Labuhanbatu Utara, Sumut || Sangkakala 7
Diduga penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan empat orang oknum pengawas dan keamanan, mengakibatkan seorang warga meninggal dunia dan memicu kemarahan masyarakat hingga berujung pada aksi pembakaran lima unit sepeda motor, satu pos dan dua unit kantor milik PT. Agrinas Palma Nusantara Regional Sumatera Utara I di Kabupaten Labuhanbatu Utara, di Dusun Kilang Mili, Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Selasa (16/06/2026.
Pemicu reaksi masyarakat yang melampiaskan kemarahannya dengan melakukan pembakaran terhadap fasilitas perusahaan BUMN ini berawal dari informasi yang dihimpun jurnalis setelah beredar kabar mengenai dugaan penganiayaan terhadap seorang warga yang kemudian meninggal dunia.
Menanggapi informasi yang berkembang di tengah masyarakat, Humas PT. Agrinas Palma Nusantara, Hendrik, membantah bahwa petugas pengawas dan keamanan perusahaan melakukan penangkapan terhadap pencurian kelapa sawit, namun karena terjadi keributan kedua yang tertuduh pencuri tersebut dilepaskan, dan peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dilakukan oleh oknum pengawas maupun karyawan PT. Agrinas Palma Nusantara, “Tidak ada, tidak ada terjadi pembunuhan pak, saya tegaskan tidak ada terjadi pembunuhan. Nanti aja tunggu laporan kami secara resmi pak,” ujar Hendrik saat dikonfirmasi awak media di halaman Polsek Kualuh Hulu.

Mertua korban Ramlan Nainggolan saat ditemui awak media menyebutkan bahwa pihak keluarga menduga pelaku penganiayaan merupakan oknum anggota TNI aktif berpangkat Sersan Mayor berinisial BO dan BD, serta dua warga sipil diduga merupakan pekerja di PT. Agrinas Palma Nusantara Regional 1 Sumut, Desa Suka Rame Baru. Penganiayaan ini bermula saat korban DL Hutabarat Selasa (15/06) sekitar jam 16.00 wib, sedang menimbang buah kelapa sawit di Dusun Lubuk Pinang, Desa Sukarame Baru, yang merupakan kawasan hutan suaka alam sitaan Satgas PKH, namun tiba-tiba empat orang diduga pelaku datang dan terjadi keributan yang berujung terjadi penganiayaan pengeroyokan didepan kawan kerja dan istri korban, yang mengakibatkan korban meninggal dunia ditempat.
Sedangkan di halaman Mapolsek Kualuh Hulu Polres Labuhan Batu terparkir satu unit mobil minibus, dengan kondisi ban depan kiri sudah hilang tinggal pelak, dan dibelakang tertancap parang panjang, dengan kondisi spion serta kaca pintu depan pecah, yang diduga digunakan oleh pelaku melarikan diri dari lokasi, dan menyerahkan diri ke Mapolsek Kualuh hulu.
Sementara itu, Kapolsek Kualuh Hulu, AKP Citra Yani, membenarkan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan terduga pelaku terkait kasus tersebut.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan arahan pimpinan, terduga pelaku telah diserahkan dan dibawa ke Polres Labuhanbatu untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, “Kami telah mengamankan terduga pelaku. Selanjutnya, sesuai petunjuk pimpinan, yang bersangkutan telah dikirim ke Polres Labuhanbatu untuk penanganan lebih lanjut,” kata AKP Citra Yani kepada awak media.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian, motif, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa yang berujung pada aksi pembakaran tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum guna menghindari terjadinya tindakan yang dapat memperkeruh situasi keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.
Penulis : KB-070
Editor : Priyatna








