Kabupaten Toba, Sumut || Sangkakala 7
Kedatangan sekitar 30 delegasi The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 ke Kabupaten Toba tidak sekadar menjadi agenda kunjungan lapangan.
Pemerintah Kabupaten Toba memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan budaya daerah kepada kalangan pelaku industri, akademisi, investor, serta pemangku kepentingan sektor energi terbarukan.
Rombongan delegasi dari Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) tiba di Toba, Jumat (21/8/2026), dalam rangkaian kegiatan Field Trip IIGCE 2026 yang berlangsung hingga 23 Agustus 2026.
Kehadiran mereka menjadi menarik karena peserta tidak hanya berasal dari sektor energi panas bumi, tetapi juga mencakup pimpinan perusahaan, pelaku industri, akademisi, asosiasi dan investor dari dalam maupun luar negeri.

Bagi Pemkab Toba, komposisi peserta tersebut membuka ruang untuk memperkenalkan daerah tidak hanya sebagai bagian dari kawasan Danau Toba, tetapi juga sebagai wilayah yang memiliki potensi ekonomi lain di luar sektor energi.
Penyambutan delegasi dilakukan oleh Staf Ahli Bupati Toba Bidang Ekonomi, Pembangunan, Keuangan, Sumber Daya Alam (SDA) dan Aset, Darwin Parlindungan Sianipar. Ia didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Toba Dicky Tampubolon serta Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, Patar Silalahi.
Mewakili Bupati Toba, Darwin menyebut kunjungan tersebut sebagai momentum strategis untuk memperkenalkan potensi daerah kepada peserta yang memiliki latar belakang industri dan investasi.
“Momentum ini merupakan kesempatan yang sangat strategis bagi kami untuk memperkenalkan keunggulan daerah dan potensi pariwisata Kabupaten Toba secara langsung kepada para investor dan akademisi dari berbagai negara,” ujar Darwin.

Namun, sejauh mana kunjungan tersebut akan berlanjut menjadi peluang investasi maupun kerja sama konkret bagi Toba masih menjadi bagian penting dari agenda yang perlu dilihat setelah kegiatan berlangsung.
Dalam rangkaian Field Trip tersebut, para delegasi selanjutnya dijadwalkan melanjutkan kunjungan industri ke Sarulla Operation Ltd. (SOL) di Kabupaten Tapanuli Utara.
Kunjungan ini sekaligus mempertemukan dua kepentingan berbeda: agenda pengembangan sektor panas bumi dan upaya daerah memperluas pengenalan potensi pariwisata serta budaya kepada jejaring industri dan investor.
Bagi Toba, tantangannya bukan hanya memperkenalkan potensi daerah kepada para delegasi, tetapi bagaimana momentum tersebut dapat diterjemahkan menjadi peluang nyata bagi investasi, pariwisata, dan penguatan ekonomi daerah.
Penulis : Ramli Hutapea
Editor : Priyatna










