Menyongsong Generasi Emas 2045, Pembangunan Kesehatan Menjadi Pondasi Utama Program Keluarga Berencana

- Redaktur

Minggu, 6 September 2026 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Adikarya Parlemen:
H.Irpan Haeroni.SM Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat.

Kabupaten Bekasi, Jabar || Sangkakala 7
Di era digital dan globalisasi, tantangan KB tidak hanya terkait dengan akses layanan, tetapi juga perubahan gaya hidup, pernikahan usia muda, dan kurangnya kesadaran generasi muda tentang kesehatan reproduksi.

Keluarga Berencana (KB) merupakan program pemerintah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk serta membentuk keluarga yang sehat, bahagia, sejahtera, dan berkualitas.

H. Irpan Haeroni. SM Komisi V DPRD Jabar dari Dapil IX Kabupaten Bekasi mengatakan, Kehamilan itu bisa direncanakan dan bahkan dicegah, salah satu caranya adalah dengan menggunakan metode kontrasepsi, atau yang lebih dikenal sebagai Program Keluarga Berencana (KB). Program ini akan mengatur jarak kelahiran dan merencanakan masa depan keluarga dengan lebih baik.

“Program Keluarga Berencana (KB) untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi jumlah anak atau memberikan jarak kelahiran dengan menggunakan alat kontrasepsi, ” kata Irpan pada Minggu, 06/09/2026 di Rumah kediamannya.

“Dengan generasi yang sehat, cerdas, berkualitas dan berkarakter serta masyarakat yang sejahtera, Indonesia menuju Generasi Emas 2045.”

Ia menambahkan, Perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan dapat dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran, seperti pil KB, Kondom, Spiral, IUD.

Menurut UU No. 10 tahun 1992 (Tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera), pengertian Keluarga Berencana adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.

H.Irpan Haeroni.SM Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat menegaskan, dampak negatif bila tidak mengikuti program keluarga berencana akan berdampak pada kesejahtraan keluarga, karena akan berpengaruh pada masalah ekonomi keluarga yang memiliki anak banyak atau kelahiran tidak terkontrol akan berdampak pada tingginya pengeluaran.

Tujuan dan Manfaat KB
=> Mengatur jarak kehamilan agar ibu punya waktu pulih dan anak mendapat perhatian maksimal.
=> Menjaga kesehatan ibu dan bayi serta menekan risiko kematian saat melahirkan.
=> Mengendalikan laju pertumbuhan penduduk agar seimbang dengan sumber daya yang ada.

Keberhasilan program KB tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Pemerintah melalui BKKBN dan Dinas Kesehatan terus memperkuat edukasi, menyediakan berbagai pilihan kontrasepsi yang aman, serta memastikan layanan KB tersedia hingga ke pelosok desa.

Irpan berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya perencanaan keluarga. Dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tenaga penyuluh KB juga berperan penting dalam membentuk persepsi positif terhadap program KB, tutupnya.

Facebook Comments Box

Penulis : R-001

Editor : Priyatna

Berita Terkait

IPTEK Memberikan Banyak Kemudahan Bagi Kehidupan Manusia, Juga Menghadirkan Sejumlah Tantangan Serius
Ketua DPRD Parulian Simamora Pimpin Rapat Paripurna Perubahan APBD Humbahas 2026
Pemkab dan DPRD Kabupaten Toba Tandatangani Persetujuan Ranperda P.APBD 2026
Pendidikan Pemberdayaan Remaja dan Perempuan Dibutuhkan Untuk Memberikan Pengetahuan dan Keterampilan
Tradisi Gotong Royong Merupakan Warisan Budaya Luhur yang Harus Terus Dirawat dan Dihidupkan
Guru Memiliki Peran Strategis dalam Membentuk Karakter, Pola Pikir Inklusif, dan Moderat pada Peserta Didik
Transmigrasi Bukan Sekedar Memindahkan Orang, Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat dengan Keterampilan untuk Menciptakan Peluang Ekonomi
Olahraga Bukan Lagi Sekadar Aktivitas Fisik, Melainkan Telah Bertransformasi Menjadi Pilar Baru Penguat Ekonomi
Berita ini 2 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 16:33 WIB

Menyongsong Generasi Emas 2045, Pembangunan Kesehatan Menjadi Pondasi Utama Program Keluarga Berencana

Jumat, 4 September 2026 - 14:51 WIB

Ketua DPRD Parulian Simamora Pimpin Rapat Paripurna Perubahan APBD Humbahas 2026

Selasa, 1 September 2026 - 09:23 WIB

Pemkab dan DPRD Kabupaten Toba Tandatangani Persetujuan Ranperda P.APBD 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Pendidikan Pemberdayaan Remaja dan Perempuan Dibutuhkan Untuk Memberikan Pengetahuan dan Keterampilan

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:09 WIB

Tradisi Gotong Royong Merupakan Warisan Budaya Luhur yang Harus Terus Dirawat dan Dihidupkan

Berita Terbaru

Lingkungan Hidup

Sudah Diberitakan, Kebersihan Masjid Raya Bogor Tak Kunjung Berubah

Minggu, 6 Sep 2026 - 16:38 WIB