Home / Polri / TNI

*Masalah Terorisme di Poso, Perlunya Kerjasama Semua Pihak*

- Redaktur

Jumat, 24 Desember 2021 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poso-SULTENG | Sangkakala.tv –
Meneguhkan soliditas untuk memberantas terorisme, Polres Poso menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Aula Andi Sappa Polres Poso, Sulawesi Tengah, Kamis (23/12/2021)

FGD di Polres Poso turut dihadiri tim kontra radikal Program Prioritas Kapolri dari Divhumas Polri dipimpin Kombes Pol. Slamet Widodo, SIK yang juga Kabag Prodduk Biro PID Divhumas Polri.

Sikap atau faham radikalisme dan terorisme hendaknya tidak dikaitkan pada suatu agama tertentu, Jelas Kombes Pol. Slamet Widodo membacakan Sambutan Kadivhumas Polri,

Pemberantasan radikalisme, terorisme dan komunisme adalah masalah yang kompleks. Hal ini bukan tugas aparat keamanan saja, tetapi tugas kita semua, ” ungkapnya.

Kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat bukan saja mempersulit pemberantasan, tetapi juga akan memberikan ruang hidup bagi para teroris, permasalahan itu yang perlu kita kupas melalui FGD hari ini, harap mantan Kapolsek Tentena Polres Poso ini.

Sementara itu narasumber yang dihadirkan tim divhumas Polri Mohammad Nur Ahsan, S.Th.i, M.S.I mengatakan, Orang Poso adalah masyarakat yang sangat memahami arti penting hidup rukun dan damai.

Ini tampak dalam semboyan Sintuwu Maroso (kuat dalam persatuan). Meski pernah terjadi konflik dengan beberapa kasus terorisme, Poso kini bangkit dan berkembang cukup pesat, ungkap dosen UIN Datokarama.

Kondisi tersebut perlu dipertahankan dan ditingkatkan dengan menghilangkan kecurigan antar sesama, termasuk kepada pemerintah, tegas Mohammad Nur Ahsan.

Tidak jarang, kecurigaan terhadap sesama dijadikan pintu masuk oleh oknum tertentu dalam menyebarkan radikalisme dan terorisme, ungkap Mohammad Nur Ahsan yang saat ini sementara meraih gelar Doktor di UGM Yogyakarta ini.

Prasangka buruk adalah hal yang dilarang oleh ajaran agama. Dari perspektif Islam, suuzhan hanya melahirkan dampak negatif bagi pribadi maupun masyarakat.

Oleh karena itu dia berharap adanya kolaborasi atau sinergitas antara pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lapisan masyarakat untuk bersama mencegah faham radikalisme, terorisme dan intoleransi di Bumi Sintuwu Maroso ini, pungkasnya.

(Hard)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Humbahas Beri Penghormatan Terbaik bagi Personel yang Purna Tugas
Sinergi TNI dan Pemkab Humbahas, Fasilitas Air Bersih di Marshaling Area TP 955/HS Kini Dapat Dimanfaatkan Masyarakat
Kolaborasi Pemkab dan TNI Hijaukan Kawasan Bendungan Lau Simeme
Jaga Kebugaran dan Perkuat Soliditas, Polres Humbahas Gelar Senam Bersama Sambut HUT Bhayangkara ke-80
Menyambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Donggala Mengadakan Giat Car Free Day
Kompak Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Humbahas dan Polres Toba Ziarah ke TMP Bahagia Balige
Polres Humbahas Gelar Bakti Kesehatan Serentak Sambut HUT Bhayangkara ke-80
Lewat Patroli Presisi, Polres Humbahas Perkuat Kehadiran di Tengah Warga
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:43 WIB

Polres Humbahas Beri Penghormatan Terbaik bagi Personel yang Purna Tugas

Senin, 29 Juni 2026 - 23:53 WIB

Sinergi TNI dan Pemkab Humbahas, Fasilitas Air Bersih di Marshaling Area TP 955/HS Kini Dapat Dimanfaatkan Masyarakat

Senin, 29 Juni 2026 - 23:50 WIB

Kolaborasi Pemkab dan TNI Hijaukan Kawasan Bendungan Lau Simeme

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:25 WIB

Jaga Kebugaran dan Perkuat Soliditas, Polres Humbahas Gelar Senam Bersama Sambut HUT Bhayangkara ke-80

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:44 WIB

Menyambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Donggala Mengadakan Giat Car Free Day

Berita Terbaru

Pemerintahan

303 Pramuka Deli Serdang Siap Berlaga di Jambore Daerah Sumut 2026

Selasa, 7 Jul 2026 - 18:04 WIB

Pemerintahan

Perkuat Sinergi, Wujudkan Pemerintahan Berintegritas

Selasa, 7 Jul 2026 - 17:57 WIB