Rektor Unismuh Palu Dikukuhkan Sebagai Guru Besar.

- Redaktur

Kamis, 28 Oktober 2021 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALU | Sangkakala.tv –
Rektor Unismuh Palu dikukuhkan sebagai Guru Besar (Professor) oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XVI Sultan Batara (Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara), bertempat di Islamic Centre Universitas Muhammadiyah Palu, Rabu (27/10/2021).

Pengukuhan ini menindaklanjuti SK Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI tentang Pengangkatan Dr. H. Rajindra, SE, MM sebagai Guru Besar bidang Ilmu Manajemen.

Acara pengukuhan dihadiri ; Ir. Faisal Mang, MM yang mewakil Gubernur Sulteng sekaligus memberikan sambutan.
Turut memberikan sambutan Ketua LLDIKTI wilayah XVI SULTAN BATARA dan Ketua LLDIKTI wilayah IX GOSULUTTENG.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan akselarasi dengan sejumlah pihak di Kawasan Timur Indonesia (KTI) baik dalam lingkungan perguruan tinggi maupun dalam amal usaha Muhammadiyah. Akselerasi itu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh kegigihan di Perserikatan Muhammadiyah.

“Belajar dari keuletan, kegigihan dan kesungguhan Profesor Rajindra yang dapat meraih profesor dengan cara-cara yang benar.

Jangan pernah ada yang instan, tapi tetaplah mengikuti prosedur yang ditetapkan,” kata Haedar Nashir dalam sambutan pengukuhan Prof Dr Rajindra sebagai Guru Besar di Universitas Muhammadiyah Palu, Rabu, 27 Oktober 2021.

Menurut Haedar Nashir, menjadi guru besar di Perserikatan Muhammadiyah, bukan hanya meraih kepangkatan tertinggi, maka yang diperlukan adalah memancarkan ilmu dan pengalaman keilmuan yang diraih dalam perjalanan panjang untuk bersama-sama mencerahkan dan mencerdasakan akal budi, karakter dan alam pikiran masyarakat luas.

“Sehingga kehadirannya tidak berada di menara gading tapi membumi, sebagai ulil albab,” ujarnya.

Haedar Nashir mengatakan, menjadi guru besar di Perserikatan Muhammadiyah dengan etos keislaman yang ulil albab, harus menjadi sosok yang berfikir secara mendalam, luas, banyak perspektif dan memberi kemanfaatan dan kemaslahatan bagi alam semesta.

“Nilai manusia itu adalah kemanfaatannya. Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat bagi sesama dan lingkungannya,” kata Haedar Nashir mengingatkan.

Bangsa ini, katanya, masih membutuhkan usaha-usaha kemanfaatan itu, agar menjadi bangsa yang cerdas dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Jangan sampai elit bangsa, karena kurang memperoleh sinar ilmu, kemudian menjadi warga bangsa dan elit bangsa yang mengalami proses pembodohan atau membodohkan orang banyak, karena brpikir tidak logis, tidak faktual, tidak ilmiah dan tidak berada pada asas kebenaran yang menjadi standar banyak orang. Hanya berpikir sesuai alam pikiran sendiri yang tidak teruji dalam nalar sains, nalar kebenaran dan kebajikan publik.

“Maka penting bagi kita mengikuti jejak guru besar, termasuk Prof Rajindra, yakni kejujuran. Jadilah dosen yang jujur. Harta termahal kita adalah kejujuran dan barang langka dalam kehidupan bernegara kita adalah kejujuran,” jelas Haedar Nashir.

Menurutnya, banyak orang sukses yang meraih jabatan, tapi kejujurannya luruh maka goyahlah tatanan.

“Kita boleh salah dalam hidup, tapi jujurlah dengan kesalahan, jangan menimbun kesalahan. Jatuhnya sebuah bangsa di mana pun, karena pemimpinnya tidak jujur. Kalau salah, kembalilah jujur pada kesalahan itu dan jangan menimbun kesalahan itu. Dalam ciri ulil albab, ada jiwa kejujuran itu,” nasihatnya.

Haedar Nashir mengingatkan, menjadi profesor bukan sekadar menjadi pengajar, tetapi menjadi pendidik untuk memberikan nilai luhur bagi umat.

Profesor Doktor Rajindra, adalah Rektor Universitas Muhammadiyah Palu dua periode. Rabu, 27 Oktober 2021 ini, Rajindra dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Muhammadiyah Palu.

(Hard)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Resmi Melantik dr. Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi Definitif
TP2GD Usulkan Arsitek Friedrich Silaban Kelahiran Doloksanggul, Jadi Pahlawan Nasional
Dukung Pemberantasan Narkoba, Wabup Tapteng Hadiri Deklarasi “Sumatera Utara Tolak Narkoba”
TP2GD Humbahas Bahas Pengusulan Friedrich Silaban Sebagai Pahlawan Nasional
Mantan Anggota DPRD Humbahas Kepler Torang Sianturi Terpilih Jadi Kepala Desa 2026
Gunawan Togatorop Raih Suara Terbanyak Pilkades Siborutorop Periode 2026-2034
Pemkab Humbahas Sampaikan Duka Mendalam atas Berpulangnya Kepala Desa Lumban Barat
Jaga Stabilitas Harga dan Kendalikan Inflasi, Pemkab Tapteng Gelar Gerakan Pangan Murah
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Resmi Melantik dr. Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi Definitif

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:20 WIB

TP2GD Usulkan Arsitek Friedrich Silaban Kelahiran Doloksanggul, Jadi Pahlawan Nasional

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Dukung Pemberantasan Narkoba, Wabup Tapteng Hadiri Deklarasi “Sumatera Utara Tolak Narkoba”

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:50 WIB

TP2GD Humbahas Bahas Pengusulan Friedrich Silaban Sebagai Pahlawan Nasional

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Mantan Anggota DPRD Humbahas Kepler Torang Sianturi Terpilih Jadi Kepala Desa 2026

Berita Terbaru

Parlemen

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN TINGKATKAN KESEJAHTERAAN

Minggu, 25 Okt 2026 - 07:34 WIB