Tapanuli Utara || Sangkakala7.tv
SMK Negeri 1 Pagaran adalah sekolah kejuruan unggulan pusat, SMKN 1 Pagaran terdiri dari 3 kejuruan yaitu, kejuruan peternakan, pertanian, jaringan komputer.
Berdasarkan data program pemerintah, sekolah unggulan SMK Negeri 1 Pagaran menerima empat sumber dana, yakni :
1. Dana Unggulan pusat Rp1.8M/tahun,
2. Dana BOS, Rp1.200.000,00/siswa persatu tahun,
3. Dana SPP dari orang tua Siswa, Dana honor Provinsi. Melihat besaran anggaran yang masuk di SMK Negeri 1 Pagaran menjadi perhatian serius publik, Jumat 7 Juni 2024.
Dari pantauan Sangkakala 7 di lokasi sekolah, Gedung Praktik yang berdiri megah dan kokoh dijadikan menjadi kandang ayam peliharaan sekolah, diduga bila dihitung tidak sampai seratus ekor, yang dijaga 5 orang siswa itu.
Informasi yang diterima Sangkakala 7 dari siswa saat itu, mereke belajar teori dan mengumpulkan beberapa biji telur juga memberi makan ayam tanpa ada pendampingan guru.

Kepala SMK Negeri 1 Pagaran Januarlen Damanik Spd, sulit diajak berkomunikasi dengan alasan dirinya mengidap penyakit jantung, maka media ini selalu merasa terhalang menyampaikan hal-hal pertanyaan terkait pengelolaan dari sumber dana yang masuk di SMK Negeri 1 Pagaran.
Dana unggulan SMK Pagaran diinformasi sumber dana dari pusat Rp1.8M X 3 tahun, ditambah dana BOS, SPP, dana dari Provinsi.
Yang menjadi pertanyaan dan hal ini disoal masyarakat, sudah sejauh mana keunggulan SMK Negeri 1 Pagaran yang dicapai saat ini ?
Bagai mana teroborsan keunggulan yang tercapai, apakah dapat suatu andalan siswa dimasa depan ?
Bolehkah SMK Negeri1 Pagaran menunjukkan keunggulannya ?

Pada hal SMK Negeri 1 Pagaran ini sudah dikunjungi Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Bupati Tapanuli Utara dua tahun yang lalu (2022). Meresmikan Gedung Praktik Siswa (RPS) dan Kandang Ayam Close House/Layer SMK Pusat Keunggulan, SMK Negeri 1 Pagaran Pertanian Perternakan (PP).
Saat itu warga Kecamatan Pagaran khususnya membanggakan berdirinya SMK Negeri 1 Pagaran dan mendapatkan gelar sekolah unggulan di daerahnya, namun sampai saat ini terpantau nama keunggulan tidak jauh dari sebelumnya, jadi akademik unggulan jauh dari harapan.
Saat kunjungan Gubernur Sumatera Utara Edy dua tahun yang lalu mengatakan, pembenahan pendidikan vokasi (penguasaan keahlian terapan tertentu) sebagai strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, dan minta para Kades tidak perlu Bimtek lagi ke luar daerah, sudah dapat dilakukan Bimtek “melalui SMK Pusat Keunggulan,” dengan memiliki kompetensi keahlian beragam dalam peningkatan kualitas dan kinerja, yang di perkuat melalui kemitraan dan penyelarasan kurikulum dengan dunia usaha, industri dan dunia kerja, sebutnya saat itu.
Jurnalis : Tohap Simarenare
Redaktur : Priyatna







