Emak-emak di Kayumanis Tolak Wilayahnya Jadi Tempat Pengolahan Sampah

- Redaktur

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangkakala 7 || Kota Bogor, Jabar
Rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah di wilayah Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor menuai penolakan keras dari masyarakat setempat, terutama kalangan ibu rumah tangga atau emak-emak.

‎Penolakan tersebut dipicu kekhawatiran warga terhadap potensi dampak negatif yang ditimbulkan, mulai dari gangguan kesehatan hingga menurunnya kenyamanan lingkungan tempat tinggal. Warga menilai keberadaan fasilitas pengolahan sampah di kawasan permukiman padat penduduk bukanlah pilihan yang tepat.

‎“Kalau memang ini untuk kepentingan umum, harusnya ada penjelasan dulu ke warga. Jangan tiba-tiba mau dibangun di sini,” ujar salah satu ibu rumah tangga saat ditemui di lokasi, Selasa (05/05/2026).

‎Aksi penolakan disampaikan dalam berbagai kesempatan, termasuk saat warga berkumpul di lingkungan permukiman. Mereka juga mendesak pemerintah untuk lebih terbuka dalam memberikan informasi terkait rencana pembangunan tersebut.

‎Selain itu, warga meminta agar pemerintah mencari lokasi alternatif yang dinilai lebih layak dan jauh dari permukiman. Menurut mereka, aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan.

‎Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak Pemerintah Kota Bogor terkait tindak lanjut atas penolakan warga tersebut.

‎Diketahui, Pemerintah Kota Bogor berencana membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Galuga dan Kayumanis. Proyek ini dirancang untuk melayani aglomerasi Kota Bogor dan Depok dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.000 ton sampah per hari.

‎Pemkot Bogor juga menargetkan proses lelang proyek PSEL Kayumanis dapat dimulai pada Mei 2026. Dalam rencana tersebut, akan disediakan akses jalan khusus guna mendukung mobilitas truk pengangkut sampah menuju lokasi fasilitas.

Facebook Comments Box

Penulis : Heri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Hujan Deras, Sungai Cisindangbarang Meluap hingga Genangi Perkebunan Warga di Laladon
Jembatan di Gang Ago Pasir Jaya Roboh, Tergerus Arus Sungai
Arus Lalu Lintas Alun-Alun Bogor hingga Jembatan Merah Padat, Angkot Ngetem Jadi Pemicu
Ceceran Tanah di Jalan Mayor Oking Bogor Dikeluhkan Warga, Dinilai Berbahaya Saat Hujan
Aksi Saling Serang antar Pemuda Pecah di Kebon Pedes, Warga Resah
Macet Parah di Jalan Otista Bogor Hari Kedua Long Weekend, Arus Kendaraan Mengular
Kebakaran Hebat Landa Peternakan Ayam di Ciseeng Bogor
Fenomena Halo Matahari Muncul di Klapanunggal, Warga Takjub Saksikan “Awan Pelangi”
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:46 WIB

Emak-emak di Kayumanis Tolak Wilayahnya Jadi Tempat Pengolahan Sampah

Senin, 4 Mei 2026 - 17:35 WIB

Hujan Deras, Sungai Cisindangbarang Meluap hingga Genangi Perkebunan Warga di Laladon

Senin, 4 Mei 2026 - 17:33 WIB

Jembatan di Gang Ago Pasir Jaya Roboh, Tergerus Arus Sungai

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:15 WIB

Arus Lalu Lintas Alun-Alun Bogor hingga Jembatan Merah Padat, Angkot Ngetem Jadi Pemicu

Minggu, 3 Mei 2026 - 21:10 WIB

Ceceran Tanah di Jalan Mayor Oking Bogor Dikeluhkan Warga, Dinilai Berbahaya Saat Hujan

Berita Terbaru