Hadapi Ancaman Gempa Megathrust, Pemkab Tapteng Tingkatkan Sinergitas dan Kolaborasi dengan BMKG

- Redaktur

Kamis, 6 November 2025 - 19:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Audensi BMKG Wilayah I Medan meningkatkan kesiapsiagaan daerah terhadap ancaman gempa bumi megathrust, Rabu (5/11/2025). (Sangkakala 7/ist)

Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tapanuli Tengah (Tapteng), Nurjalilah menerima audensi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, bertempat di ruang kerja Sekdakab Tapteng, Rabu (5/11/2025).

Audiensi ini guna meningkatkan kesiapsiagaan daerah terhadap ancaman gempa bumi megathrust, menekankan pentingnya kolaborasi antar-lembaga dalam membangun masyarakat pesisir yang tangguh bencana.

Tujuan utama audiensi ini adalah membangun kolaborasi dan sinergitas yang kuat antara Pemda, BPBD, dan BMKG. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan yang terencana dan efektif.

Pada kesempatan itu, Plt. Sekdakab Tapteng, Nurjalilah menegaskan, Pemkab Tapteng menyatakan komitmen penuh untuk bekerja sama dengan BMKG, dalam mematangkan rencana kontinjensi maupun langkah-langkah yang dilakukan dalam menghadapi bencana alam gempa megathrust.

“Terima kasih atas informasi terkait ancaman gempa bumi megathrust. Pemkab Tapteng siap bekerja sama dengan BMKG mematangkan langkah dalam menghadapi gempa megathrust,” ujarnya.

Sebelumnya, perwakilan BMKG Medan, Bertalina Sihotang, yang didampingi oleh Kepala UPT Stasiun Meteorologi FL Tobing Pinangsori, Ali Mustofa menyebutkan, potensi bahaya megathrust segmen Mentawai-Siberut, wajib diwaspadai daerah pesisir pantai.

Bertalina mrmgungkapkan secara lugas mengenai potensi ancaman gempa besar di zona megathrust, yang berhadapan langsung dengan wilayah pesisir Tapanuli Tengah.

Secara historis segmen ini belum melepaskan energi secara penuh sejak terjadinya gempa besar pada tahun 1797 dan 1833. Ini berarti, tekanan energi telah terakumulasi selama lebih dari dua abad di segmen Mentawai-Siberut,” ungkapnya.

Akumulasi tekanan ini, sambung Bertalina, dapat memicu terjadinya gempa megathrust besar dengan magnitudo potensial di atas M.8,6, yang berpotensi menimbulkan tsunami di sepanjang pantai.

Audensi ditutup dengan kesepakatan untuk mengintensifkan sosialisasi, simulasi, dan pelatihan bagi masyarakat pesisir.

Harapannya, melalui peningkatan pemahaman dan kesiapan, dapat tercipta masyarakat Tapteng yang tanggap bencana, dan siap untuk selamat menghadapi ancaman gempa megathrust di masa depan.

Facebook Comments Box

Penulis : Dzulfadli Tambunan

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Sehari Setelah Puting Beliung, Pemkab Humbahas Salurkan Bantuan Ke Warga Sirisirisi
Pemkab Tapteng Perkuat Sinergi Hukum dan Pendidikan Bersama Kejari Sibolga
Perkuat Sinergi Pendidikan, Pemkab Toba Ikuti Program Jaksa Sahabat Pendidik
Sinergi Jaga Keutuhan NKRI, Wabup Tapteng Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI
Dinas Perikanan Kapuas Hulu Ikuti Rapat Pemutakhiran Pengukuran Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan Tahun 2026
Penanganan Banjir Mela, Pemkab Tapteng Fokus Normalisasi Aliran Sungai
Sekdakab Tapteng Hadiri Ziarah Nasional HUT ke-81 TNI
Pemkab Tapteng Pulihkan Fungsi Saluran Irigasi dan Normalisasi Sungai
Berita ini 71 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:32 WIB

Sehari Setelah Puting Beliung, Pemkab Humbahas Salurkan Bantuan Ke Warga Sirisirisi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:25 WIB

Pemkab Tapteng Perkuat Sinergi Hukum dan Pendidikan Bersama Kejari Sibolga

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Perkuat Sinergi Pendidikan, Pemkab Toba Ikuti Program Jaksa Sahabat Pendidik

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:32 WIB

Sinergi Jaga Keutuhan NKRI, Wabup Tapteng Hadiri Upacara HUT ke-81 TNI

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Dinas Perikanan Kapuas Hulu Ikuti Rapat Pemutakhiran Pengukuran Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan Tahun 2026

Berita Terbaru