Humbahas, Sumut || Sangkakala 7
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan terus mendorong pengembangan sektor pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada keindahan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu upaya tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung potensi wisata air panas alami di Huta Imbaru, Dusun V, Desa Ria-Ria, Kecamatan Pollung, Jumat (27/2/2026).
Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH. MH., menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam desa agar dapat dikelola secara berkelanjutan dan berdampak langsung terhadap ekonomi rakyat.
Bupati Humbang Hasundutan Oloan Paniaran Nababan menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar kunjungan lapangan, melainkan bagian dari fungsi strategis pemerintah daerah dalam merencanakan, menggerakkan, serta memastikan setiap program pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Air panas alami yang dimiliki Desa Ria-ria dinilai memiliki potensi yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar destinasi rekreasi. Secara alamiah, sumber air panas dikenal bermanfaat untuk relaksasi, terapi kesehatan kulit, serta pemulihan kebugaran tubuh.
Potensi ini membuka peluang besar untuk dikembangkan sebagai wisata kesehatan atau wellness tourism, sebuah konsep pariwisata yang kini semakin diminati masyarakat.

“Kalau dikelola dengan baik, ini bukan hanya tempat berendam, tetapi bisa berkembang menjadi pusat wisata kesehatan yang memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,”ujar Bupati Humbahas saat melakukan peninjauan.
Tiga Fungsi Utama Pemerintah Daerah
Dalam pengembangan kawasan wisata air panas Ria-Ria, Pemkab Humbahas menegaskan tiga fungsi utama pemerintah daerah.
– Pertama, fungsi perencanaan, yakni memastikan pengembangan dilakukan melalui kajian teknis yang matang, penataan ruang yang jelas, serta memperhatikan aspek kelestarian lingkungan agar potensi alam tetap terjaga untuk jangka panjang.– Kedua, fungsi fasilitator, di mana pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi antara masyarakat desa, pelaku UMKM, dan pihak investor. Kolaborasi ini diharapkan menciptakan pengembangan kawasan wisata yang terintegrasi dan berkelanjutan.
– Ketiga, fungsi pemberdayaan, dengan mendorong masyarakat lokal menjadi pelaku utama dalam pengelolaan kawasan wisata, mulai dari pengelolaan parkir, usaha kuliner, homestay, hingga pengembangan produk kerajinan khas daerah.
Penggerak Ekonomi Desa
Jika dikembangkan secara optimal, kawasan air panas Ria-Ria diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan UMKM desa, sumber pendapatan asli desa dan daerah, pencipta lapangan kerja baru, serta penguat identitas pariwisata Humbang Hasundutan.

Lebih jauh, pengembangan ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu tulang punggung perekonomian daerah.
Dengan panorama alam yang asri dan udara sejuk khas dataran tinggi, Desa Ria-ria dinilai memiliki modal kuat untuk berkembang menjadi ikon wisata baru. Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan optimistis, melalui perencanaan yang matang dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, kawasan ini tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Peninjauan ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan bukan sekadar wacana, melainkan langkah konkret yang menyentuh potensi riil desa.
Penulis : Charles Sihombing
Editor : Priyatna










