Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Allahnya. –1 Samuel 30:6
Sangkakala,TV| Jakarta
Di sebuah toko ponsel, pendeta muda itu menabahkan dirinya untuk menerima kabar buruk. Ponsel pintar miliknya tidak sengaja jatuh saat kelas pendalaman Alkitab, dan ia khawatir ponsel itu akan rusak total,ternyata tidak.
Pegawai toko berhasil menyelamatkan semua data dalam ponsel itu, termasuk video dan foto-foto yang dibutuhkannya untuk pelayanan. Ia juga memperoleh kembali “semua foto yang pernah ‘ku hapus,” katanya.
Toko itu bahkan “mengganti ponselku yang rusak dengan ponsel baru.” Katanya, “Aku mendapatkan kembali semua yang pernah hilang, bahkan lebih dari itu semua.”
Daud pernah memimpin suatu misi penyelamatan setelah kaumnya diserang oleh orang Amalek. Sesudah ditolak oleh para panglima orang Filistin, Daud dan pasukannya pulang dan mendapati orang Amalek telah menyerbu dan membakar habis kota mereka, Ziklag.
Musuh juga menawan “perempuan-perempuan dan semua orang yang ada di sana,” termasuk semua istri dan anak-anak mereka (1Sam. 30:2-3). “Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis” (ay.4). Para tentara itu begitu marah terhadap Daud hingga mereka merencanakan untuk “melempari dia dengan batu” (ay.6).
“Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, Allahnya” (ay.6). Sesuai dengan janji Allah, Daud mengejar orang Amalek dan “melepaskan semua apa yang dirampas oleh orang Amalek itu . . . Tidak ada yang hilang pada mereka, dari hal yang kecil sampai hal yang besar, sampai anak laki-laki dan anak perempuan, dan dari jarahan sampai segala sesuatu yang telah dirampas mereka; semuanya itu dibawa Daud kembali” (ay.18-19).
Ketika menghadapi serangan rohani yang membuat kita kehilangan harapan, kiranya kepercayaan kita kepada Tuhan kembali dikuatkan. Dia akan menyertai kita dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan. (Patricia Raybon)
Serangan rohani atau kehilangan apa yang sedang Anda alami? Saat berpaling dari keputusasaan kepada harapan di dalam Allah, kekuatan baru apa yang Anda rasakan di dalam Dia?
“Ya Tuhan, tolonglah aku kembali berharap kepada-Mu ketika aku harus menghadapi berbagai tantangan kehidupan.”
Tuhan akan menyertai kita dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan.
Latar belakang ayat Alkitab :
Ketika Daud dimampukan Allah untuk menyelamatkan orang-orang terkasihnya yang diculik (1 Samuel 30:1-20), keberhasilannya dibandingkan dengan kegagalan Saul dalam menolong keluarganya. Saul meminta pertolongan Allah ketika ia kalah jumlah dari tentara Filistin, tetapi ia tidak menerima jawaban (28:4-6).
Dalam keputusasaannya, ia berpaling kepada seorang pemanggil arwah untuk memanggil penasihatnya yang setia, Samuel, kembali dari kematian (ay.7-9). Samuel memang muncul, tetapi ia mengatakan hal yang tidak ingin didengar oleh Saul.
Keesokan harinya tentara Israel akan dikalahkan dan Saul, bersama dengan anak-anaknya, akan mati (ay.16-20). Saul dan Daud sama-sama menunjukkan kebutuhan kita akan seorang Raja lain, yang dengan menghancurkan belenggu dosa dan kematian, akan datang menolong setiap orang, tak terkecuali musuh-musuh-Nya. –Mart DeHaan_
*1 Samuel 30:1-6*
*Ziklag terbakar — Pembalasan Daud kepada orang Amalek*
30:1 Ketika Daud serta orang-orangnya sampai ke Ziklag pada hari yang ketiga, orang Amalek telah menyerbu Tanah Negeb dan Ziklag; Ziklag telah dikalahkan oleh mereka dan dibakar habis.
30:2 Perempuan-perempuan dan semua orang yang ada di sana, tua dan muda, telah ditawan mereka, dengan tidak membunuh seorangpun; mereka menggiring sekaliannya, kemudian meneruskan perjalanannya.
30:3 Ketika Daud dan orang-orangnya sampai ke kota itu, tampaklah kota itu terbakar habis, dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan.
30:4 Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis.
30:5 Juga kedua isteri Daud ditawan, yakni A







