KARAWANG,| SANGKAKALA TV-
Masa pandemi covid 19 ini rakyat masih merasakan kesulitan ekonomi, terlebih lebih desa terpencil Seperti Desa Pacing Kecamatan jati Sari.
Menurut saksi dirinya sebagai ketua Ormas Barak indonesia di desa pacing kecamatan Jati sari geram karna warga yang tercantum nama nya tidak merasa menerima dan di temukannya puluhan KIS (Kartu indonesia sehat ) di tempat sampah dan baru di ketahui pada hari Selasa (23/02/2021).
Kenapa kartu KKS nya malah terbuang ditempat sampah,
sebenarnya ada apa ini semua dan aneh nya dari nama yang di temukan bahkan sampai ada yang sudah meninggal dunia
Ucap sulaeman.

Saat di konfirmasi ke salah satu warga bernama Dawi Amsari usia 80 tahun warga Rt 01/08 dirinya adalah tokoh dan belum pernah menerima KKS tersebut.
padahal menurut warga ini program pemerintah
Kartu Keluarga Sejahtera adalah kartu yang diterbitkan oleh pemerintah untuk keluarga miskin.
Sebelumnya Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) ini bernama Kartu Pelindung Sosial (KPS). KPS bentuknya adalah tunai, sedangkan KKS sudah berbentuk nontunai.
KKS ini diterbitkan oleh beberapa bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Jadi masyarakat bisa jadi memiliki KKS yang diterbitkan oleh salah satu bank berikut: Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BTN.
Kartu Keluarga Sejahtera ini digunakan untuk menerima bantuan dari pemerintah, salah satunya adalah Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar 500 ribu rupiah. Tak hanya itu, ada banyak manfaat yang bisa diterima
Ada 21 kepala keluarga warga Desa Pacing kecamatan Jatisari yang tidak menerima Kartu Keluarga Sejahtera
Menurut keterangan Sulaeman hal ini sudah saya ajukan dan akan ditindak lanjuti oleh ketua umum Ormas Barak indonesia D.Sutejo MS
Tinggal menunggu hasil karna hal ini adalah temuan tindakan yang luar biasa pembodohan pelayanan publik.
Ormas Barak adalah bagian dari sosial control, pungkas Sulaeman. (Wiro)







