Palu – Sulteng || Sangkakala7.tv
Di Hari ke 4 Pasca Amblasnya Jembatan Buluri Palu, ratusan kendaraan besar, kecil dan kendaraan roda dua melewati jalur alternatif, yakni melalui sungai yang luas.
Para pengendara dan masyarakat tetap waspada di kewatirkan bila terjadi yang tidak di inginkan seperti banjir, demikian dikatakan Babinsa Buluri Kecamatan Ulujadi Palu, Sertu Herman kepada wartawan di lokasi Jembatan Buluri, Senin 10 April 2023.
Babinsa Sertu Herman mengungkapkan, awal terjadi amblasnya jembatan buluri yang di bangun tahun 1972 cukup tua ini, terjadi Jum’at sore Pukul15 .30 dan tidak ada korban jiwa.

Ribuan kendaraan parkir sepanjang jalan dari arah Donggala menuju Palu, guna membuka jalan alternatif oleh PU Provinsi Sulawesi Tengah di dampingi Lantas Polres Palu, TNI dan Dinhub guna pengaturan dan pengamanan kendaraan untuk lewat sungai, “tutur Sertu Herman. Lanjut Babinsa Sertu Herman, ya kami berharap kepada pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah jembatan ini cepat selesai sebelum Idul Fitri, agar para pemudik lancar dalam perjalanan nya, “harap Babinsa Buluri di sela-sela mengatur kendaraan untuk lewat di jalan sungai.
Babinsa Buluri Sertu Herman menjelaskan, mengenai beberapa masyarakat meminta sumbangan kepada kendaraan yang lewat di jalan sungai itu, keikhlasan para berkendara mobil, kegunaannya untuk perbaikan jalan dan sebagainya, intinya keikhlasan saja, “jelas Sertu Herman.
Hal yang sama juga di katakan Aiptu Zainal dari Polresta Palu di dampingi personil anggota polri dari Polresta Palu menuturkan, tadi baru saja Bapak Kapolresta Palu Kombes Pol Barliansyah dan rombongan di dampingi Kapolsek Palu Barat AKP Rustang, SH., MH. meninjau langsung keberadaan lokasi Pasca amblasnya jembatan Buluri Palu dan tinjau langsung kendaraan yang lalulalang melewati sungai pastinya aman, “kata Aiptu Zainal di pos jembatan yang sementara di perbaiki.

Kita berdoa semua berjalan baik dan aman, kami tetap berjaga dan memantau aktivitas masyarakat serta kendaraan penyembrangan melalui jalan artelnatif guna untuk memberikan rasa aman, nyaman para berkendara roda dua dan kendaraan roda 4 maupun mobil truk, bis dan masyarakat setempat yang turut membantu, “terang AIPTU Zainal.
Di tempat lokasi, tampak puluhan Bocil rata-rata kelas 6 SD dan SMP sedang mendorong sepedah motor yang lewat sungai, salah seorang Bocil Alif kelas 5 Sekolah Dasar mengatakan, saya dan teman-teman senang bisa membantu para kendaraan motor yang ingin lewat sungai kecil dan berbatu kecil untuk mendorong ke tepi, kadang di beri dua ribu sekali dorong, begitu juga teman bocil lainya Pira, Riski dan lain. Ini sudah dua hari bekerja dorong motor dan hasil nya untuk beli baju lebaran kata Alif.
(Fitri)








