- Redaktur

Jumat, 19 Februari 2021 - 08:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

*MUHASABAH*
*_AL KHAIR KHAIRUTULLAAH_*

TANGERANG,| Sangkakala Tv-
Saudaraku,
_Al Khair Khairutullaah,_ pilihan Allah Azza wa Jalla adalah yang terbaik. Tak ada kesia-siaan dalam Allah Azza wa Jalla menciptakan sesuatu untuk hamba-Nya.
Terkadang seseorang tertimpa takdir yang menyakitkan yang tidak disukai oleh dirinya, kemudian dia tidak bersabar, merasa sedih dan mengira bahwa takdir tersebut adalah sebuah pukulan yang akan memusnahkan setiap harapan hidup dan cita-citanya.

Akan tetapi, sering kali kita melihat di balik keterputus-asaannya ternyata Allah Azza wa Jalla memberikan kebaikan kepadanya dari arah yang tidak pernah ia sangka-sangka…

Sebaliknya, berapa banyak pula kita melihat seseorang yang berusaha dalam sesuatu yang kelihatannya baik, berjuang mati-matian untuk mendapatkannya, tetapi yang terjadi adalah kebalikan dari apa yang dia inginkan. Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

(QS. Al-Baqarah: 216)

Saudaraku,
Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu menjelaskan bahwa kondisi susah (miskin atau sakit) lebih baik bagi seorang hamba daripada kondisi senang (kaya dan sehat).

Imam adz-Dzahabi dan Ibnu Katsir menukil dalam biografi sahabat yang mulia dan cucu kesayangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, bahwa pernah disampaikan kepada beliau tentang ucapan sahabat Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu.

“Kemiskinan lebih aku sukai daripada kekayaan dan (kondisi) sakit lebih aku sukai daripada (kondisi) sehat.”Maka al-Hasan bin Ali berkata, “Semoga Allah merahmati Abu Dzar, adapun yang aku katakan adalah, ‘Barangsiapa yang bersandar kepada baiknya pilihan Allah untuknya, maka dia tidak akan mengangan-angankan sesuatu (selain keadaan yang telah Allah pilihkan untuknya).
Inilah batasan (sikap) selalu ridha (menerima) segala ketentuan takdir (Allah) dalam semua keadaan (yang Allah) berlakukan (bagi hamba-Nya).’”

Karena biasanya seorang hamba lebih mudah bersabar menghadapi kesusahan daripada bersabar untuk tidak melanggar perintah Allah dalam keadaan senang dan lapang, sebagaimana yang diisyaratkan dalam sabda Rasulullah,

“Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku takutkan (akan merusak agama) kalian, akan tetapi yang aku takutkan bagi kalian, adalah jika (perhiasan) dunia dibentangkan (diijadikan berlimpah) bagi kalian sebagaimana (perhiasan) dunia dibentangkan bagi umat (terdahulu) sebelum kalian, maka kalian pun berambisi dan berlomba-lomba mengejar dunia sebagaimana mereka berambisi dan berlomba-lomba mengejarnya, sehingga akibatnya dunia itu membinasakan kalian sebagaimana dunia membinasakan mereka,”

(HR. Al-Bukhari no.2988 dan Muslim no.2961)

Al-Hasan bin ‘Ali mengomentari ucapan Abu Dzar di atas dengan pemahaman agama yang lebih tinggi dan merupakan konsekuensi suatu kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Yaitu ridha kepada Allah sebagai Rabb (Pencipta, Pengatur, Pelindung, dan Penguasa bagi alam semesta), yang berarti ridha juga kepada segala perintah dan larangan-Nya, kepada ketentuan takdir dan pilihan-Nya, serta kepada apa saja yang diberikan dan yang tidak diberikan oleh-Nya.

(Kitab Fiqhul Asma’il Husna hlm.81)

Saudaraku,
Sikap ini merupakan ciri utama orang yang akan meraih manisnya dan sempurnanya iman, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Akan merasakan kelezatan (manisnya) iman, orang yang ridha dengan Allah Azza wa Jalla sebagai Rabb-Nya dan Islam sebagai agamanya serta (Nabi) Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasulnya.”

(H.R Muslim no.34)

Bersandar dan berserah diri kepada Allah Azza wa Jalla adalah sebaik-baik usaha untuk mendapatkan kebaikan dan kecukupan dari-Nya. Sesungguhnya yang lebih mengetahui tentang kemaslahatan kita ialah Pencipta kita. Dialah yang telah menciptakan kita dan mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Dialah yang mengetahui hal ghaib tentang masa depan, Dialah Allah Azza wa Jalla,

أَلاَ يَعۡلَمُ مَنۡ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلۡخَبِيرُ

“Tidakkah yang menciptakan lebih mengetahui tentang apa yang Dia ciptakan? Dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”

(QS. Al-Mulk: 14)

Saudaraku,
Manusia boleh berencana, menurut perasaan dan perkiraannya, ada sesuatu yang dianggap terbaik baginya, sehingga berusaha untuk meraihnya…

Namun setelah berusaha terkadang ternyata gagal, tidak sesuai dengan apa yang direncanakan. Atau terkadang ada musibah yang menimpa kita yang membuyarkan cita-cita.

Namun ingatlah bahwasanya jika seorang hamba telah berusaha dan telah berdoa, maka yakinlah apa yang Allah Azza wa Jalla takdirkan itulah yang terbaik bagi untuknya. Mengapa demikian,

الْخَيْرُ خِيْرَةُ اللّهِ

“Yang terbaik adalah yang pilihan Allah Azza wa Jalla.”

Kesimpulannya adalah seperti yang dikatakan seorang penyair,

على المرء أن يسعى إلى الخير جاهدا

وليس عليه أن تتم المقاصد

Kewajiban setiap orang berusaha maksimal meraih kebahagiaan. Namun, keberhasilan bukanlah menjadi kewenangannya.

Setiap orang harus bertawakkal kepada Allah Azza wa Jalla setelah mengerahkan berbagai upaya yang sesuai dengan ketentuan agama dalam meraih keberhasilan…

Hendaknya kita juga mengingat bahwa di antara kelembutan Allah Azza wa Jalla pada hamba-Nya adalah: “Dia menakdirkan berbagai macam musibah, cobaan hidup, serta ujian berupa perintah dan larangan yang berat dijalankan oleh hamba-Nya, sebagai bentuk kasih sayang dan kelembutan pada kita, serta untuk menuntun kita pada kesempurnaan diri dan agar limpahan nikmat tercurah secara sempurna kepada kita.“

(Tafsir Asma al-Husna hlm. 74)

Dan termasuk kasih-Nya yang agung adalah Allah Azza wa Jalla tidak menjadikan kehidupan dan kebahagiaan manusia terikat secara total kecuali hanya kepada-Nya, sehingga segala sesuatu itu bisa tergantikan secara penuh atau sebagian…

مِنْ كُلِّ شَيْءٍ إِذَا ضَيَّعْتَهُ عَوْضُ

وَمَا مِنَ اللَّهِ إِنْ ضَيَّعْتَهُ عَوْضُ

Segala sesuatu, jika engkau menghilangkannya, pasti tergantikan. Namun Allah Azza wa Jalla, jika engkau kehilangan petunjuk-Nya, takkan ada yang menggantikannya…

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa bersandar dan berserah diri kepada Allah Azza wa Jalla untuk meraih ridha-Nya…
Aamiin Ya Rabb.

_Wallahua’lam bishawab_

(MAJID)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kafilah Deli Serdang Raih Peringkat III MTQ Sumut ke-40
Festival Muharram Angkat Sejarah dan Pariwisata Berbasis Syar’i, Kenalkan Warisan Islam kepada Generasi Z
Bupati Humbahas Hadiri Pangojakhonon Praeses Daerah III Toba-Samosir Di HKI Balige Kota
Pangojakhonon Pimpinan Daerah III Toba-Samosir Digelar di Gereja HKI Balige Kota
Tebar Kebaikan, PLTU Serahkan Hewan Kurban
Pengurus BKS Pemuda/i GKPI Wil.VII Humbahas, Samosir, Toba dan Taput Periode 2025-2030
Pemkab Humbang Hasundutan Hadiri Festival Paduan Suara Antar Gereja se-Kecamatan Lintongnihuta dan Paranginan
Bupati Humbahas Hadiri Pelantikan Pengurus WKRI Cabang Humbang Hasundutan Masa Bakti 2026-2029
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:23 WIB

Kafilah Deli Serdang Raih Peringkat III MTQ Sumut ke-40

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:33 WIB

Festival Muharram Angkat Sejarah dan Pariwisata Berbasis Syar’i, Kenalkan Warisan Islam kepada Generasi Z

Senin, 15 Juni 2026 - 22:07 WIB

Bupati Humbahas Hadiri Pangojakhonon Praeses Daerah III Toba-Samosir Di HKI Balige Kota

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:26 WIB

Pangojakhonon Pimpinan Daerah III Toba-Samosir Digelar di Gereja HKI Balige Kota

Kamis, 4 Juni 2026 - 23:57 WIB

Tebar Kebaikan, PLTU Serahkan Hewan Kurban

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bupati Humbahas Tinjau Langsung Lokasi TMMD di Parlilitan

Rabu, 8 Jul 2026 - 20:07 WIB

Peristiwa

Satu Rumah Warga Desa Jaya Mulya Ludes dilalap Si Jago Merah

Rabu, 8 Jul 2026 - 19:49 WIB