Palu – Sulteng || Sangkakala7.tv
Kepala Sekolah SMP Negeri 3 H. Masnur H. Lapena, S.Pd., M.Pd mengatakan, jumlah semua peserta yang ikut Ujian Nasional (UN) di SMPN 3 Palu berjumlah 400 Siswa, namun masih ada peserta yang belum bisa ikut di karenakan masih di luar daerah dan ada yang sakit satu orang siswa di suruh pulang, kata Masnur H. Lapena. S.Pd., M.Pd, pada hari Senin, 8 Mei 2023.
Lanjut Kepsek, untuk mereka yang belum ikut UN, akan menyusul. Kami pihak sekolah tidak mempersulit anak-anak didik yang tidak sempat ikut UN di karenakan masih di luar daerah dan hal-hal lain, ujar Mansyur H. Lapena. S.Pd., M.Pd.
Kemudian ruang yang kita gunakan ada 14 ruang dan di gunakan para siswa yang UN secara Online sebanyak 400 siswa. Peserta UN tidak pakai kertas tapi pake HP Android, kata Masnur H. Lapena, S.pd. M.Pd.

Alhamdulillah tidak ada masalah, bagi yang tidak punya HP, Komputer disiapkan. Sebelumnya mereka yang ikut UN sudah kita kumpul untuk dan memberikan penjelasan bagi yang tidak punya HP Android kita masukkan di komputer, begitu juga kalau yang tidak punya Data kita isikan pulsa data gratis terang Kepsek.
Kami juga tidak mempersulit bagi anak didik kami yang ikut Ujian Nasional tapi tetap disiplin, sekarang juga penghematan kertas karena semakin canggih dan harus menggunakan Aiti media.
Dan pada saat kegiatan belajar dan mengajar baru boleh menggunakan HP Android, sebenarnya siswa dilarang menggunakan HP, takutnya di pergunakan untuk bermain Game dan melihat sesuatu terlarang.

Sedangkan jumlah pengawas ada 14 orang dari sekolah lainnya dan 14 orang dari guru SMPN 3 Palu, jadi setiap ruangan di tempatkan 2 orang, sebanyak 14 ruangan kelas.
Untuk kelas 7 dan 8 di istirahatkan, tutur Kepsek SMPN 3 Palu Masnur H. Lapena, S.Pd., M.Pd.
Di tempat yang sama Pengawas dari SMPN 13 Palu Siti Nur Alam SE yang juga mengajar IPS di sekolahnya berharap, Sebagai pengawas UN dari SMPN 13 Kota Palu terbantu, karena UN tidak lagi memakai kertas tapi menggunakan aiti, itu memudahkan siswa jadi bagus sekali, tutur Siti.
Harapan kami supaya ujiannya baik semakin di tingkatkan lagi dengan aiti mereka tidak merasa awam, mereka tahu mengerjakan tugas-tugas melalui HP, sebaliknya guru-guru harus tahu juga menggunakan aiti, harap Siti Nur Alam, SE.
(Fitri)








