KAB.BEKASI | Sangkakala.tv –
Korem 051 Jayakarta mengadakan pembinaan kerukunan antar umat beragama dalam rangka membina silaturahmi guna mencegah Konflik antara umat beragama untuk mewujudkan sikap toleransi, Senin 5 April 2021.
Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Batiqa Jababeka 2 Kawasan Industri Jababeka II Blok CC No. 3A, Jl. Niaga Raya Desa Pasirsari Cikarang Kab.Bekasi, dipimpin langsung oleh Danrem 051/Wkt Brigjen TNI R.Sidharta Wisnu Graha.SE, di ikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari anggota Jaring Kodim, perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat sewilayah Korem 051
Dalam kegiatan tersebut Danrem 051 menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kerukunan antar umat beragama khususnya wilayah militer korem 051, baik Jakarta selatan,Jakarta timur ,Depok, Bekasi kota dan bekasi kabupaten hal ini agar bisa membentengi masyarakat dari hal-hal yang tidak sesuai adat dan ajaran agama, serta peran serta mencegah adanya konflik.
Berkaitan dengan itu, kegiatan ini juga menindak lanjuti adanya insiden bom bunuh diri di depan Gereja Katedral di Makassar, Sulawesi Selatan baru-baru ini.
“Diharapkan masyarakat dapat memahami serta menangkal paham-paham yang dianggap dapat memecah belah persatuan antar umat beragama, mari bersatu mewujudkan Indonesia yang bermartabat, adil dan beradab,” Ucap Danrem 051.
Selaras dengan itu, Kol.kav Donova Pri Pamungkas yang turut memberi arahan mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat menangkal masyarakat dari paham radikalisme yang dapat memecah persatuan, khususnya sewilayah korem 051
“Paham radikal ini sangat bertentangan dengan ajaran agama manapun, seperti perbuatan terorisme,” katanya.
Ia berharap tokoh agama lebih berperan memberikan pembinaan kepada masyarakat agar terhindar dari kegiatan yang dapat memecah belah keutuhan dan kerukunan umat beragama.

Lanjutnya, Masyarakat di Kabupaten Bekasi masih menjunjung tinggi nilai kerukunan antar umat beragama, semoga tidak ada potensi berkembangnya paham radikalisme.
Meski demikian, dia mengaku masyarakat tak boleh teledor, tetapi selalu bisa waspada dan berupaya menghindari paham radikalisme. ungkap Kolonel
Sementara itu salah seorang ulama KH.M.Atholah (FKUB) beluiau Ketua kerukunan umat beragama, memberikan respon positif dengan kegiatini.
“Kerukunan umat beragama yang sudah terjalin dengan baik harus tetap dipertahankan, diharapkan peran TNI Polri serta seluruh lapisan masyarakat tetap selalu dalam menjaga keutuhan NKRI tercinta ini.” Tutupnya.
Dosen Kampus Unisma Rahmat Sip.M,si menurutnya Pencegahan Konflik adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya Konflik dengan peningkatan kapasitas kelembagaan dan sistem peringatan dini sesuai undang undang no 7 tahun 2012 tentang penanganan konflik sosial.
Semoga rapat ini kita semua bisa menjaga dan mencegah gejala dini, kita semua bisa melaporkan kepada pihak TNI Polri, tegasnya.
(Wiro)







