KAB. SELAYAR || Sangkakala7.tv –
74 hari pasca bencana gempa warga nelayan pesisir Kecamatan Pasilambena, cenderung masih fakum dan relatif belum bisa hidup normal seperti sediakala.
Dampak bencana gempa magnitudo 7,5 SR yang terjadi 14 Desember 2021 di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, khususnya Kecamatan Pasilambena, stabilitas kehidupan warga dan perekonomian di titik lokasi gempa belum sepenuhnya berjalan normal.
Warga nelayan lebih memilih tidak turun melaut dan mendaratkan perahu demi untuk menghindari resiko hantaman badai gelombang laut dan angin kencang selama cuaca extrem yang sudah berlangsung selama kurang lebih empat bulan terakhir, terhitung dari awal medio bulan November 2021 hingga bulan Februari 2022.
Sebahagian perahu nelayan bahkan masih dalam posisi tengkurap di area pesisir pantai.
Beberapa diantaranya, bahkan masih digantung pemiliknya di bawah kolong rumah bersama jaring ikan, dan perlengkapan melaut lainnya.
Menyikapi dan menindak lanjuti kondisi tersebut, Tim Relawan Tanggap Bencana (RTB) merekomendasikan dan memohonkan tambahan suplay bantuan logistik ; Tenda, Obat-obatan, dan Paket Makanan Instan untuk mendukung ketersediaan kebutuhan sandang dan pangan masyarakat.
Serta sangat berharap kebijakan dan bantuan tenda Komando dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat untuk mendukung rencana pembangunan empat sekolah darurat basis tenda di titik lokasi gempa.
Adapun sekolah yang dimaksud yaitu ;
1. SDI Garaupa Raya,
2. SDI Barumbung,
3. SDI Kawau, dan
4. SMPN 13 Garaupa Raya.
Koordinator Tim Relawan Tanggap Bencana (RTB) Kabupaten Selayar ;
Andi Fadly Daeng Biritta.
(Pry)








