Sangkakala7.tv || Palu, Sulteng
Ir. Gufran Ahmad, ST. MT. IPM. salah satu calon kuat dalam kancah bursa calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Provinsi Sulawesi Tengah
Ir. Gufran Ahmad, ST. MT. IPM. kelahiran 3 Febuari 1975 di Bima, adalah seorang sosok pemimpin yang Berkharisma, Berwibawa dan Berjiwa Sosial. Beliau adalah seorang pelaku usaha aktif, ia memimpin dan mengembangkan berbagai perusahaan, yaitu;
1. Direktur Utama PT Multi Jaya Madatama,
2. Direktur Utama PT Paluta Jaya Properti,
3. Pengelola Usaha di bidang Kesehatan, properti, Konsultan, hingga hospitality.
Disisi lain, Gufran Ahmad juga memiliki berbagai karier jabatan strategis dalam Organisasi, yaitu;
1. Ketua dan pengurus Inti di INKINDO Sulawesi Tengah,
2. Pengurus dan Pimpinan di persatuan Insinyur Indonesia (PII),
3. Wakil Ketua hingga Ketua Umum PBSI ( Persatuan Bulutangkis Indonesia) Sulawesi Tengah,
4. Pengurus Strategis di HIPMI, HPR, REI & Organisasi di Tingkat Nasional,
5. Puncak nya, ia di percaya sebagai: Ketua INKINDO Sulteng ( 2014 – 2022) dan Ketua KADIN Kota Palu ( 2019 – 2024), Tokoh penggerak Dunia Usaha Lintas sektor di Ibu Kota Provinsi.
Berdasarkan segudang pengalaman dan telah teruji di dunia usaha, organisasi serta berkolaborasi antara Pengusaha – Pemerintah dan Masyarakat, Ir. Gufran Ahmad, ST., MT., IPM memantapkan diri untuk maju sebagai bakal calon Ketua Kadin Sulteng Periode 2026-2031.
Gufran Ahmad merupakan calon kuat yang paling di perhitungkan sebagai Ketua KADIN Provinsi Sulawesi Tengah.
Berbagai pendidikan non formal dan pelatihan strategis yang diikutinya, mulai program Internasional hingga penguatan kapasitas sektor konstruksi dan manajemen, membentuk perspektifnya sebagai pemimpin yang adaptif dan berbasis kompetensi.

Selama menjabat sebagai Ketua DPP INKINDO Sulawesi Tengah periode 2014–2022, Gufran Ahmad tidak hanya berperan sebagai organisatoris, tetapi juga motor penggerak pembangunan dan ekonomi daerah.
Salah satu karya simboliknya adalah pembangunan Bundaran INKINDO di Kota Palu pada 2016.
Bundaran tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur. Ia menjadi landmark kota sekaligus simbol profesionalisme dan dedikasi dunia jasa konstruksi di Sulawesi Tengah.
Bahkan saat bencana gempa dan tsunami 2018 mengguncang kawasan Palu, Sigi, dan Donggala (Pasigala), struktur bundaran itu tetap berdiri kokoh merepresentasikan kualitas dan integritas pembangunan yang diusung Gufran Ahmad.
Tak berhenti pada pembangunan fisik, Gufran Ahmad juga mencatatkan capaian strategis di level nasional.
Pada 2016, ia berhasil menghadirkan Musyawarah Nasional (Munas) INKINDO di Kota Palu menjadikan asosiasi tersebut sebagai organisasi pertama yang menggelar agenda nasional di Sulawesi Tengah.
Momentum ini tidak hanya menjadi kebanggaan organisasi, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian daerah.
Kehadiran peserta dari seluruh Indonesia menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM lokal.
Langkah tersebut mempertegas posisi Gufran Ahmad sebagai figur yang mampu mengangkat daya saing daerah ke panggung nasional sebuah kualitas penting bagi calon Ketua Kadin yang dituntut memiliki perspektif nasional berbasis kekuatan daerah.
Ujian kepemimpinan Gufran Ahmad terlihat jelas saat bencana besar melanda Sulawesi Tengah pada 2018.
Di tengah situasi duka dan keterpurukan, ia memimpin penyaluran bantuan langsung kepada anggota INKINDO yang terdampak.
Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai dengan skema:
Rp25 juta untuk rumah rusak berat
Rp15 juta untuk rumah rusak sedang
Rp10 juta untuk rumah rusak ringan
Distribusi bantuan dilakukan relatif cepat, yakni sekitar satu bulan pascabencana. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah konkret untuk mempercepat pemulihan ekonomi anggota agar dapat kembali menjalankan usaha dan aktivitasnya.

Pendekatan ini memperlihatkan sisi lain dari Gufran Ahmad, yakni kepemimpinan yang tidak hanya strategis, tetapi juga empatik dan responsif terhadap krisis.
Dalam aspek kelembagaan, Gufran Ahmad juga meninggalkan warisan penting melalui pembangunan dan penguatan kantor INKINDO Sulawesi Tengah di kawasan strategis Kota Palu.
Gedung tersebut tidak hanya berfungsi sebagai kantor, tetapi juga sebagai pusat aktivitas, kolaborasi, dan penguatan kapasitas anggota.
Di bawah kepemimpinannya, status legalitas aset organisasi yang sebelumnya berupa hibah berhasil ditingkatkan menjadi Sertifikat Hak Milik atas nama organisasi.
Dengan rekam jejak yang mencakup pembangunan infrastruktur, penguatan organisasi, hingga kepemimpinan dalam krisis, Gufran Ahmad dinilai memiliki modal kuat untuk melangkah ke level yang lebih tinggi.
Penulis : Fitri
Editor : Priyatna








