SIDOARJO, JATIM || Sangkakala 7
PT PLN (Persero) mencatatkan laba bersih terbesar sepanjang sejarah pada tahun 2023, sebesar Rp22,07 triliun. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan PLN semakin efisien, yang bukan hanya mendukung kinerja internal perusahaan, tetapi juga memperkuat peran PLN dalam menyalurkan subsidi listrik kepada masyarakat.
Pencapaian ini adalah hasil dari berbagai langkah transformasi yang diterapkan dalam beberapa tahun terakhir, meskipun banyak tantangan yang dihadapi mulai dari pandemi Covid-19, krisis energi primer, hingga ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
Namun, tidak mudah bagi PLN untuk mencapai hasil tersebut. PLN sempat menghadapi hutang hingga Rp450 triliun, dan harus berjuang keras untuk menjaga kestabilan keuangan. Ditambah dengan meningkatnya permintaan listrik di daerah-daerah tertinggal, dan tuntutan untuk terus berinovasi dalam layanan menjadi tantangan yang harus diselesaikan. Meski begitu, PLN terus mendukung program pemerintah dan berupaya memastikan distribusi listrik yang adil dan merata.
Di bawah kepemimpinan Darmawan Prasodjo, PLN menjalankan sejumlah langkah strategis, salah satunya adalah pengelolaan utang yang lebih efektif. Dalam empat tahun terakhir, utang perusahaan berhasil dikurangi hingga Rp55 triliun. Bahkan, rasio Debt to EBITDA yang sebelumnya cukup tinggi di angka 5,9 kini berhasil diturunkan menjadi kurang dari 4, yang menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam stabilitas keuangan perusahaan.
Di sisi operasional, PLN berhasil mencatatkan kenaikan penjualan listrik sebesar 5,36% pada tahun 2023, dengan total pendapatan mencapai Rp487,38 triliun.
Selain penjualan listrik, beberapa langkah pemasaran dan inovasi seperti program beyond kWh turut memberikan kontribusi besar. Pendapatan tambahan sebesar Rp10,27 triliun datang dari sektor-sektor non-listrik, termasuk jasa telekomunikasi dan pemeliharaan infrastruktur kelistrikan.
Pemerintah juga berperan penting dengan memberikan subsidi listrik sebesar Rp17,83 triliun pada tahun 2023. Subsidi ini sangat membantu PLN untuk menjaga kelancaran keuangan perusahaan, serta meningkatkan kualitas layanan, seperti mengurangi waktu respons gangguan listrik dari 24 menit menjadi 19 menit.
Namun, tantangan besar menanti PLN pada 2025. Pada awal tahun tersebut, PLN harus menghadapi potensi penurunan pendapatan hingga Rp5 triliun, akibat kebijakan diskon listrik 50% bagi pelanggan dengan daya di bawah 2.200 VA. Kebijakan ini merupakan kompensasi atas kenaikan tarif PPN yang akan berlaku mulai tahun depan.
Meski begitu, PLN tetap optimis bahwa transformasi digital yang sedang diterapkan akan mampu menjaga kinerja perusahaan dan meningkatkan kualitas pelayanan.
Meskipun hasil yang dicapai PLN cukup menggembirakan, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah distribusi akses listrik yang masih belum merata, terutama di daerah-daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Masih banyak wilayah yang kesulitan mendapatkan pasokan listrik yang stabil, meskipun PLN terus berusaha mengatasi masalah tersebut. Selain itu, PLN tampaknya terlalu fokus pada peningkatan suplai listrik yang ditargetkan oleh pemerintah, sementara kualitas pelayanan dan transmisi listrik sering kali kurang mendapat perhatian.
Hal ini terlihat dari beberapa gangguan listrik yang masih terjadi, meskipun pasokan listrik sudah semakin meningkat. Selain itu, mengingat besar dana subsidi yang diterima, kejelasan penggunaan anggaran tersebut sangat penting.
Masyarakat berharap agar alokasi dana tersebut bisa lebih transparan, terutama untuk proyek-proyek yang terkait dengan perbaikan infrastruktur kelistrikan, sehingga dampak positif dari setiap langkah transformasi PLN bisa dirasakan langsung oleh semua pihak.
Pencapaian yang diraih PLN menunjukkan bahwa dengan transformasi yang berkelanjutan dan dukungan penuh dari pemerintah, perusahaan dapat terus berkembang dan bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Meski demikian, PLN harus terus berinovasi dan menjaga efisiensi agar bisa menghadapi tantangan yang akan datang, termasuk dalam transisi energi baru terbarukan.
Sebagai BUMN yang bertugas untuk melayani kebutuhan dasar masyarakat, PLN diharapkan tetap menjaga komitmennya dalam menyediakan energi yang merata, berkelanjutan, dan terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia.
Penulis :
Jovanca Lintang
Mahasiswa Administrasi Publik
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Penulis.
Penulis : Jovanca Lintang
Editor : Priyatna







