Bogor, Jawa Barat || Sangkakala 7
Taman Kencana Bogor kembali menunjukkan perannya sebagai ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat wisata, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda. Melalui kegiatan bertema edukasi dan wisata, kumpulan komunitas anak muda menggelar acara napak tilas dan diskusi isu sosial lingkungan yang diikuti peserta berusia 18 hingga 30 tahun.
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah komunitas anak muda, di antaranya Teens Go Green, Koempoel Besama, Kata Indonesia dan Lapak Baca Warga. Para peserta melakukan napak tilas dengan berjalan kaki menyusuri sejumlah titik bersejarah dan ruang publik Kota Bogor, dimulai dari Stasiun Bogor, Kejaksaan, Sempur, dan berakhir di Taman Kencana.
Selain perjalanan edukatif, acara ini juga diisi dengan diskusi terbuka yang membahas berbagai isu sosial dan lingkungan, seperti degradasi lingkungan akibat deforestasi sawit, pengelolaan area wisata, serta pentingnya peran anak muda dalam menjaga keseimbangan alam dan ruang kota.

Hal yang paling menarik perhatian peserta adalah sesi edukasi berkreasi merangkai bunga, yang memberikan pengalaman langsung sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kepedulian terhadap keindahan lingkungan. Kegiatan ini dinilai mampu menggabungkan unsur rekreasi, seni, dan edukasi dalam satu rangkaian acara.
Pendaftaran peserta dilakukan secara terbuka melalui akun Instagram @kaummuda.id, yang menjadi wadah komunikasi dan konsolidasi komunitas anak muda yang ingin terlibat dalam kegiatan sosial-edukatif.
Komunitas Kata Indonesia sendiri telah berdiri dan aktif lebih dari satu tahun, digagas dan dikelola oleh Ipeh, Cinta, Dina, Bambang, Anisa, Riski Mardi, dan Ragil. Selama ini, mereka konsisten menghadirkan kegiatan yang mendorong kesadaran sosial, literasi, serta kepedulian lingkungan di kalangan generasi muda.

Salah satu peserta, Nanda (24) asal Jakarta, mengaku kegiatan ini sangat berkesan. “Acara ini seru dan bermakna. Kami tidak hanya jalan-jalan, tapi juga belajar soal lingkungan dan bisa berkreasi. Rasanya Taman Kencana jadi ruang belajar yang hidup,” ujarnya.
Peserta lainnya, Andri (29) asal Jakarta, menilai kegiatan ini penting untuk anak muda. “Merefleksikan dan evaluasi selama satu tahun ini. Diskusi soal isu sosial dan lingkungan membuat kami lebih sadar bahwa perubahan bisa dimulai dari komunitas kecilbseperti merangkai bunga. Konsep napak tilasnya juga menarik,” katanya.
Dengan konsep edukasi yang dikemas secara santai dan partisipatif, kegiatan di Taman Kencana Bogor ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi komunitas anak muda lainnya untuk memanfaatkan ruang publik sebagai pusat pembelajaran dan wisata edukatif.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna







