LEBIH MANIS DARI MADU

- Redaktur

Senin, 29 Maret 2021 - 20:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku. –Mazmur 119:103_

JAKARTA | Sangkakala.tv –
Pada Oktober 1893, kota Chicago di Amerika Serikat menyelenggarakan pekan raya World’s Fair secara besar-besaran.
Semua gedung pertunjukan di kota itu tutup karena para pemilik membayangkan semua orang pasti akan pergi menghadiri pekan raya tersebut. Lebih dari tujuh ratus ribu orang memang menghadirinya, tetapi Dwight Moody (1837–1899) justru berencana mengadakan kebaktian dan pengajaran Alkitab di sebuah gedung pertunjukan musik di sisi kota yang lain.

R. A. Torrey (1856–1928), tidak yakin Moody dapat menghimpun massa sebanyak itu pada hari yang sama dengan penyelenggaraan pekan raya. Namun, berkat kemurahan Allah, Moody berhasil melakukannya.

Di kemudian hari, Torrey menyimpulkan, orang banyak datang karena Moody memahami “satu-satunya Kitab yang paling dirindukan dunia ini Alkitab.”

Torrey rindu agar banyak orang juga mencintai Alkitab seperti Moody, tekun membacanya secara teratur dengan penuh kesungguhan.

Oleh Roh-Nya, Allah telah membawa orang-orang kembali kepada-Nya di akhir abad ke-19 di Chicago, dan dia pun masih terus berbicara sampai sekarang. Seperti pemazmur, kita dapat mengungkapkan cinta kasih kita kepada Allah dan firman-Nya dengan berseru, “Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku” (Mzm. 119:103).

Bagi pemazmur, firman yang menyatakan anugerah dan kebenaran Allah menjadi pelita bagi kakinya dan terang bagi jalannya (ay.105).

Bagaimana Anda dapat bertumbuh semakin mengasihi Sang Juruselamat dan firman-Nya ?
Ketika kita semakin menyelami isi Kitab Suci, Allah akan menumbuhkan pengabdian kita kepada-Nya, melalui tuntunan dan terang-Nya yang terpancar di sepanjang jalan hidup kita. (Amy Boucher Pye)

Latar belakang ayat Alkitab :
Di Timur Dekat kuno, pelita dibuat dari mangkuk tanah liat yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menunjang sumbu dan menampung minyak. Karena minyak mudah sekali tumpah, pada umumnya pelita hanya dipakai di dalam rumah atau di tempat-tempat yang gelap pekat, seperti di dalam gua yang tidak tertembus sinar bulan sama sekali.
Pada zaman itu waktu malam bisa menjadi sangat berbahaya (Mazmur 91:5), sehingga pelita menjadi lambang yang sangat kuat untuk harapan dan keselamatan dalam suatu keadaan yang sangat kelam dan membahayakan.

Serupa dengan Mazmur 119:105 yang membandingkan Kitab Suci dengan pelita yang menerangi jalan, Mazmur 18:29 memuji Allah dengan berkata, “Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku.” (Monica La Rose)

*Mazmur 119:97-105*
119:97 Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.
119:98 Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.
119:99 Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan.
119:100 Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.
119:101 Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.
119:102 Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku.
119:103 Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.
119:104 Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.
119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
(Calves Chandra)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

*Binroh Nasional Polri, Dai Kamtibmas Polres Parimo Aiptu Zulham Ditunjuk Jadi Penceramah*
TNI-POLRI Sinergi Berkolaborasi dalam Pengamanan Penutupan STQH Ke-XVII Tingkat Kecamatan Dampelas Desa Malonas
STQ ke-XVII Tingkat Kecamatan Dampelas Tahun 2025, Resmi Dibuka Bupati Donggala, Vera Elena Laruni SE
Bupati Humbahas Letakkan Batu Pertama Pembangunan GBI Jemaat Hutapaung
Buka Konferensi Cabang XVIII Muslimat NU Tapteng, Masinton: Momentum Memperkuat Struktur Organisasi
WABUP TAPTENG AJAK PEMUDA MAKMURKAN MASJID
Peringatan 1 Muharram, Pemkab Deli Serdang Ajak Masyarakat Jadikan Semangat Hijrah sebagai Penguat Persatuan
Kafilah Deli Serdang Raih Peringkat III MTQ Sumut ke-40
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:25 WIB

*Binroh Nasional Polri, Dai Kamtibmas Polres Parimo Aiptu Zulham Ditunjuk Jadi Penceramah*

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:01 WIB

TNI-POLRI Sinergi Berkolaborasi dalam Pengamanan Penutupan STQH Ke-XVII Tingkat Kecamatan Dampelas Desa Malonas

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:41 WIB

STQ ke-XVII Tingkat Kecamatan Dampelas Tahun 2025, Resmi Dibuka Bupati Donggala, Vera Elena Laruni SE

Senin, 20 Juli 2026 - 20:18 WIB

Bupati Humbahas Letakkan Batu Pertama Pembangunan GBI Jemaat Hutapaung

Senin, 20 Juli 2026 - 09:26 WIB

Buka Konferensi Cabang XVIII Muslimat NU Tapteng, Masinton: Momentum Memperkuat Struktur Organisasi

Berita Terbaru