KAB. BEKASI || Sangkakala7.tv –
Tingginya angka kenalan remaja serta tawuran pelajar di Kabupaten Bekasi, masih menjadi Polemik khususnya di masyarakat Kabupaten Bekasi.
Menyikapi hal itu, Babinsa Koramil 01 Tambun Sertu Ahmad Budiawan berikan materi wawasan kebangsaan di SMK Global Teknologi Jalan Raya Pisangan RT.05 RW.04,
Kecamatan Tambun Utara
Kabupaten Bekasi, Selasa 23/8/2022.
Pemberian materi wawasan kebangsaan kepada siswa-siswi tersebut di hadiri langsung oleh Kepsek SMK Global Teknologi Roy S.Pd, Wakapsek Bidang Kesiswaan Ibu H.Euis S.Pd,
Babinsa Desa Sriamur Sertu Ahmad Budiawan, Bimaspol Desa Sriamur Aiptu Rusyandi.
Roy sebagai Kepsek SMK Global Teknologi ketika membuka kegiatan tersebut menyampaikan materi tentang Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa di Era Pembangunan, Refleksi Pancasila Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara.” ujarnya Roy.
Ahmad Budiawan menyebut dalam memberikan gambaran, penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kepada siswa adalah Perbuatan atau tindakan keseharian dalam merevitasliasi nilai-nilai Pancasila, bisa diwujudkan dalam kegotong-royongan, kekeluargaan, musyawarah, mufakat dan tindakan yang mulia dan terpuji lainya,” ucapnya.
“Kegitan ini cukup bagus, agar anak bijak juga dalam menggunakan media sosial menekan agar tidak tawuran dan saya Berharap kedepan juga melakukan kegiatan serupa dengan peserta dari sekolah lainnya yang turut hadir untuk mengenal wawasan kebangsaan di kampung Pancasila ini,”kata Ahmad Budiawan.
Di tempat terpisah Danramil 01 Tambun Mayor Chb Daya Bakir saat di konfirmasi oleh awak media mengatakan, Pancasila itu adalah roh dan jiwanya masyarakat dan bangsa Indonesia, pengambilan kata Kampung Pancasila, karena kampung ini lebih sederhana dan lebih dekat dengan masyarakat, maka jiwa Pancasila itu harus dibangun, sebab Indonesia itu beragam dan berbeda, namun disatukan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Danramil.
Selanjutnya dijelaskan bahwa di lambang Pancasila ada kalimat Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu, maka Pancasila ini wajib dipahami dengan akal kita, kemudian jiwai, dan ini merupakan aspek pertahanan bangsa Indonesia, sehingga harus dijaga dan dilestarikan,” pungkasnya.
(KP-071)








