Sangkakala 7 || Kota Bogor, Jabar
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui kolaborasi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) resmi meluncurkan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) sebagai upaya memperkuat sistem pengelolaan air limbah di Kota Bogor.
Program ini dilaksanakan oleh Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor bekerja sama dengan Perumda Trans Pakuan Kota Bogor. Peluncuran ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan, dan Plt Direktur Utama Perumda Trans Pakuan, Eko Prabowo, yang turut disaksikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.
Sebagai tahap awal, layanan LLTT diperkuat dengan empat armada TIKA (Tertib Kelola Tinja Berkala). Program ini memprioritaskan pelayanan kepada 6.000 pelanggan Tirta Pakuan di Kecamatan Bogor Utara secara gratis. Ke depan, layanan tersebut direncanakan akan diperluas ke wilayah lain di Kota Bogor.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengatakan bahwa peluncuran LLTT merupakan respons terhadap amanah regulasi baru terkait pengelolaan air bersih dan air limbah.
“Kita harus merespons amanah dari undang-undang baru tentang pengelolaan air bersih dan air limbah. Ada target-target yang harus dicapai pemerintah daerah, yakni tidak hanya mengelola air bersih melalui layanan PDAM, tetapi juga air limbah,” ujarnya saat peluncuran di Instalasi Pengolahan Air Limbah dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPAL-IPLT) Tanah Baru, Jalan Pangeran Asogiri, Bogor Utara.
Menurutnya, pengelolaan lumpur tinja merupakan bagian penting dari sistem air limbah yang harus dipersiapkan secara matang. Tanpa tata kelola yang baik, target layanan akan sulit dicapai.
“Mungkin belum bisa mencapai 100 persen dalam waktu dekat, karena kita juga harus mempersiapkan instalasi pengolahan air limbah lain yang mampu menampung seluruh kebutuhan warga,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan, termasuk optimalisasi peran dua Perumda sebagai penyedia layanan air bersih dan transportasi.
Sementara itu, Eko Prabowo menyampaikan bahwa LLTT tidak hanya membuka lini bisnis baru bagi Perumda Trans Pakuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan sanitasi yang sehat bagi masyarakat.
Di sisi lain, Rino Indira Gusniawan menjelaskan bahwa target awal 6.000 pelanggan disesuaikan dengan kapasitas IPAL-IPLT Tanah Baru yang saat ini baru mampu menampung sekitar 30 meter kubik per hari.
“Hari ini ikhtiar baru dimulai. Instalasi yang ada belum cukup untuk mencapai target, sehingga perlu pengembangan agar cakupan layanan bisa mencapai 100 persen,” ungkapnya.
Rino juga menambahkan bahwa operasional armada TIKA menerapkan sistem kontrak berbasis kinerja. Setiap layanan penyedotan akan dibayarkan oleh Perumda Tirta Pakuan.
“Untuk tahap awal masih gratis sampai ada arahan lebih lanjut. Ke depan, ketika budaya pengelolaan air limbah sudah terbentuk, akan dilakukan penyesuaian,” pungkasnya.
Peluncuran LLTT diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan air limbah yang berkelanjutan dan profesional di Kota Bogor.
Penulis : Heri
Editor : Priyatna








