Sangkakala7.tv || Kabupaten Bogor, Jabar
Kenaikan harga plastik dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan para pedagang di Pasar Citeureup. Lonjakan harga yang mencapai puluhan persen ini dinilai cukup memberatkan, terutama bagi pedagang kecil yang bergantung pada plastik untuk melayani pembeli setiap hari. Jumat, 03/04/2026.
Salah satu pedagang, Salman, mengungkapkan bahwa harga plastik mengalami kenaikan signifikan hingga 50–70 persen. Menurutnya, kondisi ini membuat biaya operasional meningkat secara drastis.
“Biasanya beli dalam jumlah banyak masih terjangkau, sekarang jadi berat. Kenaikannya tinggi sekali,” ujar Salman saat ditemui di lokasi.
Ia juga mempertanyakan alasan kenaikan harga tersebut. Menurutnya, kenaikan ini tidak sejalan dengan kondisi harga bahan bakar minyak (BBM) yang relatif stabil.
“BBM tidak naik, tapi harga plastik justru naik. Katanya karena perang,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan Hesti, pedagang lainnya di pasar tersebut. Ia mengaku kenaikan harga plastik berdampak langsung pada pengeluaran harian yang semakin membengkak.
“Setiap hari pasti butuh plastik. Kalau harganya naik terus, mau tidak mau biaya jualan juga ikut naik,” kata Hesti.
Para pedagang berharap pemerintah dapat segera turun tangan untuk menstabilkan harga, atau setidaknya memberikan solusi alternatif agar beban pelaku usaha kecil tidak semakin berat.
Kenaikan harga plastik ini dikhawatirkan juga akan berdampak pada harga jual barang kepada konsumen jika kondisi terus berlanjut tanpa adanya intervensi.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








