sepeda motor, satu pos dan dua unit kantor milik PT. Agrinas Palma Nusantara Regional Sumatera Utara I di Kabupaten Labuhanbatu Utara, di Dusun Kilang Mili, Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Selasa (16/06/2026.

Pemicu reaksi masyarakat yang melampiaskan kemarahannya dengan melakukan pembakaran terhadap fasilitas perusahaan BUMN ini berawal dari informasi yang dihimpun jurnalis setelah beredar kabar mengenai dugaan penganiayaan terhadap seorang warga yang kemudian meninggal dunia.

Menanggapi informasi yang berkembang di tengah masyarakat, Humas PT. Agrinas Palma Nusantara, Hendrik, membantah bahwa petugas pengawas dan keamanan perusahaan melakukan penangkapan terhadap pencurian kelapa sawit, namun karena terjadi keributan kedua yang tertuduh pencuri tersebut dilepaskan, dan peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dilakukan oleh oknum pengawas maupun karyawan PT. Agrinas Palma Nusantara, “Tidak ada, tidak ada terjadi pembunuhan pak, saya tegaskan tidak ada terjadi pembunuhan. Nanti aja tunggu laporan kami secara resmi pak,” ujar Hendrik saat dikonfirmasi awak media di halaman Polsek Kualuh Hulu.

Mertua korban Ramlan Nainggolan saat ditemui awak media menyebutkan bahwa pihak keluarga menduga pelaku penganiayaan merupakan oknum anggota TNI aktif berpangkat Sersan Mayor berinisial BO dan BD, serta dua warga sipil diduga merupakan pekerja di PT. Agrinas Palma Nusantara Regional 1 Sumut, Desa Suka Rame Baru. Penganiayaan ini bermula saat korban DL Hutabarat Selasa (15/06) sekitar jam 16.00 wib, sedang menimbang buah kelapa sawit di Dusun Lubuk Pinang, Desa Sukarame Baru, yang merupakan kawasan hutan suaka alam sitaan Satgas PKH, namun tiba-tiba empat orang diduga pelaku datang dan terjadi keributan yang berujung terjadi penganiayaan pengeroyokan didepan kawan kerja dan istri korban, yang mengakibatkan korban meninggal dunia ditempat.

Sedangkan di halaman Mapolsek Kualuh Hulu Polres Labuhan Batu terparkir satu unit mobil minibus, dengan kondisi ban depan kiri sudah hilang tinggal pelak, dan dibelakang tertancap parang panjang, dengan kondisi spion serta kaca pintu depan pecah, yang diduga digunakan oleh pelaku melarikan diri dari lokasi, dan menyerahkan diri ke Mapolsek Kualuh hulu.

Sementara itu, Kapolsek Kualuh Hulu, AKP Citra Yani, membenarkan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan terduga pelaku terkait kasus tersebut.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan arahan pimpinan, terduga pelaku telah diserahkan dan dibawa ke Polres Labuhanbatu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, “Kami telah mengamankan terduga pelaku. Selanjutnya, sesuai petunjuk pimpinan, yang bersangkutan telah dikirim ke Polres Labuhanbatu untuk penanganan lebih lanjut,” kata AKP Citra Yani kepada awak media.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian, motif, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa yang berujung pada aksi pembakaran tersebut.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum guna menghindari terjadinya tindakan yang dapat memperkeruh situasi keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.

Facebook Comments Box

Penulis : KB-070

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Sungai Meluap, Banjir Rendam Jalan Trans Sulawesi dan Permukiman Warga di Sendana
Kebakaran Melanda Areal Masyarakat Blok 06A Tebo, Berjarak 100 Meter Dari Areal PT TPIL
Sekitar 30 Mahasiswa Demo di Kantor PLN UP3 Bogor, Ban Mobil Dibakar, Manager Diminta Dicopot
Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Instansi Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat Wajib Mengibarkan Bendera Merah Putih
Lorong Cempedak Jadi Sorotan!!! Minimnya Bendera Merah Putih Berkibar Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia
Kemarau Terparah! Bendung Katulampa Bogor Kering Total, Tinggi Muka Air Anjlok hingga 0 Cm
Pernyataan Wakil Bupati Soal Lip Service, Ego Sektoral, dan Saltum Jadi Sorotan Publik
Ditinggal Berkebun, 3 Unit Rumah Dilalap Si Jago Merah di Tapteng
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 17:23 WIB

Sungai Meluap, Banjir Rendam Jalan Trans Sulawesi dan Permukiman Warga di Sendana

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:35 WIB

Kebakaran Melanda Areal Masyarakat Blok 06A Tebo, Berjarak 100 Meter Dari Areal PT TPIL

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:54 WIB

Sekitar 30 Mahasiswa Demo di Kantor PLN UP3 Bogor, Ban Mobil Dibakar, Manager Diminta Dicopot

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Instansi Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat Wajib Mengibarkan Bendera Merah Putih

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:31 WIB

Lorong Cempedak Jadi Sorotan!!! Minimnya Bendera Merah Putih Berkibar Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

Berita Terbaru

Pemerintahan

Paskibraka Kota Bekasi Sukses Kibarkan Bendera Merah Putih

Selasa, 18 Agu 2026 - 23:19 WIB

Pemerintahan

Bangkit dari Dampak Bencana, 31 UMKM Humbahas Terima Peralatan Usaha

Selasa, 18 Agu 2026 - 21:28 WIB

Pemerintahan

Bupati Humbahas Tinjau Jembatan Perintis Garuda Tambok Naimbaru

Selasa, 18 Agu 2026 - 21:17 WIB