Foto : Rakor pendataan rumah rusak, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Cendrawasih, Kantor Bupati Tapteng, Senin (19/1/2026). (Sangkakala 7/ist)
Tapteng, Sumut || Sangkakala 7
Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Mahmud Efendi, meminta tim bekerja fokus dalam melakukan pendataan rumah yang rusak akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Hal ini disampaikan Mahmud pada saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) pendataan rumah rusak, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Cendrawasih, Kantor Bupati Tapteng, Senin (19/1/2026).
Kepada tim yang ditugaskan, Mahmud meminta agar benar-benar mendata sesuai fakta di lapangan, mendata rumah yang rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat.
“Kita harus mencegah agar tidak terjadi kesalahan dalam pendataan. Datalah sesuai dengan fakta sebenarnya,” ujar wakil bupati.
Mahmud menegaskan, pendataan merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Pendataan harus sesuai petunjuk teknis atau SOP yang telah ditetapkan.
“Ikuti arahan dari BNPB dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan,” tegas Mahmud.
Sementara itu, Dandim 0211 TT, Letkol Inf Bayu Hanuranto Wicaksono menyampaikan, pendataan rumah rusak akan sangat sensitif. Tim harus mencegah terjadinya konflik.
Persepsi masyarakat tentunya tidak memahami terkait dengan kriteria yang sudah disampaikan dari BNPB, mana rumah yang rusak ringan, struktur, berapa persen, dan sebagainya.
“Ini tantangan tersendiri bagi camat dan kepala desa untuk mensosialisasikan terkait dengan kriteria rumah rusak tersebut, agar warga memahaminya,” ucap Bayu.
Penulis : Dzulfadli Tambunan
Editor : Priyatna








