Penelusurann wartawan tentang sejarah Makam Panglima Raja SiSingamangaraja XII, bermanfaat bagi generasi mendatang.
SANGKAKALA.TV| HUMBAHAS
Makam Panglima Raja SiSingamangaraja XII, terletak di Kab Humbahas Kecamatan Tarabintang.
Kabupaten Humbahas luas wilayah sekitar 2.325,33 Km2 , terdiri dari ;
10 Kecamatan
153 Desa
1 Kelurahan.
Dengan jumlah penduduk 195.111 jiwa.
Kecamatan Tarabintang adalah letak makam 37 Panglima Raja SiSingamangaraja XII, Tarabintang berbatasan dengan Kecamatan Parilitan,Pakkat,dan Pakpak Barat.
Kecamatan Tarabintang terdiri dari 9 Desa dan telah memisahkan diri dari Kecamatan Parlilitan tahun 2004, memiliki alam yang sejuk dan cerita sejarah. Daerah ini terkenal dengan penghasil tanaman petani,durian dan jengkol.
Sejarah Panglima Raja Sisingamangaraja XII, kemungkinan besar beberapa keluarganya tidak mengetahui dengan jelas di mana keluarga mereka yang dulunya ikut mendukung Raja Sisingamangaraja XII pada saat melawan penjajahan Belanda di tanah Tapanuli.
Di Kecamatan Tarabintang terungkap kembali salah satu sejarah makam 37 Panglima SiSingamangaraja XII yang tewas di bunuh lalu di kubur masyarakat.
Saat menunggu perintah Raja Sisingamangaraja XII,37Panglima yang setia duduk dan sambil menghidupkan api unggul, tiba-tiba pasukan Belanda datang dan bertemu lalu menembaki 37 Panglima Raja Sisingamangaraja XII hingga tewas ditempat.
37 Panglima Raja Sisingamangaraja yang terbunuh
di kubur secara massal .
Menurut masyarakat seputar Makam Panglima mengatakan mereka tewas di bunuh pada saat istirahat dan hendak menunggu perintah Raja Sisingamangaraja XII pada saat turun hujan.
Inilah nama 37 Panglima Raja Sisingamangaraja XII yang tewas di bunuh pasukan Belanda ;
1. Manase Simorangkir, Komandan Perang yang berasal dari Tarutung.
2. Pangulima Jonggak yang berasal dari Aceh.
3. Rior Purba yang berasal dari
Bakara.
4. Jommel yang mungkin berasal
dari Pakpak.
5. Lengkap yang berasal dari
Pakpak.
6. Ranggit Tinambunan yang
berasal dari Kasturi,Parlilitan.
7. Teuku Imun yang berasal dari
Aceh.
8. Teuku Brahim yang berasal
dari Aceh.
9. Ronggur Berutu yang berasal
dari Pakpak.
10. Rakit Sikedang yang berasal
dari Gayor,Aceh.
11. Renteng Manik,yang berasal
dari Pakpak.
12. Sumpat Capah yang berasal
dari Pakpak.
13. Haposan yang diduga berasal
dari Pusuk,Parlilitan.
14. Ikut Maha yang berasal dari
Simbara,Parlilitan.
15. Tuan Nabolas yang berasal
dari Pusuk , Parlilitan
16. Jugul Mungkur yang berasal
dari Laemaga,Tarabintang.
17. Pa Gotik Mungkur yang
berasal dari Rambung,
Tarabintang.
18. Jongkeh Mungkur yang
berasal dari Anggota
,Tarabintang
19. Cuba Sihotang yang berasal
dari Huta Imbau ,
Tarabintang.
20. Dukut Sihotang yang berasal
dari Huta Imbau,Tarabintang.21. Kutur Nahampun yang
berasal dari Laemaga,
Tarabintang.
22. Tiba yang berasal dari Toba
23. Opung Sonia Situmorang
yang berasal dari
Sihorbo,Pakkat.
24. Balno yang di duga berasal
dari Pakpak.
25. Tinggal Tumanggor yang
berasal dari Anggocti,
Tarabintang.
26. Mangantar Sitohang yang
berasal dari Laemaga,
Tarabintang.
27. Jangil Mungkur yang berasal
dari Anggocti, Tarabintang.
Sepuluh orang lagi yang di kubur di makam tidak di ketahui nama namanya. Ada beberapa dari Mereka yang tewas karena melompati jurang Aek Rambe.
Sumber keterangan sejarah didapot dari keturunan Alm.Londer Situmorang yang lahir dari Huta Imbau,cucu dari putri pak Jarot Sihotang.
Yang paling di sesalkan masyarakat pada saat pemugaran Makam Panglima Raja Sisingamangaraja XII tidak di lampirkan nama nama Panglima yang tewas terbunuh.
Dan makam yang di pugar tidak sesuai dengan aslinya di mana Panglima yang tewas di kubur di lokasi lahan yang sudah di bebaskan masyarakat.
Pada sat ini lokasi makam yang usai di pugar pada 27 juni 1981 pada masa kabupaten Tapanuli Utara kini bagai bangunan tidak mengandung sejarah.
Semoga dengan kembali di jelaskan untuk di ketahui masyarakat dan Pemerintah agar nantinya sejarah perjuangan Raja Sisingamangaraja XII tidak terlupakan bagi generasi mendatang yang berada di Desa Tarabintang.
Tanggapan Camat Binsar Marbun,S.Pd.MM ,” makin cepat makin bagus. Sudah lama kita menunggu bagaimana cara pengembangan makam 37 Panglima” . (Charles)








