Humbahas || Sangkakala7.tv –
Bupati Dosmar Banjarnahor sangat serius ingin menciptakan sistem prrtanian yang dapat mensejahterakan petani di Kec Pollung. Kamis 24/02/2022.
Di hadapan kelompok tani dan pemilik lahan seluas 17 ha, Kepala BWS Sumatera Utara II, Manager Lapangan Food Estate Sumatera Utara, PPL WKPP Desa Hutajulu, CV. Javamas Agrophos, PT. Agricon Indonesia, PT. Daya Santosa Rekayasa, PT. Eden Pangan Indonesia, PT. Indofood melaksanakan penandatanganan program pertanian yang berteknologi.
Program teknologi pertanian akan di kembangkan tanaman umbi jenis kentang dilokasi 17 Ha di Desa Hutajulu Kecamatan Pollung.
Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor di dampingi Kadis Pertanian Ir. Junter Marbun, MM, Camat Pollung menyaksikan langsung penandatangan perjanjian kerjasama Program Umbi Berteknologi Pengembangan Food Estate antara Offtaker dengan Kelompok Tani di Desa Hutajulu Kecamatan Pollung.
Bupati Dosmar Banjarnahor pada kata sambutannya mengatakan, bahwa dengan keberhasilan pertanian itu sama halnya dengan manusia.
”Kalau petani sejahtera, itulah keuntungan bagi Pemerintah, “ujar Dosmar.
Dosmar juga berharap agar petani dan pemilik lahan yang dilibatkan dalam program tersebut benar-benar serius.
“Kedepan petani yang sudah mahir, sudah tahu siapa penampung hasil pertanian, khusus petani tolonglah kalian serius mengikuti metode dari para offtaker”, ujar Dosmar.

Bupati juga menyampaikan bahwa tanah yang diperjanjikan ini adalah milik petani dan para offtaker.
” Dengan adanya kerjasama ini semoga bisa mensejahterakan para petani, sekali lagi saya sampaikan ini adalah tanah milik bapak/ibu, investor hanya menginginkan hasil yang unggul.
“Kami berharap ini nantinya menjadi percontohan yang nantinya bisa kita kembangkan di kecamatan lain dalam kerjasama yang sama”, ucap Dosmar.
Untuk keberhasilan panen diharapkan semua pihak harus bersinergi yaitu petani, kelompok tani, offtaker dan pemerintah .
Dengan kerjasama ini maka hasil pertanian akan ditampung, jadi tidak perlu khawatir lagi setelah panen nanti kemana hasil pertanian kita di jual, kepastian harga tidak terjamin, tetapi dengan kerjasama ini maka hasil pertanian para petani sudah terjamin, Ujarnya.
Lanjut Bupati, memang saya mengetahui bahwa Bapak/Ibu petani secara umum adalah petani seperti kemenyan, cabe dan lainnya tetapi fokuslah khususnya untuk yang 17 ha ini. Ikutilah aturan yang disampaikan offtaker karena kita dibantu mulai dari bibit, pupuk pengolahan dengan teknologi, tambahnya.
Bupati Dosmar Banjarnahor berharap para petani memanfaatkaan momen untuk kesejahteraan petani.
” Mari kita manfaatkan momen ini dengan satu tujuan adalah untuk mensejahterakan masyarakat ” , ucapnya. (Charles)








