Sulawesi Tengah Raih Indeks Kerukunan Tinggi Nasional, Ketua FKUB Sulteng: Ini Buah Kerja Keras Semua Pihak

- Redaktur

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sangkakala 7 || Palu, Sulteng
Provinsi Sulawesi Tengah kembali mengukir prestasi gemilang di panggung nasional dalam hal merawat kebhinekaan. Berdasarkan riset terbaru yang dirilis oleh Pusat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (P3M) Universitas Indonesia, Bumi Tadulako resmi ditetapkan sebagai daerah dengan Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) yang masuk dalam kategori tinggi.

Dalam riset ilmiah tersebut, pengukuran indeks menggunakan tiga dimensi utama, yaitu toleransi, kebersamaan, dan kesetaraan. Sulawesi Tengah mencatatkan angka yang sangat impresif: 87,9 untuk dimensi toleransi, 56,2 untuk dimensi kebersamaan, dan 77,85 untuk dimensi kesetaraan. Akumulasi dari ketiga variabel tersebut menghasilkan nilai IKUB Sulteng sebesar 73,99, yang menempatkannya kokoh di klaster daerah berindeks tinggi (rentang nilai 60,01 – 80,00).

Menyikapi capaian membanggakan ini, Ketua FKUB Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, menyampaikan rasa syukur atas hasil riset tersebut. Namun, alih-alih berpuas diri, ulama kharismatik ini justru menegaskan bahwa angka-angka dalam riset Universitas Indonesia tersebut bukanlah hasil kerja sepihak dari FKUB semata.

Menurut Prof. Zainal, pencapaian ini adalah buah manis dari kerja kolektif dan komitmen luar biasa dari seluruh elemen yang ada di Sulawesi Tengah. Nilai tinggi ini mencerminkan bagaimana harmoni sosial dirajut bersama secara konsisten di lapangan.

“Saya kira ini adalah pembuktian bahwa kedamaian di Sulawesi Tengah dibangun di atas fondasi gotong royong. Keberhasilan meraih indeks kerukunan yang tinggi ini adalah hasil kerja keras kita semua. Ada peran pemerintah daerah yang responsif, dedikasi TNI dan Polri yang tanpa lelah menjaga stabilitas keamanan, serta keteladanan dari para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang selalu meneduhkan umat,” ujar Prof. Zainal, Selasa 26 Mei 2026.

Tokoh moderasi beragama nasional ini menambahkan, tingginya nilai pada dimensi toleransi (87,9) menunjukkan bahwa masyarakat Sulawesi Tengah secara psikologis dan kultural sudah selesai dengan urusan perbedaan keyakinan. Masyarakat Sulawesi Tengah saling menghormati hak beragama satu sama lain dengan sangat matang.

Meski demikian, Prof. Zainal mengingatkan bahwa tantangan ke depan adalah terus mendongkrak dimensi kebersamaan agar ruang-ruang interaksi sosial lintas iman semakin produktif. Sinergi yang sudah berjalan intim antara ulama, pendeta, biksu, pastor pandito/ pinandita, mangku dan seluruh tokoh agama, bersama unsur Forkopimda harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

“Penilaian positif dari Universitas Indonesia ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk tidak lengah. Kerukunan itu dinamis, ia harus dirawat setiap hari. Semua pihak memiliki tanggung jawab menjamin rasa aman daerah kita, dan masyarakatnya saling merangkul, maka kedamaian di Sulawesi Tengah akan terus terjaga,” urai Rais Syuriyah PBNU tersebut.

Riset P3M Universitas Indonesia sendiri membagi IKUB ke dalam lima kategori, mulai dari sangat rendah (0 – 20,00) hingga sangat tinggi (80,01 – 100). Keberhasilan Sulteng berada di zona hijau “Tinggi” menjadi sinyal positif bagi iklim investasi, pariwisata, dan pembangunan sumber daya manusia di daerah ini.

Prof. Zainal mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh warga Sulawesi Tengah yang telah menjadi garda terdepan dalam menjaga kedamaian di lingkungan masing-masing.

“Mari kita jaga prestasi ini bersama-sama demi Sulawesi Tengah Nambaso yang maju, aman, harmonis dan penuh berkah,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Penulis : Fitri

Editor : Priyatna

Berita Terkait

Kejar Piutang Pajak Hampir Rp600 Miliar, Pemkot Bogor Lantik Delapan Juru Sita Pajak Daerah
Pemkab Humbahas Sosialisasikan Anti-Korupsi, Hasil SPI 2025 Jadi Sorotan
Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Batutulis Mulai Diuji Coba 27 Oktober, Dua Jalur Dibuka
Jalan MA Salmun Pasar Anyar Bogor Resmi Ditutup, Pembangunan JPO Dimulai ‎
Desa Siponjot Humbahas Diusulkan Jadi Kampung Kreatif Sumut Berkah, BUMDes Kelola 1.080 Ayam Petelur
Bupati Toba Sampaikan Proposal Potensi Daerah kepada BKSAP DPR RI, Bidik Pasar Internasional
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Resmi Melantik dr. Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi Definitif
TP2GD Usulkan Arsitek Friedrich Silaban Kelahiran Doloksanggul, Jadi Pahlawan Nasional
Berita ini 12 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:33 WIB

Kejar Piutang Pajak Hampir Rp600 Miliar, Pemkot Bogor Lantik Delapan Juru Sita Pajak Daerah

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:29 WIB

Pemkab Humbahas Sosialisasikan Anti-Korupsi, Hasil SPI 2025 Jadi Sorotan

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:24 WIB

Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Batutulis Mulai Diuji Coba 27 Oktober, Dua Jalur Dibuka

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:20 WIB

Jalan MA Salmun Pasar Anyar Bogor Resmi Ditutup, Pembangunan JPO Dimulai ‎

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Bupati Toba Sampaikan Proposal Potensi Daerah kepada BKSAP DPR RI, Bidik Pasar Internasional

Berita Terbaru