Masinton: Tapteng Bagian dari Pusat Perdagangan Dunia di Masa Lalu

- Redaktur

Minggu, 25 Mei 2025 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Bupati dan Wakil Bupati Tapteng saat mengunjungi museum Fansuri Situs Bongal Sijagojago, Sabtu (24/5/2025). (Sangkakala 7/Dinas Kominfo Tapteng)

Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, bersama Wakil Bupati Mahmud Efendi, mengunjungi museum Fansuri Situs Bongal Sijagojago, Kecamatan Badiri, pada Sabtu (24/5/2025).

Museum Fansuri Situs Bogal Sijago-jago merupakan museum tempat menyimpan benda-benda (artefak) yang ditemukan para peneliti di situs Bongal Sijagojago.

Di sela-sela kunjungannya Masinton mengatakan, dengan ditemukannya artefak masa lalu di Bongal Sijagojago menandakan jika dikawasan tersebut sudah ada kehidupan sejak abak ke-7 Masehi. Hingga saat ini, penelitian masih terus berjalan.

“Temuan sejarah ini menjadi penting dalam konteks peradaban, kebudayaan di Nusantara,” ujar Masinton.

Menurut Masinton, pedagang atau saudagar dari berbagai dunia sudah melakukan interaksi perdagangan di kawasan Badiri Sijagojago dan kawasan Barus yang menjadi pusat peradaban Nusantara.

“Pemkab Tapteng berterima kasih kepada BRIN Sultanate Institute yang telah melakukan ekskavasi situs Bongal Sijago-jago dan Barus. Ini menunjukkan bahwa Tapteng adalah bagian pusat perdagangan dunia di masa lalu,” imbuh Masinton.

Masinton mengungkapkan, jika pihaknya sudah koordinasi dengan Menteri Kebudayaan RI, yang begitu antusias terhadap situs Bongal.

“Menteri Kebudayaan mengundang kita ke Jakarta untuk menyampaikan hasil penelitian situs Bongal SijagoJago dan Barus,” timpal Masinton.

Untuk diketahui, situs Bongal merupakan kawasan yang menyimpan bukti-bukti penting interaksi Nusantara dengan dunia Islam sejak abad ke-7 M. Identifikasi ini secara absolut didasarkan pada hasil analisis uji pertanggalan artefak, yang menunjukkan usia tertua artefak Situs Bongal berasal dari abad ke-7 M.

Artefak temuan Situs Bongal menampilkan temuan yang kompleks dan beragam. Berdasarkan ekskavasi tahun 2021 hingga tahun 2022, didapati sejumlah besar artefak yang terdiri dari koin masa Daulah Umayyah dan Abbasiyah, ragam keramik masa Dinasti Tang, tembikar berglasir Timur Tengah, ragam fragmen kaca Timur Tengah, alat pengasah dari batu, ragam temuan logam, manik-manik batu maupun kaca, batu mulia, kayu kemudi kapal, kayu fragmen kapal, tali ijuk dengan beragam simpul, dan lempengan logam berinskripsi Arab.

Selain artefak, didapati pula temuan-temuan yang termasuk kedalam jenis ekofak, seperti ragam resin, pala, kemiri, dan beberapa temuan lainnya berupa biji-bijian. Sedangkan yang tak kalah penting ditunjukkan oleh sejumlah struktur batu dan kayu nibung bekas aktivitas binaan manusia.

Facebook Comments Box

Penulis : Dzulfadli Tambunan

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Bupati Humbahas Lepas Kontingen MTQ ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara
Pemkab Toba Jadi Tuan Rumah Rapat Sinergitas Statistik Sektoral se-Sumatera Utara
Bupati Humbahas Buka Sosialisasi Penguatan Kelembagaan dan Pengelolaan Keuangan Partai Politik
BUPATI HUMBAHAS TERIMA AUDIENSI UPT SAMSAT DOLOKSANGGUL
Ancaman Megathrust Dimaknai Sebagai Pengingat Pentingnya Kesiapan Data Kependudukan
Bupati Tapteng Terima penghargaan dari Kementerian Hukum
Dinkes Tapteng Gelar Sosialisasi dan Pembekalan Administrasi bagi Calon Pegawai BLUD
Atasi Macet dan Banjir, Pemkab Bekasi Minta Bantuan Pemerintah Pusat
Berita ini 146 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 23:36 WIB

Bupati Humbahas Lepas Kontingen MTQ ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:37 WIB

Pemkab Toba Jadi Tuan Rumah Rapat Sinergitas Statistik Sektoral se-Sumatera Utara

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:24 WIB

Bupati Humbahas Buka Sosialisasi Penguatan Kelembagaan dan Pengelolaan Keuangan Partai Politik

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:59 WIB

BUPATI HUMBAHAS TERIMA AUDIENSI UPT SAMSAT DOLOKSANGGUL

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:54 WIB

Ancaman Megathrust Dimaknai Sebagai Pengingat Pentingnya Kesiapan Data Kependudukan

Berita Terbaru