Pemprov Jabar Gagal Bayar Proyek Rp621 Miliar, Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi Disorot

- Redaktur

Sabtu, 10 Januari 2026 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, JABAR || Sangkakala 7
Pemerintah Provinsi Jawa Barat tercatat gagal membayarkan pekerjaan kontraktor tahun anggaran 2025 dengan nilai mencapai Rp621 miliar. Gagal bayar ini disebabkan pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat yang tidak mencapai target, sehingga berdampak langsung pada kelangsungan proyek infrastruktur dan arus kas para penyedia jasa konstruksi. Sabtu, 10/01/2026.

Kondisi tersebut memicu sorotan tajam terhadap gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Padjadjaran, Prof. Muradi, menilai merosotnya pendapatan daerah tidak bisa dilepaskan dari pendekatan kepemimpinan yang dinilainya terlalu populis dan kurang menyentuh aspek strategis makro daerah.

Menurut Muradi, Dedi Mulyadi lebih banyak menghabiskan waktu berkeliling daerah untuk menyelesaikan persoalan-persoalan parsial, ketimbang merancang dan mengeksekusi kebijakan besar yang mampu menggali potensi ekonomi Jawa Barat secara menyeluruh.

“Yang terlihat, gubernur lebih sering hadir sebagai pemadam kebakaran di berbagai lokasi bermasalah. Ini memang menarik secara personal, tetapi tidak cukup kuat untuk mendorong peningkatan pendapatan daerah,” ujar Muradi.

Ia juga membandingkan kinerja Dedi Mulyadi saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta, di mana Dedi dinilai mampu menunjukkan kreativitas kebijakan dengan mempopulerkan Sate Maranggi sebagai ikon daerah yang berdampak pada penguatan ekonomi lokal. Namun, pola serupa dinilai belum tampak pada level provinsi.

“Di Jawa Barat, kreativitas itu belum muncul. Yang menonjol justru figur personalnya, bukan potensi besar daerah yang semestinya bisa diangkat menjadi sumber pendapatan,” kata Muradi.

Akibatnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Barat mengalami penurunan dan berdampak serius pada kemampuan fiskal pemerintah daerah. Para kontraktor pun terpaksa “gigit jari” lantaran pembayaran proyek infrastruktur yang telah dikerjakan belum juga direalisasikan.

Hingga kini, belum ada kepastian waktu pembayaran dari Pemprov Jawa Barat, sementara para pelaku jasa konstruksi berharap pemerintah segera mengambil langkah strategis agar krisis kepercayaan dan gangguan pembangunan tidak semakin meluas.

Facebook Comments Box

Penulis : KB-040

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Presiden RI dan Bupati Humbahas Serahkan Bantuan Qurban
Bupati Humbahas Gelar Rembug Program Pembangunan Panorama Indah Sileme-leme
Bupati Humbang Hasundutan Ajak Masyarakat Gelorakan Kebersihan Mulai dari Keluarga
Bupati Humbahas Terima Kunjungan Dinas Kesehatan Sumut
Bupati Humbang Hasundutan Gelar Rakor Bersama Camat, Bahas Kondisi Kecamatan dan Jalan Usaha Tani
Tingkatkan Pelayanan Sosial, Dinsos Toba Gelar Konsultasi Publik
Bupati Tapteng Ikuti Rapat Koordinasi Satgas PRR Pascabencana Sumatera
BAZNAS Tangerang Salurkan Bantuan Kamar Wudhu Masjid Al Huda Hutanabolon, Wabup Tapteng Apresiasi
Berita ini 8 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:24 WIB

Presiden RI dan Bupati Humbahas Serahkan Bantuan Qurban

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:21 WIB

Bupati Humbahas Gelar Rembug Program Pembangunan Panorama Indah Sileme-leme

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:53 WIB

Bupati Humbahas Terima Kunjungan Dinas Kesehatan Sumut

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:51 WIB

Bupati Humbang Hasundutan Gelar Rakor Bersama Camat, Bahas Kondisi Kecamatan dan Jalan Usaha Tani

Jumat, 22 Mei 2026 - 15:47 WIB

Tingkatkan Pelayanan Sosial, Dinsos Toba Gelar Konsultasi Publik

Berita Terbaru

Pemerintahan

Presiden RI dan Bupati Humbahas Serahkan Bantuan Qurban

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:24 WIB