Kota Bogor, Jabar || Sangkakala 7
Festival Muharram di Kota Bogor diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat identitas kota sebagai destinasi pariwisata berbasis syar’i yang mengedepankan nilai sejarah, budaya, dan edukasi. Melalui kegiatan ini, masyarakat, khususnya generasi muda (Gen Z), diajak mengenal jejak peradaban Islam yang selama ini belum banyak diketahui publik. Minggu, 21/06/2026.
Salah satu warisan sejarah yang menjadi perhatian adalah keberadaan Masjid Tua Mustafa Jatikaum di Kota Bogor. Masjid bersejarah tersebut menyimpan keunikan berupa lafaz-lafaz Al-Qur’an yang ditulis di atas daun, peninggalan yang memiliki nilai sejarah dan keagamaan tinggi, namun hingga kini masih belum banyak dikenal oleh masyarakat Bogor.
Festival Muharram dinilai dapat menjadi media edukasi sekaligus promosi wisata religi yang menggabungkan nilai spiritual, sejarah, dan budaya lokal. Konsep pariwisata berbasis syar’i tidak hanya menawarkan destinasi ibadah, tetapi juga memperkuat pengelolaan destinasi, kepedulian sosial, pelestarian kearifan lokal, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata ramah Muslim. Pengembangan wisata ramah Muslim juga dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan daya saing daerah.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menambah wawasan Gen Z mengenai sejarah Islam di Kota Bogor sehingga muncul rasa memiliki dan kepedulian terhadap warisan budaya yang ada.
Di sisi lain, penguatan sektor pariwisata menjadi penting mengingat adanya indikasi penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Bogor dibandingkan tahun 2025. Karena itu, diperlukan inovasi melalui penyelenggaraan event budaya dan religi yang mampu menarik wisatawan sekaligus memperkuat citra Kota Bogor sebagai destinasi wisata yang edukatif, religius, dan berkelanjutan. Pemerintah Kota Bogor sendiri terus mendorong penyelenggaraan berbagai agenda budaya sebagai bagian dari pengembangan sektor pariwisata daerah.
Festival Muharram diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pariwisata syar’i di Kota Bogor, sehingga tidak hanya melestarikan sejarah Islam, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat, penguatan nilai sosial, serta pelestarian kearifan lokal di Kota Hujan.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna







