Agincourt Resources Dorong SMKN 2 Batangtoru Menuju Sekolah Adiwiyata Nasional

- Redaktur

Rabu, 26 Juni 2024 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket. foto : Siswa siswi SMKN 2 Batangtoru melakukan perawatan
tumbuh-tumbuhan di sekitar lingkungan sekolah.(Sangkakala7.tv/Dzulfadli Tambunan)

Tapsel, Sumut || Sangkakala7.tv
PT. Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe yang beroperasi di Kelurahan Aek Pining, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terus mendorong sekolah-sekolah yang ada disekitar wilayah lingkar tambang menjadi sekolah adiwiyata, yakni sekolah yang berfokus pada keberlanjutan dan pelestarian alam.

Mewujudkan keinginan program pendidikan berbasis lingkungan hidup tersebut, Agincourt Resources menggandeng Yayasan Peduli Lingkungan ‘Semut Merah’ Jakarta, memberikan pelatihan, pendampingan, pembinaan, serta menyediakan fasilitas sarana penunjang, untuk menciptakan sekolah yang nyaman, aman dan harmonis.

Salah satunya SMKN 2 Batangtoru yang berada di Desa Sipenggeng, Kecamatan Batangtoru. Dua tahun terakhir, Agincourt Resources bersama Yayasan Peduli Lingkungan ‘Semut Merah’, memberikan edukasi dan pendampingan, menuju terwujudnya kesadaran anak didik dalam melestarikan lingkungan sekitar.

“Kita terus mendorong SMKN 2 Batangtoru menuju sekolah yang menggabungkan pelestarian lingkungan dengan kegiatan belajar. Diharapkan, seluruh warga sekolah dapat berpartisipasi dalam menjadikan lingkungan menjadi sehat, sekaligus berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan,” kata Senior Officer Education Community Dept. PTAR, Nurhijriyah Siregar, Rabu (26/6/2024).

Dituturkannya, melalui pendampingan dan pembinaan yang dilakukan pihaknya, SMKN 2 Batangtoru telah berlabel Sekolah Adiwiyata Provinsi (SAP). Namum walaupun begitu, Agincourt Resources tidak mau berpuas diri. Sekolah kejuruan yang fokus pada pendidikan bidang pertambangan dan industri itu, digeber menuju Sekolah Adiwiyata Nasional (SAN).

“Untuk tahun ini kita targetkan SMKN 2 Batangtoru menjadi Sekolah Adiwiyata Nasional. Bersama Yayasan Peduli Lingkungan ‘Semut Merah’, kita rutin memberikan pelatihan dan pembinaan,” ujarnya, yang didampingi fasilitator Yayasan Peduli Lingkungan ‘Semut Merah’, Stella Zahra Audin.

Sebagai calon Sekolah Adiwiyata Nasional, sambung Nurhijriyah, telah dibentuk kelompok kerja (pokja), untuk mendorong warga sekolah semakin semangat melaksanakan program sekolah adiwiyata. Kebijakan sekolah memprioritaskan beberapa aspek yakni, kurikulum sekolah berbasis lingkungan hidup, kegiatan lingkungan sekolah berbasis partisipatif, dan pengelolaan sarana dan prasarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan.

“Insya Allah, melalui konsep yang kita canangkan, tahun ini SMKN 2 Batangtoru akan meraih penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional,” harap Nurhijriyah.

Melisa Pasaribu, salah seorang guru SMKN 2 Batangtoru, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas pendampingan dan pembinaan program pendidikan berbasis lingkungan hidup, yang dilakukan PT Agincourt Resources, sehingga menghadirkan kenyamanan dan kesejukan saat proses belajar mengajar.

Melisa mengaku, program yang merupakan implementasi dari tangung jawab sosial (Corporate Social Responsibility) itu, telah meningkatkan kesadaran dan kemampuan siswa terhadap lingkungan. Program adiwiyata Agincourt Resources terbukti telah menciptakan sekolah yang nyaman, aman dan harmonis, yang menjadi kebutuhan belajar peserta didik.

“Upaya-upaya yang telah dilakukan PTAR telah meningkatkan pengetahuan siswa terhadap aspek lingkungan, mulai dari manajemen sampah, konservasi air, hingga pendidikan lingkungan yang terintegrasi,” ucapnya.

Jurnalis : Dzulfadli Tambunan
Redaktur : Priyatna

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemkab Tapteng Operasikan 3 Unit Angkutan Sekolah Gratis Untuk Siswa Terdampak Bencana
Festival HUT ke-27 Kabupaten Tebo, Marching Band Simfony Sekawanesa MIN 4 Tebo Raih Juara 1
UNPAR Buka Kampus Cabang di Kota Bogor, Hadirkan Program Studi Arsitektur dan Teknologi Industri
Literasi Toba Tak Cukup Berhenti di Lomba Video, Perpustakaan Didorong Jadi Ruang Publik
IGTKI-PGRI Humbahas Kembali Aktif, Pengurus Periode 2026–2031 Dilantik
Lima SD Negeri di Kecamatan Paranginan Belum Pernah Menerima MBG
Tiga Siswa Humbahas Siap Berlaga di Olimpiade Gasing Nasional
Kadisdik Kabupaten Bekasi Imam Faturochman: “Kepsek Harus Perhatikan Mutu dan Fasilitas Pendidikan”
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Pemkab Tapteng Operasikan 3 Unit Angkutan Sekolah Gratis Untuk Siswa Terdampak Bencana

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Festival HUT ke-27 Kabupaten Tebo, Marching Band Simfony Sekawanesa MIN 4 Tebo Raih Juara 1

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:41 WIB

UNPAR Buka Kampus Cabang di Kota Bogor, Hadirkan Program Studi Arsitektur dan Teknologi Industri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:38 WIB

Literasi Toba Tak Cukup Berhenti di Lomba Video, Perpustakaan Didorong Jadi Ruang Publik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:35 WIB

IGTKI-PGRI Humbahas Kembali Aktif, Pengurus Periode 2026–2031 Dilantik

Berita Terbaru

Parlemen

ENAM FRAKSI DPRD HUMBAHAS SOROTI RAPBD TAHUN 2027

Jumat, 30 Okt 2026 - 22:50 WIB

Pemerintahan

Sekdakab Tapteng Tutup Lomba Bertutur Tingkat SD/MI

Kamis, 29 Okt 2026 - 21:38 WIB